Penerapan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) pada pengolahan bakso di Kota Malang (studi kasus pada Bakso Kota Cak Man Malang) / Rahma Atika Jayadiningrum

Jayadiningrum, Rahma Atika (2019) Penerapan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) pada pengolahan bakso di Kota Malang (studi kasus pada Bakso Kota Cak Man Malang) / Rahma Atika Jayadiningrum. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Jayadiningrum, Rahma Atika.2018. Penerapan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) Pada Pengolahan Bakso Di Kota Malang (Studi Kasus Pada Bakso Kota Cak Man Malang).Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Dra. Rina Rifqie Mariana M.P., (II) Dr. Nunung Nurjanah, M.Kes. Kata Kunci: Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP),keamanan pangan,Bakso Malang Peningkatan keamanan pangan wajib diterapkan oleh industri yang bergerak di bidang pangan untuk memberikan jaminan produk yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi. Sanitation Standard Operating Prosedures (SSOP) memegang peranan yang penting dalam industri pangan untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar keamanan pangan. Standar dapat dipenuhi dengan menerapkan 8 aspek kunci Sanitation Standard Operating Prosedures (SSOP). Food Drug Administration (FDA) mengusulkan 8 aspek yang harus buat prosedurnya yaitu, (1) keamanan air, (2) kebersihan permukaan yang kontak dengan pangan, (3) fasilitas sanitasi, (4) mencegah kotaminasi silang, (5) mencegah adulteration, (6) pelabelan senyawa toksik, (7) kesehatan pekerja dan pengendalian hama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan Sanitation Standard Operating Prosedures (SSOP). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Bakso Kota Cak Man Malang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi yang didukung oleh wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) keamanan air di dapur produksi Bakso Kota Cak Man Malang dinyatakan memenuhi standar. (2) Kebersihan permukaan yang kontak dengan pangan di dapur produksi Bakso Kota Cak Man Malang dinyatakan tidak memenuhi standar karena pekerja tidak menggunakan sepatu dan celemek. (3) Fasilitas sanitasi di dapur produksi Bakso Kota Cak Man Malang dinyatakan telah memenuhi standar. Ditandai dengan tersedianya fasilitas sanitasi seperti tempat cuci tangan, kamar mandi, jamban dan tempat sampah. (4) Pencegahan kontaminasi silang di dapur Bakso Kota Cak Man Malang pada cara mencegah kontaminasi dinyatakan tidak memenuhi standar karena pekerja tidak mencuci tangan sebelum menangani makanan dan penggunaan lap kain untuk membersihkan meja kerja, pekerja mengunyah saat proses produksi dan berbicara saat proses produksi. (5) Pencegahan adulteration di dapur produksi Bakso Kota Cak Man Malang dinyatakan memenuhi standar karena pembungkus bahan mentah dan bahan matang sesuai dengan bahan pembungkusnya. Misalnya, daging dibungkus menggunakan plastik jenis Polivinil Khlorida (PVC) sesuai dengan pernyataan Julianti & Nurminah (2006) yang menyatakan bahwa, daging segar lebih baik dikemas dengan menggunakan plastik Polivinil Khlorida (PVC). (6) Pelabelan seyawa toksik di dapur produksi Bakso Kota Cak Man Malang dinyatakan tidak memenuhi standar karena wadah yang digunakan penyimpanan tidak sesuai dengan bahan makanan dan tidak diberi label saat penyimpanan. (7) Kesehatan pekerja di dapur produksi Bakso Kota Cak Man Malang dinyatakan 1 tidak memenuhi standar karena saat recruitment pekerja tidak melakukan pemeriksaan kesehatan, karyawan tidak melakukan pemeriksaan darah dan faeces secara berkala, pekerja tidak memiliki sertifikat kursus higiene sanitasi makanan, buku pemeriksaan kesehatan dan pekerja tidak menggunakan sepatu kedap air saat produksi. (8) Pengendalian hama di dapur produksi Bakso Kota Cak Man Malang dinyatakan memenuhi standar karena sistem penyimpanan menggunakan sistem FIFO, kebersihan dapur selalu dijaga dan pada hari selasa dilaksanakan general cleaning dalam rangka menjaga kebersihan serta mencegah berkembang perkembang biakan tikus maupun serangga dan peptisida yang digunakan adalah terminix dengan cara penyemprotan dilakukan sebulan sekali pada otlet Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan 8 aspek Standard Operating Prosedures (SSOP) telah diterapkan tetapi terdapat 4 aspek yang tidak memenuhi standar yaitu Kebersihan permukaan yang kontak dengan pangan, mencegah kontaminasi silang, pelabelan seyawa toksik dan kesehatan pekerja. Hal yang perlu ditingkatkan terkait dengan penerapan SSOP di dapur produksi Bakso Kota Cak Man Malang yaitu untuk lebih memperhatikan personal hygiene pekerja, kebiasaan karyawan yang mengunyah saat proses produksi dan berbicara saat proses produksi, wadah yang digunakan penyimpanan dan pelabel saat penyimpanan serta kesehatan pekerja. Bagi lembaga diharapkan hasil penelitian ini supaya bisa dijadikan kajian atau bahan diskusi mengenai topik higiene dan sanitasi. Bagi peneliti lain diharapkan bisa mengembangkan penelitian ini sehingga lebih komplek. 2

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknologi Industri (TI) > S1 Pendidikan Tata Boga
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 20 Mar 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/48506

Actions (login required)

View Item View Item