Hasil pengkuran beda tin gkat tanah antara penyipat datar dan theodolit / Cristian Monttering

Monttering, Cristian (2012) Hasil pengkuran beda tin gkat tanah antara penyipat datar dan theodolit / Cristian Monttering. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata Kunci: Pengukuran Beda Tinggi Tanah, Penyipat datar, Theodolit. Penentuan beda tinggi tanah merupakan suatu hal penting karena kegiatan pengukuran beda tinggi tanah merupakan dasar dari proses pengukuran suatu lahan untuk mengetahui tinggi rendahnya suatu lahan. Pengukuran beda tinggi tanah salah satu kegunaannya dapat digunakan sebagai dasar untuk berbagai keperluan perhitungan lanjutan seperti pembuatan kontur, perataan tanah, perhitungan volume tanah dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini mengetahui rata-rata kesalahan hasil pengukuran beda tinggi tanah dengan menggunakan pesawat penyipat datar, mengetahui rata-rata kesalahan hasil pengukuran beda tinggi tanah dengan menggunakan theodolit, mengetahui perbedaan rata-rata kesalahan hasil pengukuran beda tinggi tanah antara penyipat datar dan theodolit. Data yang digunakan merupakan hasil pengukuran beda tinggi tanah, yang diambil di lokasi Universitas Negeri Malang pada tanggal 4 Juli 2012. Pengukuran yang dilakukan pengukuran beda tinggi tanah antara 2 titik. Analisa hasil yang digunakan adalah Uji T menggunakan Independent Test. sebelum dilakukan uji T terlebih dahulu dilakukan uji Homogenitas dengan jumlah hasil pengukuran sebanyak 62 kali. Hasil Penelitian ini Hasil rata-rata kesalahan pengukuran beda tinggi tanah dengan menggunakan pesawat penyipat datar didapat nilai kesalahan sebesar 0,0052 mm. Hasil rata-rata kesalahan pengukuran beda tinggi tanah dengan menggunakan theodolit didapat nilai kesalahan yang cukup besar dengan nilai sebesar 0,0106 mm. Pengukuran beda tinggi tanah dengan menggunakan pesawat penyipat datar terdapat perbedaan yang signifikan dengan ketelitian hasil pada pesawat penyipat datar yang lebih akurat karena rata-rata kesalahan pesawat penyipat datar lebih kecil dari rata-rata kesalahan dengan menggunakan theodolit. Dari hasil yang didapat, disarankan kepada para juru ukur, mahasiswa jurusan teknik sipil agar hendaknya memilih alat yang sesuai dengan tingkat kemiringan pada saat pengukuran beda tinggi tanah. Jika pengukuran dilakukan pada tanah yang datar maka lebih baik pengukuran beda tinggi tanah menggunakan pesawat penyipat datar dan jika pengukuran dilakukan pada lokasi yang curam lebih baik menggunakan theodolit.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 31 Aug 2012 04:29
Last Modified: 09 Sep 2012 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/43987

Actions (login required)

View Item View Item