Kajian kapasitas dan kekuatan lentur balok I (I-joist) dari kayu sengon dengan perkuatan lentur berbahan bambu petung / Andi Rubiantoro

Rubiantoro, Andi (2011) Kajian kapasitas dan kekuatan lentur balok I (I-joist) dari kayu sengon dengan perkuatan lentur berbahan bambu petung / Andi Rubiantoro. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci: kapasitas lentur, kuat lentur, balok I (I joist) Widianto (2010) telah melakukan penelitian untuk membuktikan bahwa balok berpenampang I (I-Joist) lebih kuat dari pada balok konvensional berpenampang persegi dengan jenis bahan kayu sengon dan volume bahan yang sama. Penelitian yang telah dilakukan Widianto (2010) masih dapat dikembangkan lebih jauh untuk meningkatkan kapasitas lentur balok I (I-Joist). Kayu sengon dengan nilai kuat lentur rata-rata sebesar 475,17 kg/cm2 (Kasmudjo, 1995) dan sebesar 475,88 kg/cm2 (Karyadi dan Suwarno, 2006), penambahan perkuatan menggunakan bahan dengan nilai kuat lentur yang lebih tinggi dari kayu sengon, seperti bambu petung, yang menurut Eratodi (2008) memiliki kuat lentur sebesar 117.986 kg/cm2, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas lentur balok I (I-Joist). Tentu saja penambahan perkuatan lentur tersebut akan diikuti dengan bertambahnya biaya, waktu serta tenaga yang dibutuhkan dalam proses pembuatan balok I (I-Joist). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Pengumpulan data berkenaan dengan nilai beban terpusat P sebagai parameter kapasitas lentur dan lendutan balok I (I-Joist) dari bahan papan kayu sengon dengan perkuatan lentur maupun tanpa perkuatan lentur dari bahan bilah bambu petung. Pengadaan dan persiapan bahan penyusun bambu petung dan kayu sengon dilakukan di Desa Supiturang, Karangploso. Sedangkan pelaksanaan eksperimen mulai dari pembuatan benda uji sampai dengan mengumpulkan data dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Negeri Malang. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai kapasitas lentur dan kuat lentur balok I (I -Joist), sedangkan variabel bebasnya adalah bentuk penampang balok. Hasil penelitian menunjukkan (1) penambahan perkuatan lentur dari bahan bilah bambu petung tidak efisien karena perbandingan antara persentase rata-rata tegangan lentur bambu petung yang telah diaplikasikan sebagai bahan perkuatan lentur pada benda uji balok I (I-Joist), sebesar 0,747 % dari tegangan lentur ultimit (MOR) rata-rata bambu petung, dengan persentase rata-rata tegangan lentur kayu sengon yang telah diaplikasikan menjadi sebuah bentuk benda uji balok I (I-Joist), sebesar 3,973 % dari tegangan lentur ultimit (MOR) rata-rata kayu sengon, menghasilkan selisih perbandingan yang cukup besar, yaitu 3,226 %. (2) Tidak terpenuhinya beban P hasil perhitungan analitis oleh beban P hasil eksperimen menghasilkan nilai faktor reduksi. Rerata faktor reduksi terhadap beban P hasil perhitungan analitis untuk keseluruhan benda uji tanpa perkuatan lentur adalah 0,549. Sedangkan rerata faktor reduksi terhadap beban P hasil perhitungan analitis untuk keseluruhan benda uji dengan perkuatan lentur adalah 0,865. Adanya faktor reduksi tersebut disebabkan asumsi benda uji bekerja secara monolit sempurna tidak dapat diaplikasikan pada benda uji yang sesungguhnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 25 Aug 2011 04:29
Last Modified: 09 Sep 2011 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/43920

Actions (login required)

View Item View Item