Survei teknik pembuatan saku dalam (saku passpoal dengan klep) pada tailor yang ada di Kota Malang / Hariani Aprilia

Aprilia, Hariani (2018) Survei teknik pembuatan saku dalam (saku passpoal dengan klep) pada tailor yang ada di Kota Malang / Hariani Aprilia. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v RINGKASAN Aprilia, Hariani. 2018. Survei Teknik Pembuatan Saku Dalam (Saku Passpoal dengan Klep) pada Tailor yang ada di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd., (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: teknik pembuatan saku, tailor, passpoal, klep Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah kerja pembuatan saku passpoal dengan klep pada tailor di Kota Malang. Keragaman variasi teknik jahit diambil dari empat sampel tailor di Kota Malang, yaitu: Jabier Tailor, Derap Tailor, Rieel Tailor, dan Iwan Tailor. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat lebih meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran praktik mahasiswa tata busana, sehingga dapat mengatasi kesulitan pembuatan komponen-komponen busana. Metode penelitian menggunakan description research dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Keabsahan datanya menggunakan uji kredibilitas data dengan cara triangulasi, peningkatan ketekunan dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik jahit Jabier Tailor memiliki banyak tahapan pengerjaan saku yang memerlukan ketelitian. Jahitan passpoal bagian dalam dipressing dengan kampuh buka, lalu kampuh tersebut dikurangi 1-2 mm dan dilipat ke arah baik, selanjutnya menjahit penahan di bagian tengah passpoal, kemudian memasang klep. Total waktu pembuatan saku passpoal dengan klep pada Jabier Tailor 59 menit 18 detik. Teknik jahit Derap Tailor, yaitu bibir passpoal atas langsung dijahit dengan klep, sehingga passpoal atas dan klepnya sudah terpasang sebelum tahapan menggunting lubang saku. Total waktu untuk menyelesaikan saku pada Derap Tailor tergolong cepat, yaitu 51 menit 41 detik. Teknik jahit Rieel Tailor, yaitu bibir passpoal atas disatukan dan dijahit langsung dengan klep, sehingga klepnya sudah terpasang ketika kedua passpoal dibalik kebagian buruk saku. Kampuh jahitan passpoal bawah dibuka melalui proses pressing, sehingga hasil lipatan bibir passpoal bawah lebih rata dan tidak tebal. Rieel Tailor memerlukan waktu 70 menit 55 detik untuk menyelesaikan pembuatan saku tersebut. Teknik jahit Iwan Tailor, yaitu setelah passpoal atas dan bawah dijahit, kampuh jahitan (dalam) passpoalnya dibuka melalui proses pressing. Jahitan passpoal bagian dalam dipressing dengan kampuh buka, dan dilipat ke arah baik, kemudan menjahit penahan di bagian tengah passpoal. Langkah terakhir memasang klep pada bibir passpoal yang sudah jadi. Total waktu yang diperlukan Iwan Tailor untuk pembuatan saku tersebut adalah 66 menit 6 detik. Saran dari penelitian ini, apabila menghendaki hasil saku passpoal dan klep yang halus dan rapi, maka dapat menggunakan teknik pembuatan saku pada Jabier Tailor atau Iwan Tailor, karena pada dasarnya teknik jahit yang digunakan kedua vi tailor tersebut memiliki persamaan. Teknik jahit Jabier Tailor dan Iwan Tailor mempunyai kelebihan hasil lipatan bibir passpoalnya tidak tebal (pipih), serta ukuran bibir passpoal dapat diperkecil karena pengurangan kampuh dalamnya sehingga hasilnya tampak rata dari bagian baik saku. Kesulitannya terletak pada teknik menjahit penahan dibagian tengah passpoal dan menjahit kampuh dalam untuk passpoal atas dan bawah, apabila tekniknya kurang tepat maka lebar passpoalnya kurang presisi. Apabila menghendaki teknik pembuatan saku yang praktis dan lebih cepat, maka dapat menggunakan teknik jahit yang diterapkan Derap Tailor. Kelebihannya adalah ukuran lubang saku dapat sesuai dengan ukuran klep, karena penyelesaian passpoal bersama dengan pemasangan klep, sehingga tidak memerlukan banyak tahapan pengerjaan (lebih mudah) dan efisien waktu. Kelemahan teknik tersebut adalah hasil akhir saku bagian atas passpoal terlihat lebih tebal, karena kampuh passpoalnya dijahit menjadi satu dengan klep. Apabila menghendaki teknik pembuatan saku yang praktis dan rapi maka dapat menggunakan teknik jahit yang diterapkan Rieel Tailor, karena penyelesaian passpoal atas dan klep dapat diselesaikan dalam satu tahapan sehingga ukuran klep sesuai dengan passpoal atas dan lubang saku. Hasil jahitan passpoal bawahnya pun juga rapi karena kampuhnya dibuka melalui proses pressing. Keragaman variasi teknik jahit yang digunakan tailor hendaknya dapat dijadikan rujukan atau referensi pada kegiatan praktikum mahasiswa tata busana sebagai alternatif dari teknik jahit yang telah digunakan, sehingga pengetahuan tentang variasi teknik jahit diharapkan dapat menambah referensi teknik pembuatan saku dalam.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknologi Industri (TI) > S1 Pendidikan Tata Busana
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 02 May 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/49209

Actions (login required)

View Item View Item