Studi kelayakan bengkel program keahlian teknik mesin di SMK Islam 1 Blitar / Muhammad Iksannudin

Iksannudin, Muhammad (2018) Studi kelayakan bengkel program keahlian teknik mesin di SMK Islam 1 Blitar / Muhammad Iksannudin. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Iksannudin, Muhammad. 2017. Studi Kelayakan Bengkel Program Keahlian Teknik Mesin di SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Purnomo, S.T., M.Pd., (II) Drs. Basuki, M.Pd. Kata Kunci:sarana,prasarana, bengkel pemesinan, SMK Tanggung jawab sekolah SMK saat ini adalah mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi yang sangat ketat dalam dunia industri. Dalam hal ini siswa dituntut untuk memiliki kompetensi yang tinggi untuk menjawab tantangan tersebut. Sebaliknya, pihak sekolah juga dituntut untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Tanpa sarana dan prasarana yang sesuai siswa SMK akan kesulitan mengembangkan kemampuannya dan pada akhirnya akan menjadi salah satu penyebab pengangguran meningkat.Dalam program keahlian teknik pemesinan, salah satu sarana yang tak kalah penting adalah bengkel. Bengkel merupakan tempat untuk mempraktikan pekerjaan yang umum dilakukan di dunia teknik mesin. Bengkel ini meliputi bengkel bubut, bengkel pengelasan, bengkel kerja bangku, dan bengkel CNC. Sebuah bengkel dikatakan layak jika sudah sesuai dengan standar pemerintah serta mengikuti perkembangan industri saat ini. Sekolah dengan fasilitas bengkel yang memadai, akan menghasilkan sebuah lulusan yang siap berkompetisi di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga hal yang terkait dengan kelayakan sarana dan prasarana bengkel pemesinan yang meliputi standar kelayakan sarana dan sarana, faktor-faktor yang mempengaruhi kelayakan, serta upaya yang dilakukan untuk memperbaiki dan mengatasi kekurangan sarana bengkel program keahlian teknik pemesinan SMK Islam 1 Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berkaitan dengan kelayakan sarana dan prasarana ini diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan sumber data Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Ketua Program Keahlian Teknik Pemesinan, dan Ketua Bengkel Teknik Pemesinan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan berdasarkan ketekunan peneliti, pengamatan ulang, dan triangulasi teknik dan sumber data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan reduksi data, serta tahap evaluasi data. Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh, didapatkan tiga temuan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Bengkel Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Islam 1 Blitar sudah memenuhi kelayakan menurut Permendiknas Nomor 40 Tahun 2008 ditinjau dari jumlah peralatan praktik yang digunakan. Namun jika ditinjau dari prasarana, luas ruangan praktik belum memenuhi standar dari Permendiknas. Proses pembelajaran yang diterapkan di bengkel pemesinan SMK Islam 1 Blitar yaitu teaching factory merupakan konsep pembelajaran yang baik untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK; (2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam memenuhi kelayakan sarana dan prasarana bengkel program keahlian teknik pemesinan SMK Islam 1 Blitar meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor pendukung internal dalam memenuhi kelayakan sarana dan prasarana bengkel pemesinan adalah dengan membuat benda kerja hasil praktik siswa dapat bermanfaat dan bernilai jual serta mendapat dukungan dari sekolah sehingga permintaan bantuan alat atau bahan untuk praktik dapat dipenuhi dengan mudah. Sedangkan pendukung faktor eksternalnya adalah pemerintah memberikan bantuan melalui dana BOS untuk memperbaiki dan melengkapi sarana dan prasarana khususnya bengkel pemesinan.Faktor penghambat internal dalam memenuhi kelayakan sarana dan prasarana bengkel pemesinan di SMK Islam 1 Blitar adalah kurangnya kepedulian tentang budaya kerja industri pada siswa sehingga penggunaan alat dan bahan praktik tidak sesuai dengan peruntukannya. Sedangkan penghambat eksternalnya yaitu dana BOS dari pemerintah sering terlambat dalam proses pencairannya, selain itu pihak sekolah juga harus mengawal dana tersebut mulai dari pemerintah pusat sampai pada pemerintah provinsi; dan (3) Upaya-upaya yang dilakukan SMK Islam 1 Blitar dalam memperbaiki dan mengatasi kekurangan sarana dan prasarana dimulai dengan membuat rencana jangka pendek, jangka menengah, serta jangka panjang. Dalam hal proses pembelajaran, setiap kelas diberikan jadwal praktik yang berbeda untuk menyesuaikan kondisi bengkel. Pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan di atas adalah Wakasarpras, Ketua Program Keahlian, Kepala Bengkel, guru produktif, serta toolman.  

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 01 Feb 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/42715

Actions (login required)

View Item View Item