Meningkatkan kuat geser balok laminasi bambu petung dan kayu sengon melalui perbaikan permukaan rekatan / Nuril Huda

Huda, Nuril (2011) Meningkatkan kuat geser balok laminasi bambu petung dan kayu sengon melalui perbaikan permukaan rekatan / Nuril Huda. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci: bambu petung, kayu sengon, laminasi, kuat geser. Kebutuhan kayu untuk konstruksi semakin meningkat dengan meningkatnya jumlah penduduk. Teknologi yang digunakan guna mendukung kayu sebagai bahan konstruksi adalah dengan laminasi. Laminasi (glulam) adalah gabungan dari satu macam bahan ataupun lebih dimana bahan tersebut dibuat menjadi lapisan-lapisan yang relatif tipis yang direkatkan satu sama lain sehingga membentuk dimensi yang lebih besar. Pada penelitian terdahulu balok laminasi dengan rasio 75 persen mengalami kerusakan geser, yang artinya bahwa balok laminasi tersebut masih bisa ditingkatkan lagi kekuatannya dengan melakukan perbaikan permukaan rekatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beda nilai beban geser antara balok laminasi yang diperbaiki permukaan rekatannya dengan balok laminasi yang tidak diperbaiki permukaan rekatannya. Benda uji dalam penelitian ini adalah balok laminasi dari bambu petung dan kayu sengon dengan rasio bambu petung dan kayu sengon sebesar 3 : 1, berdimensi 6 cm x 8 cm x 150 cm. benda uji dibagi menjadi dua, kelompok control dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol adalah balok laminasi tanpa perbaikan permukaan rekatan (tanpa diketam mesin dan tanpa digurat) sedangkan kelompok eksperimen adalah balok laminasi dengan perbaikan permukaan rekatan (diketam dengan ketam mesin dan digurat dengan jarak 1 cm). Penelitian dilakukan di Laboratorium Struktur Teknik Sipil Fakultas Teknik Univesitas Negeri Malang, tanggal 23 Agustus 2010 sampai dengan 23 Oktober 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap balok laminasi kelompok kontrol dan balok laminasi kelompok eksperimen didapatkan bahwa nilai rerata beban maksimum balok laminasi kelompok eksperimen sebesar 881,13 kg, lebih besar dibandingkan dengan nilai rerata beban maksimum balok laminasi kelompok kontrol sebesar 501,63 kg. Sedangkan nilai tegangan geser rerata balok laminasi kelompok eksperimen 25,70 kg/cm2 lebih besar dibanding tegangan geser kelompok kontrol 14,14 kg/cm2. Selisih nilai rerata beban maksimum balok eksperimen dengan balok kontrol sebesar 379,5 kg atau meningkat sebesar 43,07% dan selisih tegangan geser rerata antara balok laminasi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah sebesar 11,56 kg/cm2 atau meningkat sebesar 44,97%. Saran terhadap penelitian lanjutan adalah untuk meneliti kekuatan lentur dan atau kekakuan dari balok laminasi yang diberi guratan, menggunakan kayu sengon yang bebas dari cacat kayu sehingga didapatkan hasil yang maksimum dan hendaknya memakai alat klem yang dapat member tekanan yang sama besar nilainya pada saat pengekleman pembuatan benda uji.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 15 Aug 2011 04:29
Last Modified: 09 Sep 2011 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/43918

Actions (login required)

View Item View Item