Analisis kesalahan-kesalahan dalam menggambar teknik siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / M. Misbachudin Hasim As'ari

As'ari, M. Misbachudin Hasim (2010) Analisis kesalahan-kesalahan dalam menggambar teknik siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / M. Misbachudin Hasim As'ari. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci: analisis kesalahan, membaca gambar teknik, SMK Gambar Teknik adalah alat komunikasi antar pembuat dan perencana. Untuk mencapai komunikasi yang baik, perencana, juru gambar dan pembuat harus memakai bahasa yang sama, berpedoman dengan Standart ISO (International Standard Organization). Membaca gambar teknik merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang pada berbagai posisi dan jabatan dalam sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi teknik. Namun dalam kenyataanya masih banyak kesalahan yang dilakukan siswa dalam menggambar teknik. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Kesalahan-kesalahan apa saja yang terjadi dalam menggambar teknik siswa kelas X SMKN 1 Singosari dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen (2) Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menggambar teknik siswa kelas X SMKN 1 Singosari dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Singosari dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen kelas X jurusan Teknik Pemesinan.Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah dengan melakukan observasi pada saat pelajaran berlangsung, analisis dokumen siswa yang berupa tugas-tugas yang telah dikumpulkan siswa serta wawancara dengan guru yang mengajar mata diklat Membaca Gambar Teknik. Dari hasil Penelitian ini, maka kesalahan-kesalahan yang terjadi ditinjau dari segi persiapan alat yang banyak ditemui yaitu: (1) Cara menempatkan dan mempersiapkan kertas gambar tidak dilekatkan dengan pita perekat (SMKN 1 Singosari (SS): 2 dari 27 anak, SMKM 1 Kepanjen (SK): semua dari 43 anak), (2) Cara meruncingkan pensil pada jangka berbentuk konis (SS: 1, SK: 7), (3) Penyetelan sudut pada engsel tidak tegak lurus/kurang dari 900 (SS: 2, SK: semua kecuali 4 anak), (4) Jarum yang digunakan untuk menjangka adalah ujung biasa bukan menggunakan ujung dengan dada/shoulder end (SS: 7, SK: 9), (5) Penyetelan pensil dan jarum pada jangka sama panjang (SS: 0, SK: 2) pensil lebih panjang (SS: 2, SK: 3). Kesalahan-kesalahan yang terjadi ditinjau dari segi proses yang banyak ditemui yaitu: (1) Posisi sudut pensil saat menarik garis condong ke kanan, atau condong ke kiri dari arah menarik garis (SS: 2, SK: 10), (2) Pensil tidak diputar saat menarik garis (SS: 3, SK: 10), (3) Cara menarik garis dengan di dorong bukan ditarik (SS: 3, SK: 3), (4) Cara membuat garis sejajar tidak menggunakan dua penggaris (SS: 2, SK: 13), (5) Cara memegang dan memutar jangka dengan cara diputar dengan menarik kaki jangka yang berengsel (SS: 1, SK: 2), (6) Tidak menggunakan sablon huruf (SS: 0, SK: 27) (7) Cara menggunakan sablon huruf dengan tidak menggunakan penggaris lain sebagai landasan saat menggeser sablon (SS: 1, SK: 2), ) (8) Posisi rapido tidak tegaklurus terhadap kertas gambar saat menarik garis. (SS: 3, SK: 0). Kesalahan-kesalahan yang terjadi ditinjau dari hasilnya yaitu: (1) Fungsi/penggunaan garis garis yang tidak sesuai dengan fungsinya, contohnya garis gores digunakan sebagai garis sumbu (SS: 1, SK: 2), (2) Garis yang seharusnya tipis digambar tebal, contohnya garis bantu digambar dengan garis tebal (SS: 0, SK: 4), (3) Garis yang seharusnya tebal digambar tipis, contohnya garis benda nyata digambar dengan garis tipis (SS: 0, SK: 10), (4) Garis ukuran digambar dengan garis tebal (SS: 1, SK: 1), (5) Penggambaran ujung anak panah yang terlalu besar (SS: 4, SK: 5), terlalu kecil (SS: 2, SK: 4), tumpul (SS: 3, SK: 4), (6) Penulisan ukuran tidak dapat dibaca dari sebelah kanan (SS: 0, SK: 2), (7) Pada kepala gambar, penulisan keterangan tidak lengkap (SS: 3, SK: 5), (8) Penggambaran garis arsir (jarak antar garis) yang terlalu halus (SS: 3, SK: 3), terlalu kasar (SS: 1, SK: 2), terlalu tebal (SS: 0, SK: 2), tidak teratur (SS: 4, SK: 15), sudut kurang/lebih dari 450 (SS: 3, SK: 20), (9) Pertemuan Garis: antara garis tidak bertemu (SS: 4, SK: 5) pertemuan garis berlebih (SS: 2, SK: 3), membesar di ujungnya (SS: 2, SK: 0), (10) Bentuk huruf tidak sesuai dengan ketentuan (tidak menggunakan sablon) (SS: 2, SK: 25). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menggambar berdasarkan keterangan-keterangan dari informan, yaitu: (1) Kemampuan intelektual. (2) Peralatan yang tidak lengkap. (3) Kedisiplinan siswa.(4) Kemampuan ekonomi (berpengaruh tetapi tidak sangat utama). (5) Niat (motivasi) (6) Kurangnya perhatian siswa saat diterangkan (kurang konsentrasi)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 25 Aug 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/42262

Actions (login required)

View Item View Item