Kesiapan sarana prasarana dalam menuju sekolah rujukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendfidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2008 (studi kasus di SMK Negeri 3 Boyolangu) / Ulfian Asifa' Aminulloh

Aminulloh, Ulfian Asifa' (2018) Kesiapan sarana prasarana dalam menuju sekolah rujukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendfidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2008 (studi kasus di SMK Negeri 3 Boyolangu) / Ulfian Asifa' Aminulloh. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Aminulloh, Ulfian AsifaÔÇÖ. 2017. Kesiapan Sarana Prasarana dalam Menuju Sekolah Rujukan Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2008 (Study Kasus di SMK Negeri 3 Boyolangu). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yoto, S.T, M.M, M.Pd., (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: Sarana Prasarana, Permendiknas No. 40 Tahun 2008, SMK Rujukan SMK Rujukan dibentuk dengan tujuan pemerataan pendidikan dan peningkatan mutu lulusan SMK secara keseluruhan. SMK Rujukan ini nantinya akan menjadi sekolah induk (aliansi) bagi 3 atau 4 SMK sejenis yang skalanya lebih kecil yang lokasinya tidak berjauhan di suatu daerah. SMK aliansi tersebut dapat memanfaatkan fasilitas maupun sumberdaya yang terdapat di SMK rujukannya. Salah satu persyaratan SMK agar dapat ditunjuk sebagai SMK rujukan adalah adanya sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana yang memadai tersebut harus memenuhi ketentuan minimum yang ditetapkan dalam standar sarana dan prasarana. Standar sarana dan prasarana ini mencakup: (1) kriteria minimum sarana yang terdiri dari perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah, dan (2) kriteria minimum prasarana yang terdiri dari lahan, bangunan, ruang-ruang, dan instalasi daya dan jasa yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah. Untuk mendukung hal tersebut tentu SMK Rujukan membutuhkan bengkel kerja produktif standar, bengkel kerja yang smart (cerdas), tempat uji kompetensi, fasilitas kegiatan bersama bagi siswa dan guru pada bidang seni, olahraga dan sebagainya serta memiliki teaching factory (pabrik) dan sumber belajar (perpustakaan). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan empat hal yang terkait dengan ketersediaan sarana prasarana yang ada di jurusan Teknik Permesinan dan Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 3 Boyolangu serta kendala dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kesiapan adalah suatu kondisi atau keadaan yang ada pada seseorang atau suatu lembaga untuk mempersiapkan diri baik secara mental, maupun fisik untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sarana pendidikan adalah semua kelengkapan atau fasilitas di sekolah yang secara langsung digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah, seperti: meja, kursi, buku, dan papan tulis. Prasarana pendidikan adalah semua kelengkapan atau fasilitas pendukung di sekolah yang secara tidak langsung menunjang proses belajar mengajar di sekolah, seperti: ruang perpustakaan, kantin, koperasi, kamar mandi, gudang, lapangan olahraga dan tempat parkir kendaraan. SMK adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menye-lenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah. Sekolah rujukan adalah satuan pendidikan yang telah terakreditasi A, mengembangkan ekosistem pendidikan, budaya mutu, penumpuhan budi pekerti yang dapat dirujuk sebagai contoh bagi sekolah-sekolah lain. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian dipilih berdasarkan purposif sampling, yaitu (1) Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana prasarana, (2) Kepala Paket Keahlian Teknik Permesinan, (3) Kepala Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan, (4) Kepala Bengkel Teknik Permesinan (5) Juru Bengkel Teknik Kendaraan Ringan. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi (triangulation) dari segi sumber data dan metode pengambilan data. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Kondisi ketersediaan sarana prasarana pada teknik permesinan SMK Negeri 3 Boyolangu sudah sesuai dengan standar yang ditentukanvi Permendiknas No. 40 Tahun 2008; (2) Kondisi ketersediaan sarana prasarana pada teknik kendaraan ringan SMK Negeri 3 Boyolangu sudah sesuai dengan standar yang ditentukan Permendiknas No. 40 Tahun 2008; (3) Kendala yang dihadapi oleh sekolah dalam melengkapi sarana dan prasarana pada bengkel teknik pemesinan dan teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 3 Boyolangu. Kendala yang paling mencolok yaitu sarana yang berupa mesin-mesin pada teknik permesinan yang harus ditambah lagi jumlahnya agar dalam kegiatan praktik tersebut siswa maupun guru bisa maksimal. Kendala yang ada dibengkel Teknik Kendaraan yang paling utama dari segi anggaran yang terbatas sehingga untuk Teknik Kendaraan Ringan tersebut harus bekerjasama dengan perusahaan atau industri-industri otomotif supaya melengkapi ketersediaan sarana prasarana di Teknik Kendaraan Ringan; (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan sarana prasarana dalam menuju sekolah rujukan meliputi faktor pendukung seperti kualitas SDM yang dimiliki ituy sendiri dan bantuan dari industri. Kemudian faktor penghambat seperti sering terlambatnya anggaran sehingga mempengaruhi proses perbaikan maupun perawatan mesin-mesin yang digunakan untuk praktik, yang kedua masalah pengadaan mesin ataupun trainer yang mesih perlu ditambah, dan yang selanjutnya yaitu masalah luas lahan untuk menampung siswa siswi yang ingin belajar di SMK Negeri 3 Boyolangu sebagai sekolah rujukan. Berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian yang dilakukan oleh peneliti melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap keberadaan atau ketersediaan kondisi sarana dan prasarana praktik pada bengkel teknik pemesinan dan teknik kendaraan ringan sudah cukup sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh meteri pendidikan nasional nomor 40 tahun 2008. Sebagai sekolah rujukan SMK Negeri 3 Boyolangu sebaiknya melakukan pembangunan guna menambah luas ruang bengkel teknik pemesinan, serta memberikan pembatas untuk ruang bengkel teknik kendaraan ringan sehingga area kerja kendaraan ringan dapat disendirikan, juga menambah sarana berupa mesin praktik di teknik permesinan serta memperbarui trainer atau mesin praktik di teknik kerndaraan ringan karena teknologi otomotif akan semakin berkembang dari yang sebelumnya konvesional menjadi lebih modern.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Otomotif
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 26 Jan 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/43526

Actions (login required)

View Item View Item