Analisis permeabilitas dan sifat mekanik pasir cetak menggunakan bahan campuran kulit kerang simping (Placuna placenta) pada sand casting / Zakaria Bagus Aminanta

Aminanta, Zakaria Bagus (2018) Analisis permeabilitas dan sifat mekanik pasir cetak menggunakan bahan campuran kulit kerang simping (Placuna placenta) pada sand casting / Zakaria Bagus Aminanta. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Aminanta, Zakaria Bagus. 2018. Analisis Permeabilitas dan Sifat Mekanik Cetakan Pasir Menggunakan Bahan Campuran Kulit Kerang (Placuna Placenta) pada Sand Casting. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D., Kata Kunci: Sifat mekanik, Permeabilitas, Cetakan pasir, Kulit Kerang (Placuna Placenta). Pengecoran logam merupakan suatu proses manukfaktur dengan cara meleburkan logam sampai berbentuk cair kemudian dituangkan kedalam cetakan. Sehingga pada sistem dan proses pengecoran tidak terlepas dari cetakan. Pencampuran pasir cetak merupakan hal penting dalam proses pengecoran logam, hal ini dikarenakan komposisi bahan ÔÇô bahan yang terdapat dalam pasir cetak akan mempengaruhi daya ikat pada pasir. Kulit kerang simping digunakan sebagai campuran bentonit karena memiliki kandungan kalsium tinggi yaitu sebesar 98,20%. Tujuannya dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik dengan melakukan pengujian tarik, pengujian tekan dan pengujian geser, selain melakukan pengujian sifat mekanik penelitian ini juga melakukan pengujian permeabilitas. Penelitian ini juga memiliki tujuan lain supaya kulit kerang simping (Placuna Placenta) dapat digunakan sebagai bahan campuran pengikat bentonit pada pembuatan pasir cetak supaya penggunaan bentonit itu sendiri berkurang tetapi menghasilkan hasil cetakan yang baik. Rancangan dari penelitian ini menggunakan metode Pre ÔÇô experimental dengan model One ÔÇô Shot Case Study. Di mana sekelompok sampel diberi sebuah perlakuan dan selanjutnya dan selanjutnya menganalisis hasilnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada pasir kering dan pasir basah didapatkan hasil terbaik oleh sempel nomer 3 kulit kerang 11%, dari pengujian tarik pada kondisi basah didapatkan hasil hanya 0,06 Kg/Cm2 lalu meningkat pada pengujian pada pasir kering menjadi 0,015 Kg/Cm2 , pada pengujian tekan pasir basah didapat hasil 0,50 Kg/Cm2 lalu meningkat pada pengujian pasir kering menjadi 2,91 Kg/Cm2 , lalu untuk pengujian geser yang dilakukan pada pasir basah didapatkan hasil 0,22 Kg/Cm2 lalu meningkat hasilnya pada pengujian pasir kering menjadi 0,92 Kg/Cm2 . Jadi dapat disimpulkan bahwa pada kondisi pasir kering kekuatan semakin meningkat dibanding pada pasir basah oleh karena itu pasir kering lebih baik digunakan untuk proses pengecoran logam. Hasil pengujian permeabilitas menunjukkan bahwa cetakan pasir yang dipanaskan 110˚C selama 60 menit yang paling mendekati dengan standart yang di tentukan adalah sampel 3 kulit kerang 11% yaitu sebesar 190 ml/menit.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 18 Sep 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/42766

Actions (login required)

View Item View Item