Pengaruh jarak kampuh las, kuat arus listrik, dan kecepatan pengelasan SMAW (shielded metal arc welding) terhadap kekuatan tarik pelat baja ST 37 / Akhmad Ragil Wiratmaja

Akhmad Ragil Wiratmaja (2009) Pengaruh jarak kampuh las, kuat arus listrik, dan kecepatan pengelasan SMAW (shielded metal arc welding) terhadap kekuatan tarik pelat baja ST 37 / Akhmad Ragil Wiratmaja. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Salah satu pengerjaan dalam industri logam adalah pengerjaan las. Saat ini dikenal berbagai macam pengelasan logam antara lain las asetilen, las SMAW, TIG, MIG, las resistensi listrik dan lain-lain. Dari berbagai macam las tersebut yang paling popular di masyarakat adalah las asetilen dan las SMAW. Untuk mendapatkan hasil lasan SMAW yang baik maka diperlukan parameter pengelasan yang tepat meliputi jarak kampuh, kuat arus, dan kecepatan pengelasan Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh jarak kampuh las, kuat arus, dan kecepatan pengelasan terhadap kekuatan tarik secara parsial ataupun secara bersama-sama. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen untuk mendapatkan data penelitian. Bahan yang digunakan adalah pelat baja St 37 tebal 6 mm. Variasi jarak kampuh las 1 mm dan 2 mm. Variasi kuat arus 60 A, 85 A, 110 A. Setiap proses pengelasan dihitung waktu tempuhnya untuk mendapatkan data kecepatan pengelasan. Elektroda yang digunakan E 6013 diameter 2,6 mm, sedangkan arus yang digunakan adalah arus bolak-balik (AC), tegangan pengelasan 30 Volt dan posisi mendatar (G1). Setelah dilakukan pengelasan lalu spesimen diuji tarik. Selanjutnya dianalisis regresi. Hasil (1) Variasi jarak kampuh las secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, ini ditunjukkan pada hasil uji T yaitu sebesar 0,011 < taraf signifikansi 0,05. (2) Variasi kuat arus las secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, ini ditunjukkan pada hasil uji T yaitu sebesar 0,085 > taraf signifikansi 0,05. (3) Variasi kecepatan pengelasan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, ini ditunjukkan pada hasil uji T yaitu sebesar 0,001 < taraf signifikansi 0,05. (4) Variasi jarak kampuh las, kuat arus, dan kecepatan pengelasan secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, ini ditunjukkan pada hasil uji F yaitu sebesar 5,487 > taraf signifikansi 0,004a. Sedangkan pengaruh variabel-variabel independen tersebut terhadap variabel dependen ditunjukkan pada R Square sebesar 34,0 %. Hasil penelitian ini terbatas pada baja karbon rendah (ST-37), variasi jarak kampuh las 1 mm dan 2 mm, variasi kuat arus 60 A, 85 A, 110 A. Dalam penelitian ditemukan bahwa kekuatan tarik terbesar yaitu 840 Mpa didapat pada formula jarak kampuh 2 mm, kuat arus 110 Ampere, dan kecepatan pengelasan 1,52 mm/det. Tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan lebih lanjut dari penelitian ini, baik mengenai jenis bahan yang berbeda, teknologi pengelasan yang dipakai, variasi parameter pengelasan, mesin uji yang lebih canggih, dan macam pengujian material yang lain.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 15 Jan 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/42143

Actions (login required)

View Item View Item