Perbedaan ketangguhan dan jenis patahan pada duralium akibat oroses artificial aging dengan variasi media pendingin dromus oil dan air / Dewi Puspitasari

Puspitasari, Dewi (2016) Perbedaan ketangguhan dan jenis patahan pada duralium akibat oroses artificial aging dengan variasi media pendingin dromus oil dan air / Dewi Puspitasari. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Puspitasari, Dewi. 2015. Perbedaan Ketangguhan dan Jenis Patahan pada Duralium Akibat Proses Artificial Aging dengan Variasi Media Pendingin Dromus Oil dan Air.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M. Kes. (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D. Kata Kunci : Duralium, Artificial Aging, Dromus oil, Ketangguhan, Jenis Patahan Duralium merupakan aluminium paduan yang terdiri dari aluminium, tembaga, silikon, dan magnesium. Duraliummemiliki sifat ringan, keuletan yang tinggi, dan juga sifat tahan korosi. Untuk mendapatkan sifat material yang kuat dan ulet perlu dilakukan heat treatment pada paduan ini dengan variasi media pendingin. Variasi media pendingin yang digunakan adalah media pendingin air, dromus oil 10% + air, dromus oil 20 % + air, dan dromus oil 30% + air. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui(1) ketangguhan pada duralium akibat proses artificial aging dengan variasi media pendingin air, dromus oil 10 % + air, dromus oil 20 % + air, dan dromus oil 30 % + air, (2) jenis patahan pada duralium akibat proses artificial aging dengan variasi media pendingin air, dromus oil 10 % + air, dromus oil 20 % + air, dan dromus oil 30 % + air, dan (3) perubahan fasa yang terjadi pada duralium akibat proses artificial aging dengan variasi media pendingin air, dromus oil 10 % + air, dromus oil 20 % + air, dan dromus oil 30 % + air. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Ditinjau dari jenis metode penelitian, maka jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara merangkum hasil penelitian dari pengamatan yang dilakukan. Data yang diperoleh berupa nilai rerata ditampilkan dalam bentuk tabel, dan histogram sehingga lebih mudah dibaca. Pengujian ketangguhan menggunakan mesin uji takik metode charpy dan jenis patahan diamati dari hasil foto mikro dan makro duralium. Hasil ketangguhan duralium hasil aging meningkat dari 0,0655 joule/mm2 ke 0,0820 joule/mm2 dan menurun menjadi 0,0710 joule/mm2. Hal ini disebabkan adanya presipitat yang terbentuk merata dari hasil aging akibat perbedaan media pendingin pada proses hardening. Patahan getas (brittle fracture) pada spesimen duralium akibat proses artificial aging dengan variasi media pendingin air. Patahan ulet (ductile fracture) pada spesimen duralium akibat proses artificial aging dengan variasi media pendingin dromus oil 20% + air, dan dromus oil 10% + air. Patahan campur (Mix fracture) pada spesimen duralium akibat proses artificial aging dengan variasi media pendingin dromus oil 30% + air. Pada penelitian ini, penemuan yang penting adalah bahwa perubahan fasa akibat proses agingjuga disebabkan adanya pengaruh perbedaan media pendingin pada proses sebelumnya (hardening).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jan 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/42545

Actions (login required)

View Item View Item