Pengaruh penempatan letak baut terhadap kuat tarik pada sambungan profil siku / Krisna Iman Prasetya

Prasetya, Krisna Iman (2019) Pengaruh penempatan letak baut terhadap kuat tarik pada sambungan profil siku / Krisna Iman Prasetya. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Prasetya, Krisna Iman. 2018. Pengaruh Penempatan Letak Baut Terhadap Kuat Tarik Pada Sambungan Profil Siku. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T. (2) Drs. Eko Suwarno, M.Pd. Kata kunci: Penempatan Letak Baut, Kuat Tarik, Sambungan Profil Siku Di dalam konstruksi jembatan rangka baja terdapat titik simpul yang menyambungkan antar batang, disitulah tempat gaya luar bekerja. Diantara elemen penyusun rangka, salah satu profil yang sering digunakan adalah profil siku. Profil siku memiliki keistimewaan dibanding profil yang lain yakni letak baut yang sudah ditentukan dalam tabel konstruksi baja yang dilambangkan dengan huruf ÔÇ£wÔÇØ. Namun tidak ada teori yang menjelaskan apakah letak baut harus pada ÔÇ£wÔÇØ atau tidak. Sebab jika letak baut dipindah di tengah profil siku, jarak baut terluar masih memenuhi syarat yang berlaku. Hal ini menyebabkan adanya kemungkinan letak baut berpindah karena masih ada toleransi peletakan baut yang masih dalam batas minimum atau maksimum jarak baut. Penelitian ini menggunakan referensi dari beberapa penelitian terdahulu salah satunya penelitian dari Alif Widyanata mengenai Uji Tarik Sambungan pada Profil Siku dengan Menggunakan Alat Sambung Baut dan Las. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen untuk mengetahui seberapa besar kuat tarik sambungan profil siku dengan letak baut di ÔÇ£wÔÇØ dan di tengah. Bagaimana perbedaan kuat tarik antara sambungan profil siku dengan letak baut di ÔÇ£wÔÇØ dan di tengah. Dan bagaimana perilaku keruntuhan setelah dilakukan pengujian tarik. Hasil pengujian kuat tarik maksimum rata-rata dari sambungan profil siku dengan letak baut di ÔÇ£wÔÇØ yaitu sebesar 17,71 ton sedangkan sambungan baut dengan letak baut di tengah yaitu sebesar 17,55 ton. Untuk perbedaan prosentase hubungan kekuatan tarik pada sambungan baut di ÔÇ£wÔÇØ lebih besar dari pada sambungan baut di tengah sebesar 0,16 ton atau sebesar 0,9%. Dan perilaku keruntuhan secara umum terjadi pada baut yang mengalami putus dan distorsi, juga pelat penyambung yang mengalami perpanjangan/pelebaran pada lubang sambungan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 04 Jan 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/44476

Actions (login required)

View Item View Item