Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri batik Madura di Pamekasan (studi kasus pada industri batik di Dusun Banyumas, Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan) / Nunun Tis' Aini

Aini, Nunun Tis' (2010) Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri batik Madura di Pamekasan (studi kasus pada industri batik di Dusun Banyumas, Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan) / Nunun Tis' Aini. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata Kunci: Batik Madura, modal, pemasaran, SDM, kewirausahaan Industri tekstil merupakan industri yang menyerap tenaga kerja yang cukup besar serta mempunyai kontribusi terhadap perekonomian nasional. Pada 2 Oktober 2009 Batik diakui oleh UNESCO sebagai kekayaan budaya dunia (world cultural heritage) sehingga industri batik di seluruh tanah air mulai dilirik dan mendapat perhatian dari pemerintah. Begitu juga pada industri batik Madura khususnya di Pamekasan. Batik dijadikan sebagai icon Kabupaten Pamekasan sehingga dicanangkan ÔÇ£Pamekasan Kota BatikÔÇØ. Sebagai langkah selanjutnya untuk mengembangkan industri batik di Pamekasan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan bekerjasama dengan pihak-pihak lainnya melakukan pemberdayaan home industri untuk industri batik khususnya batik tulis di Pamekasan yang meliputi aspek permodalan, pemasaran, SDM, dan kewirausahaan. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perkembangan industri batik Madura di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan ? (2) Bagaimana usaha pemerintah dalam mengembangkan industri batik di wilayah Pamekasan? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri batik Madura di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, (2) untuk mengetahui peran serta pemerintah dalam mengembangkan industri batik di wilayah Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk lebih dalam menjelaskan perkembangan industri batik Madura di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan melalui analisis keempat faktor utama yaitu modal, pemasaran, SDM, dan kewirausahaan dan serta kebijakan pemerintah di dalam perkembangan industri batik di Pamekasan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi, data dengan jalan mencatat, merekam, mengumpulkan, wawancara yang telah diperoleh dan informasi-informasi yang telah dipublikasikan oleh instansi-instansi terkait. Sedangkan analisis data menggunakan analisis triangulasi sumber untuk menguji kebenaran dan keabsahan data yang diperoleh untuk kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulannya. Penelitian ini menggunakan data dari hasil wawancara dengan pengrajin batik di Desa Klampar dan pihak pemerintah yakni dengan aparatur pemerintah Kabupaten Pamekasan (Bappeda dan Disperindag) sebagai data primer, dan dokumen serta artikel dari media massa sebagai data sekunder. Berdasarkan analisis triangulasi yang digunakan, maka peneliti telah memperoleh hasil bahwa secara umum pemerintah telah membantu tumbuhnya ?á industri batik Madura yang terdapat di Pamekasan hanya saja masih memiliki keterbatasan khususnya dalam segi anggaran. Dalam aspek permodalan pemerintah telah memberikan bantuan berupa pinjaman dengan bunga yang rendah bagi pengrajin (tetapi tidak semua pengrajin yang mendapatkan), dalam aspek pemasaran pemerintah membantu dengan penyediaan Pasar Batik, pembangunan Pasar 17 Agustus dan promosi batik melalui pameran kebudayaan dan pameran industri, kebijakan pemakaian batik, serta penghiasan jalan dan bangunan pemerintahan dengan ornament batik, dalam aspek SDM pemerintah telah memberikan pelatihan untuk pengrajin dalam meningkatkan skill para pengrajin, dalam aspek kewirausahaan pemerintah juga telah memberikan pelatihan khususnya mengenai pengelolaan usaha kepada para pengrajin yang terpilih. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum perkembangan industri batik di Pamekasan ini dipengaruhi oleh pengrajin batik yaitu kreatifitas pengrajin batik, produk batik Madura yang mempertahankan kualitas yang baik, dan kepedulian pengrajin untuk melestarikan batik. Selain itu, dukungan pemerintah dalam mengembangkan industri batik yang ada di Pamekasan, dalam aspek permodalan, pemasaran. SDM, dan kewirausahaan. Selain faktor yang berasal dari pelaku industri batik, terdapat faktor yang bersifat operasional yakni dalam pemasaran batik Madura telah menggunakan fasilitas internet dan pemerintah juga aktif dalam mempromosikan batik Pamekasan sehingga batik Pamekasan dikenal baik oleh masyarakat khususnya di luar Madura, untuk produksi tersedianya bahan baku membatik yang mudah diperoleh juga mendukung perkembangan industri batik di Pamekasan serta ketersediaan tenaga kerja pembatik yang banyak di Pamekasan menjadikan permintaan akan batik Pamekasan terpenuhi, dan budaya di dalam kehidupan keluarga pengrajin batik yang akan menurunkan ketrampilan dan keahlian membatiknya kepada generasi berikutnya, serta perhatian pemerintah dan budayawan dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian batik ikut mendorong perkembangan industri batik di Pamekasan. Sedangkan saran yang dapat diberikan untuk perkembangan industri batik Madura yang terdapat di Pamekasan adalah; para pengrajin hendaknya dapat secara aktif dapat bekerjasama dengan pemerintah dan BUMN agar mendapat tambahan modal yang diperlukan untuk usahanya, para pengrajin yang telah mendapatkan kemajuan setidaknya dapat membagi pengalamannya kepada para pengrajin yang ingin mengembangkan usahanya yang masih kecil, ABBP (Asosiasi Batik dan Bordir Pamekasan) diharapkan tidak hanya mewadahi para pengrajin yang menjadi anggotanya akan tetapi juga dapat menampung aspirasi para pengrajin seluruh daerah yang terdapat di Pamekasan, pihak pemerintah hendaknya mengusahakan penetapan suatu kebijakan pemerintah atau strategi-strategi yang mempengaruhi perkembangan industri batik untuk menumbuhkembangkan perekonomian daerah, seperti misalnya menyederhanakan prosedur administrasi (birokrasi) khususnya terkait dengan pengurusan ijin usaha yang terlalu panjang, dan pemerintah juga diharapkan dapat menciptakan pasar yang menyediakan bahan baku yang dibutuhkan oleh industri batik di Pamekasan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) > S1 Ekonomi dan Studi Pembangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 04 Nov 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/41266

Actions (login required)

View Item View Item