Kehidupan pekerja anak sebagai nelayan di pedukuhan pesisir, desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo / Sandy Yuda Primadanta

Primadanta, Sandy Yuda (2012) Kehidupan pekerja anak sebagai nelayan di pedukuhan pesisir, desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo / Sandy Yuda Primadanta. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata Kunci: pekerja anak, nelayan Pekerja anak adalah anak yang berada dalam kelompok penduduk usia 7-15 tahun yang bekerja di sektor-sektor tertentu. Pekerja anak tidak hanya terlibat dalam pekerjaan formal, melainkan bekerja di sektor non formal seperti bekerja sebagai nelayan dalam rangka mencari uang layaknya pekerja dewasa atau orang tuanya. Perubahan ini terjadi karena tekanan kebutuhan yang dialami keluarga-keluarga miskin semakin meningkat, sehingga banyak di antara mereka terpaksa mendayagunakan anggota keluarganya termasuk anak-anak untuk membantu mencari sumber pendapatan sebagai penyangga ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kondisi objektif kehidupan pekerja anak sebagai nelayan di Pendukuhan Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, (2) faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak lebih memilih bekerja sebagai nelayan daripada bersekolah di Pendukuhan Pesisir, (3) peran orang tua dalam mendidik anaknya di Pendukuhan Pesisir, (4) Peran masyarakat dalam meningkatkan minat anak untuk sekolah di Pendukuhan Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi dokumen, dan observasi. Subyek penelitian adalah pekerja anak, orang tua pekerja anak, tokoh masyarakat di Pendukuhan Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo dan kepala dinas pendidikan Kabupaten Situbondo. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) kondisi objektif kehidupan pekerja anak sebagai nelayan di Pendukuhan Pesisir, Desa Kilensari. Sekitar 175 orang adalah pekerja anak. Latar belakang ekonomi yang sangat rendah membuat mereka bekerja sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Anak dibesarkan dalam nilai budaya yang lebih mementingkan pekerjaan. Anak bekerja sebagai nelayan menggunakan salerek (perahu besar). Jenis pekerjaan yang dilakukan pekerja anak saat melaut yaitu pekerja anak mulai memancing untuk mengetahui dimana tempat ikan itu berada. Setelah tempat gerombolan ikan itu ditemukan, pekerja anak langsung memegang lampu mercury untuk menerangi tempat ikan tersebut. Selain itu pekerja anak lainnya juga ada yang menebarkan jaring. Pada saat melaut pekerja anak beresiko terkena baling-baling perahu, kepeleset ke dek perahu yang bisa mengakibatkan luka, nyilu, bengkak di lutut. Aktivitas pekerja anak setelah bekerja adalah istirahat untuk memulihkan staminanya. Salah satunya dengan menonton TV, bermain layangan, PS (play station), berolahraga seperti sepak bola, voli, renang serta nongkrong di warung. Saat nongkrong di warung tidak jarang pekerja anak melakukan perilaku negatif misalnya berjudi, merokok, minuman keras dan menggoda perempuan yang lewat. Upah pekerja anak sebagai nelayan di Desa Kilensari sangat tidak menentu (2) faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak lebih memilih bekerja sebagai nelayan daripada bersekolah di Pendukuhan Pesisir, Desa Kilensari, yaitu: (a) kemiskinan keluarga. Pendapatan orang tua Rp 25.000 per hari jelas tidak cukup untuk membiayai kebutuhan anak-anaknya, (b) pengaruh lingkungan. Anak-anak merupakan kelompok yang sangat mudah dipengaruhi oleh suatu lingkungan. Sehingga dapat dipahami mengapa lingkungan sosial dapat berdampak sangat besar pada anak-anak, (c) potensi lokal. Potensi lokal membuka peluang usaha yang pekerja anak terlibat di dalamnya. Apalagi akses ke daerah yang mempunyai sumber daya lokal mudah, maka akan menarik anak-anak untuk bekerja sebagai nelayan, (d) pra kondisi anak masuk dunia kerja. Anak mendapatkan informasi dari pemberitahuan teman, keluarga atau pekerja lainnya. Informasi tersebut berupa ajakan dari orang-orang yang terlibat pekerjaan. Sebab ajakan bekerja berarti menunjukkan adanya lowongan atau kebutuhan tenaga kerja tambahan. (e) ketidaktertarikan anak pada pendidikan. ketidaktertarikan pada pendidikan realitanya disebabkan oleh faktor ekonomi yang kurang mendukung sehingga pekerja anak memilih untuk bekerja daripada bersekolah. (f) dorongan diri sendiri. Pekerja anak bekerja atas dorongan dari diri sendiri karena adanya keinginan untuk cepat menikah. (3) peran orang tua dalam mendidik anaknya di Pendukuhan Pesisir, Desa Kilensari, yaitu: (a) memotivasi. Dengan harapan anak tersebut mempunyai minat untuk melanjutkan sekolahnya demi mengejar cita-cita yang di inginkan oleh kedua orang tuanya. (b) memberi fasilitas sekolah. Seperti seragam sekolah, sepatu, tas, bukubuku, alat tulis dan uang saku. (c) memberi hukuman. Dengan tidak diberi uang saku dan pernah dipukuli tetapi anak tidak ada reaksi untuk kembali melanjutkan sekolah. (4) peran masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan minat anak untuk sekolah di Pendukuhan Pesisir, Desa Kilensari, yaitu: (a) menasehati. Menasehati agar orang tua jangan putus asa untuk memberikan dukungan pada anaknya untuk bersekolah lagi. (b) mengawasi. Apabila anak akan memulai untuk melakukan hal-hal yang negatif, tokoh masyarakat tidak membiarkan begitu saja. tetapi secepatnya ditegur dan diberi pengertian. (c) memberi pengertian. Memberikan pengertian bahwa pemerintah mempunyai kebijakan pendidikan gratis seperti biaya pendaftaran sekolah tidak dipungut biaya, menggratiskan biaya SPP setiap bulannya, buku materi diberi pinjaman oleh sekolah, dan memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi. (d) Menggratiskan biaya sekolah. Dengan bentuk kebijakan tersebut, masyarakat yang kurang mampu akan tetap memperoleh pendidikan tanpa harus dibebani biaya. Dari hasil penelitian ini saran-saran yang diajukan yaitu: (1) bagi Pemerintah hendaknya lebih mengoptimalkan kebijakan terhadap akses-akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah serta memberikan jaminan perlindungan bagi pekerja anak khususnya pekerja anak sebagai nelayan. (2) bagi Dinas Pendidikan hendaknya lebih memperhatikan masyarakat yang kurang mampu dengan mendukung akses-akses yang ada di sekolah sehingga masyarakat yang kurang mampu dapat melanjutkan sekolah dan tetap memperoleh pendidikan. (3) bagi masyarakat khususnya orang tua pekerja anak sebagai nelayan hendaknya lebih menyadari bahwa pendidikan sangat penting dan ada akses untuk membantu masyarakat yang kurang mampu agar bisa bersekolah sehingga jumlah anak putus sekolah akan berkurang. (4) bagi juragan perahu hendaknya melengkapi dengan pelindung yang memadai seperti sarung tangan, ban pelampung bahkan obatobatan di perahu, memberi jaminan kesehatan, jaminan perlindungan serta penyetaraan upah bagi pekerja anak dan pekerja dewasa agar tidak terjadi kesenjangan sosial.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 16 Jun 2012 04:29
Last Modified: 09 Sep 2012 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/51635

Actions (login required)

View Item View Item