Permodelan pemilihan moda untuk perjalanan menuju sekolah dengan menggunakan sepeda motor dan angkutan kota (studi kasus : pelajar tingkat SMA di kota Pasuruan / Sefrin Erlianto

Erlianto, Sefrin (2011) Permodelan pemilihan moda untuk perjalanan menuju sekolah dengan menggunakan sepeda motor dan angkutan kota (studi kasus : pelajar tingkat SMA di kota Pasuruan / Sefrin Erlianto. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci: pemilihan moda, angkutan, siswa SMA. Pemilihan moda transportasi dipengaruhi antara lain oleh banyak faktor, meliputi tingkat keamanan dan kenyamanan yang ditawarkan, ketepatan waktu, biaya perjalanan yang dikeluarkan, ketersediaan kendaraan, dan lain-lain. Banyaknya SMA di Kota Pasuruan, berbanding lurus dengan jumlah siswanya. Seperti diketahui bahwa pada usia setingkat pelajar SMA telah memenuhi syarat untuk memperoleh SIM, sehingga memiliki kebebasan dalam menentukan moda transportasi yang akan digunakan. Akan tetapi penggunaan pemilihan moda tersebut paling banyak adalah pada moda sepeda motor dan angkutan kota. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mengetahui karakteristik pengguna moda transportasi terhadap pemilihan jenis moda angkutan ke sekolah (pelajar SMA) di Kota Pasuruan., (2) Mendapatkan model pemilihan moda angkutan sekolah (pelajar SMA) antara angkutan kota dan sepeda motor di Kota Pasuruan. Pengumpulan data menggunakan angket dengan metode sampling kepada siswa 3 sekolah yang ditetapkan dengan pengambilan per sekolah 10% dari jumlah populasi, maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 183 siswa. Sedangkan analisisnya menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat responden berjenis kelamin laki-laki 60,66%, berusia 19 tahun 52,46%, memiliki ayah sebagai pegawai swasta 54,6%, memiliki ibu sebagai pegawai swasta 28,4%, mempunyai orang tua dengan penghasilan Rp. 2.000.001,00 ÔÇô Rp. 3.000.000,00 sebanyak 77,6%, memiliki 2 saudara 71,6%, memiliki motor 71%, tidak memiliki SIM 80,9%, menempuh jarak perjalanan > 7,5 km 36,1%. membutuhkan waktu perjalanan > 25 menit 42,1%, membutuhkan biaya antara Rp. 2.001,00 ÔÇô Rp. 3.000,00 sebanyak 38,3 %, menggunakan sepeda motor 71,6 %, sedangkan untuk faktor pemilihan moda responden memilih alasan biaya yang lebih murah 48,6%, tepat waktu berangkat dan tiba 29%, dan waktu perjalanan singkat 22,4 %. Hasil analisis model pemilihan moda untuk angkutan sekolah antara sepeda motor dan angkutan kota adalah sebagai berikut: U SM ÔÇô AK = -8,225 + 5,955 MILIK + 3,201 AYAH + 2,083 GAJI + 1,714 JARAK + 2,610 LAMA Pada model utilitas tersebut bisa diketahui bahwa ada lima variabel yang mempengaruhi responden dalam memilih moda yaitu variabel kepemilikan kendaraan (MILIK), pekerjaan Ayah (AYAH), penghasil (GAJI), jarak tempuh (JARAK) dan lama perjalanan (LAMA).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 05 Oct 2011 04:29
Last Modified: 09 Sep 2011 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/43932

Actions (login required)

View Item View Item