Kompetensi andragogi instruktur pada Lembaga Pelatihan Kerja UPT PK Singosari dan UPT PK PPTKLN Wonojati / Nur Vita Galih Putri

Putri, Nur Vita Galih (2015) Kompetensi andragogi instruktur pada Lembaga Pelatihan Kerja UPT PK Singosari dan UPT PK PPTKLN Wonojati / Nur Vita Galih Putri. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Putri, Nur Vita Galih. 2015. Kompetensi Andragogi Instuktur pada Lembaga Pelatihan Kerja UPT PK Singosari dan UPT PK PPTKLN Wonojati. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Supriyono, M.Pd, (2) Drs. H. M. A. Prawoto, M.Pd Kata kunci: andragogi, kompetensi andragogi, instruktur pelatihan Penelitian ini dilaksannakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kompetensi andragogi instuktur pada lembaga pelatihan kerja UPT PK Singosari dan UPT PK PPTKLN Wonojati. Berdasarkan jenis datanya, penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, sedangkan menurut penjelasannya penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh instruktur di UPT PK Singosari dan UPT PK PPTKLN Wonojati yang berjumlah 52 orang, sedangkan jumlah sampel yang digunakan adalah 46 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu probability sampling menggunakan teknik cluster sampling. Jenis pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan dokumentasi. Semua proses analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil pribadi dan sosial instruktur dilihat dari (1) karakteristik umur, rata-rata umur instruktur adalah 50 tahun, (2) karakteristik jenis kelamin, lebih banyak instruktur berjenis kelamin laki-laki daripada yang berjenis kelamin perempuan, (3) karakteristik status perkawinan, pada umunya status perkawinan instruktur adalah menikah, (4) karakteristik golongan jabatan, pada umumnya instruktur memiliki golongan jabatan tertinggi yaitu instruktur madya dan (5) karakteristik riwayat pengalaman pekerjaan, pada umunya instruktur tidak memiliki riwayat pekerjaan lain. Profil pendidikan formal terakhir yang ditempuh instruktur adalah Strata1 dengan jurusan atau proram studi sangat sesuai dengan bidang materi yang diajarkan oleh instruktur. Profil pendidikan nonformal dilihat dari diklat fungsional pada umumnya instruktur memiliki pengalaman terkait dengan diklat fungsional instruktur. Rata-rata jumlah keikutsertaan instruktur dalam mengikuti diklat fungsional adalah delapan kali. Pendidikan nonformal dilihat dari diklat teknis pada umumnya instruktur memiliki pengalaman terkait dengan diklat teknis instruktur. Rata-rata jumlah keikutsertaan instruktur dalam mengikuti diklat teknis adalah lima kali. Penguasaan teori andragogi dilihat dari segi: (1) pengetahuan instruktur tentang konsep dasar andragogi, dapat dikatakan sangat baik, (2) pengetahuan instruktur tentang asumsi-asumsi andragogi, dapat dikatakan sangat baik, dan (3) pengetahuan instruktur tentang metode dan teknik andragogi dapat dikatakan sangat baik. Penerapan andragogi dalam praktik pembelajaran disimpulkan bahwa: (1) instruktur selalu menerapkan teori andragogi dari segi penampilan instruktur, (2) instruktur selalu menerapkan teori andragogi dilihat dari segi pengorganisasian dan penyeleksian materi belajar, (3) instruktur selalu menerapkan teori andragogi dilihat dari segi metode pembelajaran, (4) instruktur selalu menerapkan teori andragogi dilihat dari segi pengelolaan lingkungan belajar. Dari hasil penelitian disarankan pada: (1) lokasi penelitian, hendaknya pihak lembaga dapat mempertahankan predikat kondisi pengetahuan teori andragogi instruktur yang disimpulkan sangat baik dan mempertahankan predikat kondisi penerapan instruktur terhadap prinsip-prinsip andragogi yang disimpulkan dengan predikat selalu menerapkan salah satunya dengan cara memperbanyak menyelenggarakan kegiatan diklat-diklat teknis yang berhubungan dengan materi ajar dan diklat-diklat fungsional yang berhubungan dengan profesi keinstrukturan mengingat terdapat temuan penelitian yang menyebutkan bahwa rata-rata jumlah diklat fungsional yang diikuti instruktur adalah hanya delapan kali dan rata-rata jumlah diklat teknis yang diikuti instruktur adalah hanya lima kali, terdapat pula satu instruktur yang belum pernah mengikuti diklat fungsional dan dua instruktur yang belum pernah mengikuti diklat teknis dan (2) instruktur pelatihan, diharapkan dapat mempertahankan predikat kondisi pengetahuan teori andragogi instruktur yang disimpulkan sangat baik dan mempertahankan predikat kondisi penerapan instruktur terhadap prinsip-prinsip andragogi yang disimpulkan dengan predikat selalu menerapkan dengan cara memperbanyak mengikuti kegiatan diklat teknis dan diklat fungsional yang diselenggarakan oleh pihak lembaga maupun diluar lembaga mengingat kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi yang semakin tahun semakin canggih.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S1 Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 02 Oct 2015 04:29
Last Modified: 09 Sep 2015 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/5136

Actions (login required)

View Item View Item