Analisis kerentanan bencana banjir di Kecamatan Sampang, Madura / Mohamad Arif

Arif, Mohamad (2018) Analisis kerentanan bencana banjir di Kecamatan Sampang, Madura / Mohamad Arif. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Arif, Mohamad. 2018. Analisis Kerentanan Bencana Banjir Di Kecamatan Sampang, Madura. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Didik Taryana, M.Si, (II) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si. Kata Kunci: Debit banjir, metode HSS Nakayasu, HEC-RAS, kerentanan banjir. Setiap tahun Kecamatan Sampang mengalami banjir hal ini disebabkan oleh meluapnya Kali Kemuning. Meluapnya kali kemuning di Kecamatan Sampang diakibatkan oleh faktor fisik wilayah yaitu kemiringan lereng, elevasi, penggunaan lahan, dan infiltrasi tanah. Analisis kerentanan banjir di Kecamatan Sampang dilakukan dengan menghitung debit limpasan permukaan DAS Kali Kemuning pada periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun, dan persebaran genangan banjir dengan menggunakan program HEC-RAS berdasarkan parameter fisik banjir. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang berlokasi di DAS Kali Kemuning, Sampang dengan luas wilayah 345 km2. Data primer dalam penelitian ini adalah data penampang sungai dan data infiltrasi tanah, sedangkan data sekunder berupa data curah hujan tahun 2006 ÔÇô 2015, data ASTER DEM 30m untuk lereng dan pembuatan peta DAS, citra SAS Planet untuk penutup lahan dan data kejadian banjir di Kecamatan Sampang. Analisis data yang digunakan adalah analisis hidrologi, dan analisis kerentanan luapan banjir berdasarkan kondisi fisik. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan hujan efektif dan intensitas hujan pada periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun sebagai input perhitungan hidrograf debit limpasan metode HSS Nakayasu. Analisis kerentanan banjir berdasarkan luapan dengan menggunakan metode HEC-RAS digunakan untuk mengetahui zona rentan berdasarkan luapan banjir yang meliputi tinggi banjir, luas luapan dan juga parameter-parameter fisik yang menjadi parameter kerentanan banjir. Hasil analisis hidrologi menunjukkan debit limpasan permukaan pada periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun secara berturut-turut sebesar 314,773 m3/detik, 361,889 m3/detik, 386,767 m3/detik, dan 437,052 m3/detik. Hasil permodelan banjir HEC-RAS dari 11 titik sampel mengalami luapan dengan debit 2, 5, 10 dan 25 tahun. Tinggi luapan berbeda-beda di setiap titik, rata-rata luapan adalah 0,5m ÔÇô 2m. Genangan banjir pada debit periode ulang 2 tahun adalah 60,69 ha, wilayah yang tergenang meliputi Desa Polagan 0,78 ha, Banyu Anyar 10,42 ha, Rong Tengah 19,73 ha, Karang Dalem 0,019 ha, Gunung Sekar 0,32 ha, Dalpenang 16,04 ha, Paseyan 0,32 ha. Debit rencana kala ulang 10 tahun wilayah yang tergenang banjir seluas 73,18 ha, wilayah yang tergenang meliputi Desa Polagan 0,78 ha, Banyu Anyar 14,26 ha, Rong Tengah 21,71 ha, Karang Dalem 0,05 ha, Gunung Sekar 0,68 ha, Dalpenang 18,01 ha, Paseyan 0,39 ha. Debit rencana kala ulang 25 tahun wilayah yang tergenang banjir adalah seluas 109,38 ha, wilayah yang tergenang meliputi Desa Polagan 17,61 ha, Banyu Anyar 20,52 ha, Rong Tengah 27,78 ha, Karang Dalem 0,068 ha, Gunung Sekar 15,08 ha, Dalpenang 21,94 ha, Paseyan 0,57 ha. Wilayah yang tergenang banjir merupakan wilayah yang rentan karena kondisi fisik yang tidak mampu menerima debit di setiap kala ulang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) > S1 Pendidikan Ekonomi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/39679

Actions (login required)

View Item View Item