Pelaksanaan pembelajaran praktik pada Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Santo Yosef Tering Bidang Keahlian Teknik Bangunan di Kabupaten Kutai Barat / oleh Adrianus

Adrianus (2009) Pelaksanaan pembelajaran praktik pada Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Santo Yosef Tering Bidang Keahlian Teknik Bangunan di Kabupaten Kutai Barat / oleh Adrianus. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Dengan dilaksanakannya program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK, maka kegiatan pembelajaran praktik dilakukan di sekolah dan di industri. Program PSG tentu merupakan usaha untuk meningkatkan keterampilan kerja siswa SMK. Walaupun porsi kegiatan pembelajaran praktik jauh lebih besar dari pembelajaran yang bersifat teori, mengapa kualitas/kemampuan kerja lulusan SMK masih dianggap belum memadai? Hal ini tentu terkait dengan kegiatan pembelajaran praktik di SMK. Berpijak pada uraian di atas maka perlu diteliti tentang kualitas pelaksanaan program pembelajaran praktik di SMK. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah penelitian ini adalah: bagaimanakah pelaksanaan program pembelajaran praktik di SMK Santo Yosef Bidang keahlian Teknik Bangunan di Kabupaten Kutai Barat?.Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan program pembelajaran praktik di SMK Santo Yosef Tering, Bidang Keahlian Teknik Bangunan di Kabupaten Kutai Barat. Berpijak pada tujuan penelitian di atas, rancangan penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif, yaitu untuk melukiskan fenomena apa adanya. Penelitian deskriptif dirancang untuk memperoleh informasi mengenai fenomena pada saat penelitian dilakukan, tidak ada perlakuan yang diberikan atau yang dikendalikan seperti yang dijumpai pada penelitian eksperimen, tujuan untuk melukiskan kondisi dalam situasi tertentu. Populasi penelitian ini adalah guru/instruktur dan siswa SMK Santo Yosef bidang keahlian teknik bangunan di Kabuapten Kutai Barat. Sampel penelitian ini adalah responden guru dan instruktur industri, yaitu guru yang mengajar praktik, dan instruktur yang membimbing siswa di industri. Siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas siswa yang telah mengikuti pembelajaran praktik. Sedangkan guru/instruktur yang dijadikan sampel adalah guru/instruktur yang pernah membimbing praktik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif berupa presentase, distribusi frekuensi dan rata-rata (means) skor. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut: (l) kualitas perencanaan pembelajaran praktik di sekolah termasuk dalam kategori sangat baik, dengan skor rata-rata 4,31, sedangkan kualitas perencanaan pembelajaran praktik industri termasuk dalam kategori baik, dengan rata-rata skor 4,17, (2) Kualitas pelaksanaan pembelajaran praktik di sekolah termasuk dalam kategori baik, dengan skor rata-rata 3,54, sedangkan kualitas pelaksanaan pembelajaran praktik di industri termasuk dalam kategori baik, dengan rata-rata skor 3,54, (3) kualitas evaluasi pembelajaran praktik di sekolah termasuk dalam kategori baik, dengan skor rata-rata 4,00, sedangkan kualitas evaluasi pembelajaran praktik di industri termasuk dalam kategori sangat baik, dengan rata-rata skor 4,25, (4) Secara umum kualifikasi guru/instruktur praktik SMK dilihat dari tingkat pendidikan profesional yang pernah diikuti, dan masa kerjanya dinilai cukup baik. Sebagian instruktur praktik telah menamatkan program S1 sesuai bidangnya dan sebagiannya lagi merupakan lulusan pendidikan setingkat SMK sesuai bidangnya dan Sebagian Instruktur pernah mengikuti pendidikan tambahan untuk meningkatkan kemampuan keprofesionalannya. Mengacu dari beberapa kesimpulan penelitian tersebut diajukan beberapa saran sebagai berikut: (l) untuk para guru pengajar praktik, perencanaan pembelajaran praktik di sekolah yang dikualifikasikan baik perlu lebih ditingkatkan lagi, sehingga dengan demikian pelaksanaan pembelajaran praktik di sekolah dapat ditingkatkan kualitasnya, (2) untuk para instruktur, perencanaan pembelajaran praktik di industri yang dikualifikasikan baik perlu lebih ditingkatkan lagi, dan untuk beberapa indikator yang dikualifikasikan cukup baik harus ditingkatkan kualifikasinya dan untuk indikator yang dikualifikasikan baik harus dipertahankan, sehingga dengan demikian pelaksanaan pembelajaran praktik di industri dapat lebih ditingkatkan lagi kualitasnya, (3) untuk pihak sekolah (instansi sekolah, guru praktik dan instruktur), pembelajaran praktik baik di sekolah maupun di industri yang dikualifikasikan baik perlu lebih di optimalkan lagi sehingga siswa SMK yang telah selesai mengikuti praktik betul betul memiliki kemampuan yang memadai. Beberapa indikator yang masih dikualifikasikan cukup baik dan kurang baik harap ditingkatkan kualifikasinya dan untuk indikator yang sudah baik kualifikasinya harus dipertahankan, (4) untuk guru praktik dan instruktur, evaluasi pembelajaran praktik baik di sekolah maupun di industri juga masih perlu dioptimalkan lagi dan hasil evaluasi perlu dijadikan pijakan dalam mengembangkan pelaksanaan program pendidikan sistem ganda pada masa-masa mendatang, (5) Untuk pihak sekolah yang berwenang mengambil kebijaksanaan, diharapkan memberikan kesempatan kepada guru/instruktur untuk mengikuti pelatihan tambahan dalam rangka meningkatkan kemampuan keprofesionalannya dan agar mampu beradaptasi dan menguasai perkembangan teknologi yang semakin berkembang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 10 Jun 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/42126

Actions (login required)

View Item View Item