Penurunan partisipasi warga belajar program keaksaraan fungsional di Desa Argotirto Kec. Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang / Gandi Agusta

Agusta, Gandi (2010) Penurunan partisipasi warga belajar program keaksaraan fungsional di Desa Argotirto Kec. Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang / Gandi Agusta. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Agusta, Gandi. 2008. Penurunan Partisipasi Warga Belajar program Keaksaraan Fungsional di Desa Argotirto Kec: Sumbermanjing Wetan Kab: Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sanapiah Faizal Saleh (II) Drs. Ahmad Rasyad, M.Pd Kata Kunci : Partisipasi, program keaksaraan fungsional Program keaksaraan fungsional merupakan salah satu program pendidikan luar sekolah yang berfungsi untuk membekali warga belajar tributa (buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia dan buta pengetahuan dasar). Metode yang digunakan dalam program ini adalah Calistung (membaca, menulis, dan berhitung) serta berbahasa Indonesia dengan mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang isi pembelajarannya berkaitan dengan fungsional mereka sehari-hari. Proses keaksaraan ini menggunakan prinsip belajar orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penurunan partisipasi warga belajar program keaksaraan fungsional di Desa Argotirto Kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang. Penurunan partisipasi disini disebabkan oleh beragamnya masalah yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan mendeskripsikan menurunnya pelaksanaan program keaksaraan fungsional. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber informasi penelitian ini adalah tutor dan warga belajar program keaksaraan fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan partisipasi warga belajar program keaksaraan fungsional sangat kompleks. penyebab penurunan partisipasi warga belajar dalam mengikuti pembelajaran diantaranya: 1) Selesainya tugas mahasiswa KKN UM yang menjadi tutor Keaksaraan fungsional dan dilanjutkan oleh tutor lanjutan membuat warga belajar harus beradaptasi dengan karakter dan metode tutor lanjutan, 2) Tidak fleksibelnya kegiatan pembelajaran, membuat warga belajar tidak mengikuti pembelajaran karena waktu mereka berbenturan dengan kepentingan yang lain, 3) Perubahan musim, mengingat para warga belajar adalah para petani musiman yang memanfaatkan air hujan untuk mengairi kebun dan ladangnya, sehingga mereka sibuk merawat tanamannya, 4) letak ladang dan kebun mereka yang jauh dari rumah membuat mereka harus menginap untuk menghemat ongkos pulang pergi, karena akses angkutan di daerah mereka jarang sekali, 5)warga belajar lebih memilih bekerja diladang atau dikebun yang nantinya bisa menghasilkan untuk peningkatan perekonomian mereka, dan lebih mengesampingkan mengikuti pembelajaran, 6) kurangnya pemahaman warga belajar tentang tujuan pelaksanaan program keaksaraan fungsional, membuat para warga belajar yang rata-rata perempuan tidak bisa menjelaskan pada suaminya ketika ditanya tujuan mengikuti program keaksaraan fungsional, 7) salah pengertian warga belajar yang tujuan mengikuti pembelajaran keaksaraan fungsional untuk mendapatkan ijasah yang bisa dugunakan untuk mencari pekerjaan. Saran dalam penelitian ini, adalah 1) Bagi Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang, meringkas penyelenggaraan program keaksaraan fungsional yang semula 6 bulan menjadi 2 bulan dengan metode dan kapasitas yang setara dengan kegiatan selama 6 bulan. Sehingga mahasiswa KKN yang periode 2 bulan mampu menyelesaikan program keaksaraan fungsional tanpa pergantian tutor. Karena dengan pergantian tutor menyebabkan menurunnya partisipasi kehadiran warga belajar, 2) Bagi mahasiswa KKN PBA, Hendaknya memberi pemahaman yang jelas dan gamblang kepada tutor lanjutan tentang teori belajar orang dewasa agar tutor lanjutan tidak memberikan materi pada warga belajar seperti pada pendidikan formal, 3) Bagi tutor lanjutan, Para tutor lanjutan seharusnya mempunyai motivasi yang sama dengan para pelaksana program sebelumnya sehingga warga belajar tetap antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sampai mencapai keberhasilan program.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S1 Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 03 Feb 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/4777

Actions (login required)

View Item View Item