Waktu efektif perfendaman bambu ori hingga mencapai kuat tekan maksimum / Alank Sukma Penggalih

Penggalih, Alank Sukma (2016) Waktu efektif perfendaman bambu ori hingga mencapai kuat tekan maksimum / Alank Sukma Penggalih. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Penggalih, Alank Sukma. 2015. Waktu Efektif Perendaman Bambu Ori Hingga Mencapai Kuat Tekan Maksimum. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. B. Sri Umniati, M.T (II) Drs. Heru Muryanto. Kata Kunci: Waktu perendaman, bambu ori, kuat tekan. Bambu telah digunakan sebagai bahan konstruksi, tetapi bambu tergeserkan dengan kayu yang memiliki kekuatan yang lebih dibandingkan dengan kekuatan yang dimiliki bambu. Biasanya di pedesaan, bambu yang akan digunakan pada konstruksi bangunan sebelumnya dilakukan pengawetan dengan cara direndam. Masyarakat pedesaan tidak memiliki acuan yang tepat tentang waktu yang dibutuhkan selama proses perendaman bambu. Bambu yang telah mengeluarkan aroma tidak sedap, dianggap telah kuat atau layak digunakan sebagai bahan bangunan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui waktu perendaman efektif bambu ori mencapai kuat tekan maksimum dengan waktu perendaman 2 bulan dengan cara perendaman pada air mengalir. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Data penelitian ini berupa hasil kuat tekan, kadar air, berat jenis. Analisis data penelitian ini menggunkan mini tab Anova One Way Unstaked. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh 5 kesimpulan. Pertama, kadar air rata-rata Bambu Ori (Bambussa blumeana) dengan nodia sebelum perendaman berkisar antara 26,88-28,66 %, setelah perendaman memiliki kadar air 14,85-16,75 % dengan penurunan antara 11,91-12,03 % . Sedangkan kadar air Bambu Ori (Bambussa blumeana ) tanpa nodia sebelum perendaman berkisar antara 26,90-28,09 %, setelah perendaman kadar air antara 13,48-16,88 % dengan penurunan antara 11,21-13,42%. Kedua, berat jenis rata-rata Bambu Ori (Bambussa blumeana) dengan nodia sebelum perendaman berkisar antara 0,53-0,81 gr/cm3, setelah perendaman memiliki kadar air 0,46-0,70 gr/cm3 dengan penurunan 0,07-0,11gr/cm3 atau 7-11%. Sedangkan berat jenis Bambu Ori (Bambussa blumeana) tanpa nodia sebelum perendaman berkisar antara 0,71-0,78 gr/cm3, setelah perendaman berat jenis antara 0,62-0,67 gr/cm3. Penurunan berat jenis sebelum dan sesudah perendaman adalah 0,09-0,11 gr/cm3 atau 9-11%. Ketiga, kuat tekan bambu ori tanpa nodia terhadap lama perendaman menggunakan trendline polynomial, nilai R2 yang mendekati 1 berada pada pangkat 6 dengan nilai R2 = 0,9147. Sedangkan kuat tekan bambu ori dengan nodia terhadap lama perendaman dihitung menggunakan trendline polynomial, nilai R2 yang mendekati 1 berada pada pangkat 5 pada nilai R2 = 0,8864. Keempat, lama perendaman tidak mempengaruhi terhadap kuat tekan, berat jenis dan kadar air bambu ori. Kelima, waktu perendaman ideal untuk mencapai kuat tekan optimum bambu ori (Bambussa blumeana) dengan nodia adalah pada minggu ke 8, sedangkan pada Bambu Ori (Bambussa blumeana) tanpa nodia pada minggu ke 3.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jan 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/44179

Actions (login required)

View Item View Item