Kuat tekan dinding pasangan batako dengan variasi waktu perendaman pada batako / Tajri Nashrulloh Abadi

Abadi, Tajri Nashrulloh (2016) Kuat tekan dinding pasangan batako dengan variasi waktu perendaman pada batako / Tajri Nashrulloh Abadi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Abadi, Tajri, Nashrulloh. 2016. Kuat Tekan Dinding Pasangan Batako dengan Variasi Waktu Perendaman pada Batako. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nindyawati, S.T., M.T., (II) Puput Risdanareni, S.T., M.T. Kata Kunci:Batako, Mortar, Dinding, Kuat Tekan, Perendaman Dinding merupakan bagian dari elemen bangunan yang berbentuk vertical dan memanjang yang berfungsi sebagai pembatas ruangan dan pemikul beban.Pada umumnya bahan utama pembuatan dinding menggunakan batu alam, papan, bata merah, bata ringan, dan batako.Batako dapat digunakan sebagai alternatif pengganti bata merah pada pekerjaan pasangan dinding, dikarenakan batako lebih memiliki beberapa keuntungan, antara lain yaitu dapat mengurangi kebutuhan material per luasan dinding, menghemat mortar dan semen, menghemat waktu dan mempercepat pekerjaan yang berkontribusi pada tingkat efisiensi biaya. Berdasarkan fakta-fakta di lapangan, banyak dijumpai dinding pasangan batako yang sering mengalami kondisi retak-retak.Kondisi tersebut diperkirakan disebabkan oleh berkurangnya kandungan air mortar karena terserap oleh batako. Berkurangnya kandungan air mortar akan berdampak pada turunnya kekuatan mortar, sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan perbedaan kekuatan antara batako dengan mortar yang dapat berakibat pada berkurangnya tingkat kestabilan konstruksi dinding.Maka dari itu, batako yang digunakan sebagai bahan pengisi dinding perlu dilakukan variasi waktu perendaman, agar tidak dapat menyerap kandungan air mortar.Dalam penelitian ini variasi waktu perendaman yang digunakan adalah tidak direndam (0 menit), dicelup sepintas (??5 detik), direndam (4 menit), dan direndam (8 menit). Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan metode analisis deskriptif.Penelitian-penelitian yang dilakukan mencakup pengukuran benda uji batako, pengujian kuat tekan batako, pengujian penyerapan air batako, pengujian kuat tekan mortar, pengujian kuat tekan dinding pasangan batako. Berdasarkan hasil dari pengujian kuat tekan dinding pasangan batako, didapatkan nilai kuat tekan rata-rata dinding pasangan batako yang dalam pengerjaannya tetap berada pada kondisi kering tidak direndam air, didapatkan sebesar 13,920 kg/cm2.Dinding pasangan batako yang dalam pengerjaannya dicelupkan sepintas ke dalam air selama ?? 5 detik, didapatkan sebesar 16,887 kg/cm2.Dinding pasangan batako yang dalam pengerjaannya direndam ke dalam air selama 4 menit, didapatkan sebesar 17,240 kg/cm2.Sedangkandinding pasangan batako yang dalam pengerjaannya direndam ke dalam air selama 8 menit, didapatkan sebesar 16,873 kg/cm2. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai kuat tekan rata-rata tertinggi berada pada variasi Pasangan Batako C yang merupakan dinding pasangan batako yang dalam pengerjaannya direndam ke dalam air selama 4 menit, sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi waktu perendaman yang paling optimum adalah dengan melakukan perendaman selama 4 menit.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Teknik Sipil
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 15 Aug 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/45258

Actions (login required)

View Item View Item