Eksperimen kuat tekan beton berpengikat portland cement tipe II yang dirawat dengan sistem uanp (steam) / Monica Arcan

Arcan, Monica (2017) Eksperimen kuat tekan beton berpengikat portland cement tipe II yang dirawat dengan sistem uanp (steam) / Monica Arcan. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Arcan, Monica. 2017. Eksperimen Kuat Tekan Beton Berpengikaat Portland Cement Tipe II yang Dirawat Dengan Sistem Uap (steam). Skripsi. S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ir. H. Sudomo, M.MT., (II) Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T. Kata Kunci: Kuat Tekan, Portland Cement Tipe II, steam Curing. Beragai jenis beton saat ini beragam terutama pada beton precast, dalam pengembangan metode pembuatan beton yang mendahulukan kualitas dan banyak digunakan adalah beton precast. Salah satu bahan utama pembentuk pada beton adalah semen, belum banyak diketahui bahwa Portland Cement Tipe II memiliki kelebihan tahan terhadap sulfat sedang, sehingga jenis PC ini banyak digunakan. Untuk meyelesaikan permasalahan bahwasannya kebutuhan akan beton semakin meningkat, produksi beton diharuskan lebih cepat tanpa mengurangi kuat tekan beton dan sesegera mungkin untuk dipindahkan ke lokasi atau lapangan, oleh karena itu diperlukan metode perawatan yang dipercepat. Perawatan (curing) pada beton memiliki pengaruh terhadap sifat-sifat beton salah satunya terhadap kuat tekan beton. Dalam prosesnya dibutuhkan suatu metode perawatan yang dipercepat dengan tidak mengurangi kuat tekan beton itu sendiri. Steam curing, merupakan metode perawatan dengan cara memberi uap dengan suhu tertentu pada beton. Dengan pemberian metode perawatan ini beton lebih cepat dilepaskan dari cetakannya sehingga produksi beton lebih tepenuhi dan memiliki kuat tekan awal yang tinggi pula. Umumnya hal ini terjadi pada produsen beton precast untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) nilai kuat tekan beton dengan perawatan metode steam, (2) suhu optimum yang diperlukan untuk mencapai nilai kuat tekan yang optimum sebelum usia 28 hari, (3) perbedaan kuat tekan awal beton terhadap variasi suhu Benda uji dalam penelitian ini berupa beton silinder dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Periode steam yang dilakukan pada beton setelah 2 jam penuangan benda uji dimasukkan dalam steam box dengan periode 1 menaikkan suhu menuju suhu konstan selama 0,5 jam, periode 2 memberikan suhu konstan selama 4 jam, dan periode 3 mulai menurunkan suhu selama 0,5 jam. Kuat tekan beton diuji dengan rentang usia 1, 3, 7, 14, dan 28 hari menggunakan mesin UTM (Universal Testing Machine). Hasil penelitian ini adalah: (1) nilai kuat tekan beton dengan variasi suhu 600C, 700C, 800C, dan D (tanpa steam) memiliki kuat tekan maksimum pada hari ke 28 secara berurutan sebesar 27,09 Mpa, 27,24 Mpa, 26,42 Mpa, dan 25,26 Mpa sesuai dengan kuat tekan rencana 25 Mpa, (2) suhu optimum untuk mencapai nilai kuat teka beton optimal sebelum 28 hari yaitu pada suhu 700C dengan kuat tekan optimum sebesar 26,90 Mpa, (3) kuat tekan awal beton terhadap variasi suhu yang diberikan tidak menampakkan perbedaan secara signifikan, didukung dengan hasil statistik yang menunjukkan bahwa H0 diterima. ABSTRAK Arcan, Monica. 2017. Experiment on Concrete Compression srength Cement Type II Treated With Steam. Mini Thesis. S1 Program Civil Engineering, Engineering Faculty, State University Of Malang. Advisors: (I) Drs. Ir. H. Sudomo, M.MT., (II) Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T. Kata Kunci: Strong Press, Portland Cement Type II, steam Curing. Many country of the current diverse types of concrete especially in precast concrete, in the development of the method of manufacture of concrete give precedence to quality which is currently widely used is concrete precast. One of the main ingredients in the concrete-forming is cement, not much known that Portland Cement type II has an excess of sulphate-resistant medium, so it is widely used PC types. To finish the problem that the need for concrete, concrete production required more quickly without compromising robust press and concrete as soon as possible to move to a location or field, therefore required an accelerated treatment method. Curing on concrete has influence on the properties of the concrete one of them against powerful press concrete. In the process it takes an accelerated treatment method with strong press does not reduce the concrete itself. Steam curing, is a method of treatment by giving steam with a certain temperature on the concrete. With the grant of this treatment method of concrete more quickly released from their molds so that more concrete production tepenuhi and have strong high initial press anyway. Generally this happens on concrete precast producers to meet increasing needs. The purpose of this research is to know the: (1) the value of strong concrete press treatment method of steam, (2) the optimum temperature required to achieve optimum value strong press before the age of 28 days, (3) the difference strong press early concrete against temperature variations. The test objects in this research in the form of concrete cylinders with a diameter of 7.5 cm high and 15 cm. The steam period performed on concrete pouring after 2 hours the test objects are included in the box with the steam period 1 raise the temperature leading to constant temperature during 0.5 hours, period 2 provide constant temperature for 4 hours, and period 3 begins to lower the temperature during 0.5 hours. Strong press concrete are tested with the age range of 1, 3, 7, 14, and 28 days using UTM (Universal Testing Machine). The results of this study are: (1) the value of strong press concrete with temperature variations 600C, 700C, 800C, and D (without steam) has a strong press maximum on day 28 in a sequence of 27.09 Mpa, Mpa, Mpa 27.24 26.42, and 25.26 Mpa in accordance with the strong press plans 25 Mpa, (2) the optimum temperature to achieve optimal value of strong concrete teka before 28 days, that is at a temperature of 700C with strong press optimum of 26.90 Mpa strong, (3) press the start of concrete against the given temperature variation not revealing differences significantly, supported by the results of the statistics shows that H0 is accepted.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Teknik Sipil
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 29 May 2017 04:29
Last Modified: 09 Sep 2017 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/45326

Actions (login required)

View Item View Item