Perbandingan kekuatan sambungan kayu berpelat sisi baja dengan berpelat sisi selimar (lumber) dalam menahan gaya aksial / Bayu Eko Pradana

Pradana, Bayu Eko (2016) Perbandingan kekuatan sambungan kayu berpelat sisi baja dengan berpelat sisi selimar (lumber) dalam menahan gaya aksial / Bayu Eko Pradana. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pradana, Bayu Eko. 2016. Perbandingan Kekuatan Sambungan Kayu Berpelat Sisi Baja dengan Berpelat Sisi Selimar (lumber) dalam Menahan Gaya Aksial. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Karyadi, S.Pd., M.P., M.T (II) Drs. Eko Suwarno, M.Ed., M.Pd. Kata kunci : pelat baja, selimar (lumber), paku, gaya aksial, sesaran. Bentuk struktur bangunan menuntut adanya sambungan kayu. Salah satu sambungan kayu yaitu sambungan double shear. Material yang dapat digunakan sebagai sambungan double shear pada kayu yaitu pelat baja dan papan kayu/selimar. Oleh karena itu, penelitian ini menguji perbandingan sambungan kayu berpelat sisi baja dan berpelat sisi selimar (lumber) dengan alat sambung paku. Kayu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu kamper. Kayu kamper merupakan salah satu bahan konstruksi yang beredar dipasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui kekuatan dan sesaran sambungan kayu double shear dalam menahan gaya aksial. Penelitian ini sesuai persyaratan sesaran yang telah ditetapkan wood hand book, Standart Australia dan PKKI. Metode yang digunakan berupa uji laboratorium dengan membandingkan hasil perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan gaya aksial maksimum sambungan kayu berpelat sisi baja sebesar 2.796,33 kg pada sesaran 8,12 mm, sedangkan sambungan kayu berpelat sisi selimar (lumber) sebesar 2.327,05 kg pada sesaran 14,13 mm. Kekuatan sambungan kayu pada sesaran yang disyaratkan sesuai peraturan wood hand book pada sambungan kayu berpelat sisi baja sebesar 965 kg, 1.198,80 kg, 1.468,20 kg, dan sesaran 5,00 mm sebesar 2.408,40 kg. Pada sambungan kayu berpelat sisi selimar (lumber) sebesar 714,60 kg, 842 kg, 981,40 kg, dan sesaran 5,00 mm sebesar 1.532,4 kg. Perbedaan kekuatan sambungan kayu kedua kelompok benda uji mengambil hasil pengujian dengan perhitungan yang disyaratkan oleh PKKI. Sesaran 1,50 mm dan sesaran yang dianggap sambungan mengalami kerusakan yaitu 5,00 mm. Pada sambungan kayu berpelat sisi baja sesaran 1,50 mm, selisih hasil pengujian 468,20 kg dengan hasil perhitungan 1.608 kg sebesar 8,69% lebih besar hasil perhitungan dan sesaran 5,00 mm, selisih hasil pengujian 2.408,40 kg dengan hasil perhitungan 1.608 kg sebesar 49,78% lebih besar hasil pengujian. Pada sambungan kayu berpelat sisi selimar (lumber) sesaran 1,50 mm, selisih hasil pengujian 981,40 kg dengan hasil perhitungan 1.608 kg sebesar 38,97 % dan sesaran 5,00 mm, selisih hasil pengujian 1.532 kg dengan hasil perhitungan 1.608 kg sebesar 4,70 %. Persentase selisih sesaran 1,50 mm dan sesaran 5,00 mm berpelat sisi selimar (lumber) sama-sama lebih besar hasil perhitungan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Aug 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/44239

Actions (login required)

View Item View Item