Pengembangan potensi wisata kuliner di Kota Kediri / Yosef Ardhianto

Ardhianto, Yosep (2016) Pengembangan potensi wisata kuliner di Kota Kediri / Yosef Ardhianto. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Ardhianto, Yosef. 2016. Pengembangan Potensi Wisata Kuliner di Kota Kediri. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec. (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si. Kata Kunci: UMKM, Wisata Kuliner, Potensi Salah satu upaya untuk meningkatkan penerimaan daerah yaitu dengan mengoptimalkan potensi dalam sektor pariwisata.Kota Kediri dapat dijadikan sasaran wisatawan untuk berwisata belanja dan berwisata kuliner. Kuliner khas kota Kediri dapat diyakini mempunyai potensi yang besar sebagai daya tarik wisata. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui beberapa hal, yaitu: (1) pengembangan usaha pangan sebagai andalan wisata kuliner di Kota Kediri, dan (2) kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan usaha pangan sebagai andalan wisata kuliner di Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Data penelitian berupa paparan deskripsi secara naratif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Secara keseluruhan, data dalam penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif dengan langkah-langkah: pengumpulan data, kodifikasi data, interpretasi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi digunakan untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan usaha pangan sebagai andalan wisata kuliner di Kota Kediri telah dilakukan yaitu:(1) pengembangan bidang pemasaran: Pemerintah Kota Kediri melakukan pengenalan kuliner khas melalui cara mengikuti dan mengadakan festival kuliner Kota Kediri; serta konsumen melakukan promosi kepada masyarakat luas. (2) pengembangan bidang SDM: Dinas Koperasi dan UMKM melakukan pelatihan pengolahan produk kuliner dan gaji pegawai antara 10%- 15% dari jumlah keuntungan per hari. (3) pengembangan bidang produksi: para pedagang selalu berupaya menyajikan masakan dengan bahan baru setiap hari. (4) pengembangan permodalan: Modal yang di peroleh untuk berdagang adalah dari modal pribadi dan Dinas UMKM dan Koperasi sudah membantu kemudahan dalam proses pencairan modal untuk para pelaku usaha, dengan bunga rendah 4% per tahun. Sedangkan kendala-kendala yang dihadapi adalah (1) kendala dari pedagang: kurang tersedia perlengkapan kenyamanan konsumen dan kurangnya promosi pribadi dari pedagang. (2) kendala dari pemerintah: Belum ada konsep penataan dan peta wisata kuliner, sulitnya transportasi umum pada malam hari, kurangnya kerjasama dan koordinasi antar pemerintah, tidak bisa dilaksanakannya pembinaan kepada pelaku usaha kuliner Jalan Dhoho, tidak ada alokasi dana khusus untuk pengembangan kuliner, dan adanya peraturan baru untuk PKL.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) > S1 Ekonomi dan Studi Pembangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jun 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/42003

Actions (login required)

View Item View Item