Rekayasa sambungan purus dengan perkuatan baut terhadap kekuatan lentur untuk mebel bambu cendani / Ervan Djunaidi

Djunaidi, Ervan (2016) Rekayasa sambungan purus dengan perkuatan baut terhadap kekuatan lentur untuk mebel bambu cendani / Ervan Djunaidi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Djunaidi, Ervan. 2016. Rekayasa Sambungan Purus dengan Perkuatan Baut terhadap Kekuatan Lentur untuk Mebel Bambu Cendani. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Karyadi, S.Pd., M.P., M.T. (II) Drs. Eko Suwarno, M.Ed., M.Pd. Kata Kunci: kekuatan dan lendutan, sambungan purus, perkuatan baut ada dan tanpa ring, dan bambu ada (nodia) dan tanpa nodia (internodia). Bambu cendani (Phyllostachys Aurea A. & Ch. Riviera) merupakan salah satu bambu yang sering digunakan dalam pembuatan produk mebel/furniture oleh pengusaha kerajinan bambu. Dalam penelitian ini menggunakan sambungan purus. Penelitian yang dilakukan (Nugraha, 2012) dan (Abad, 2015) sama ÔÇô sama mengetahui tegangan geser sambungan bambu yang di uji tarik. Belum ada pengujian lentur pada bambu cendani dan uji lentur pada sambungan mebel amat penting untuk mengetahui kekuatan dan lendutan bambu. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) kekuatan dan lendutan sambungan purus dengan baut ada ring pada (nodia); (2) kekuatan dan lendutan sambungan purus dengan baut tanpa ring pada (nodia); (3) kekuatan dan lendutan sambungan purus dengan baut ada ring pada (internodia); (4) kekuatan dan lendutan sambungan purus dengan baut tanpa ring pada (internodia); (5) perbedaan kekuatan sambungan purus dengan baut ada dan tanpa ring, sambungan purus dengan baut pada bambu ada dan tanpa nodia dan antara ring-nodia. Dalam penelitian ini menggunakan analisis variasi dua jalur yaitu ANOVA dua jalur untuk menguji hipotesis dengan bantuan aplikasi SPSS versi 16, dengan taraf signifikansi 0,05. Tujuannya untuk mengetahui perbedaan kekuatan sambungan purus dengan baut ada dan tanpa ring, sambungan purus dengan baut pada bambu ada dan tanpa nodia dan antara ring-nodia. Hasil penelitian ini menunjukan : (1) kekuatan sambungan dan lendutan pada baut ÔÇô dengan ring pada nodia bambu. Masing ÔÇô masing 24,75 kg - 28,58 kg dan lendutan 2,70 cm - 3,21 cm, (2) kekuatan sambungan dan lendutan pada baut ÔÇô tanpa ring pada nodia bambu. Masing ÔÇô masing 22,50 kg - 36,90 kg dan lendutan 2,64 cm - 3,23 cm, (3) kekuatan sambungan dan lendutan pada baut ÔÇô dengan ring pada internodia bambu. Masing ÔÇô masing 49,50 kg - 63,68 kg dan lendutan 3,00 cm - 4,14 cm, (4) kekuatan sambungan dan lendutan pada baut ÔÇô tanpa ring pada internodia bambu. Masing ÔÇô masing 63,23 kg - 68,63 kg dan lendutan 2,19 cm - 3,69 cm. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa : (1) sambungan purus - baut dengan dan tanpa ring tidak berpengaruh terhadap kekuatan sambungan, (2) Sambungan purus - baut pada nodia dan internodia bambu tidak berpengaruh terhadap kekuatan sambungan., (3) Tidak ada hubungan antara ring dengan nodia dan antara nodia dengan ring, ring dan nodia berdiri sendiri.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Aug 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/44236

Actions (login required)

View Item View Item