Manajemen kurikulum bela negara dan kemaritiman dalam membentuk karakter peserta didik di SMAN Taruna Nala Jawa Timur / Musthofa

Musthofa (2019) Manajemen kurikulum bela negara dan kemaritiman dalam membentuk karakter peserta didik di SMAN Taruna Nala Jawa Timur / Musthofa. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Musthofa, 2018. Manajemen Kurikulum Bela Negara dan Kemaritiman dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd., (II) Dr. Juharyanto, M.M., M.Pd. Kata Kunci: kurikulum khusus, kurikulum bela negara dan kemaritiman Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses pembelajaran memiliki peranan penting dalam membentuk karakter manusia yang baik. Usaha dalam penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan salah satunya melalui manajemen kurikulum. Ketercapaian tujuan pendidikan sekolah dapat ditentukan oleh kurikulum, karena kurikulum digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. SMAN Taruna Nala Jawa Timur dalam hal ini berbeda dengan sekolah pada umumnya yang hanya menerapkan kurikulum nasional saja akan tetapi juga sekolah menerapkan kurikulum khusus yaitu Kurikulum Bela Negara dan Kemaritiman. SMAN Taruna Nala Jawa Timur menerapkan kurikulum tambahan tersebut dengan tujuan memberikan pendidikan karakter melalui penguatan nilai-nilai relegius, kemandirian, tanggung jawab, tangguh, bertoleransi, berjiwa sosial, berbudi luhur, berjiwa kepemimpinan, dan jujur. Pelaksanaan kurikulum khusus didukung dengan pendidikan berasrama yang wajib diikuti oleh semua peserta didik. Selain itu terdapat mata pelajaran khusus yang dibina langsung oleh tim khusus dari TNI Angkatan Laut melalui Lembaga Penyediaan Tenaga TNI Angkatan Laut dan Akademi Angkatan Laut (AAL). Pengelolaan kurikulum khusus ini dilakukan oleh beberapa pihak terkait tersebut. Fokus penelitian ini adalah: (1) Perencanaan Kurikulum Bela Negara dan Kemaritiman di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. (2) Pelaksanaan Kurikulum Bela Negara dan Kemaritiman di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. (3) Evaluasi Kurikulum Bela Negara dan Kemaritiman di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN Taruna Nala Jawa Timur yang beralamat di Jalan Raya Tlogowaru No. 66, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Proses analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Selanjutnya pengecekan keabsahan data yaitu dengan melalui perpanjangan waktu pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, dan member check. Temuan Penelitian yang didapatkan adalah: (1) Perencanaan kurikulum bela negara dan kemaritiman dilakukan oleh tim khusus yang ditugaskan oleh TNI AL yaitu Tim Lapetal (Lembaga Penyediaan Tenaga TNI Angkatan Laut), kemudian perencanaan dilakukan oleh Kepala Sekolah beserta tim struktural dan bantuan dari Tim Lapetal, dan selanjutnya perencanaan dilakukan oleh Tim Pelaksana kurikulum khusus. Pertama, perencanaan yang dilakukan oleh Tim Lapetal adalah; (a) menyusun konsep kurikulum khusus; (b) menyusun kerangka dasar dan struktur kurikulum khusus; (c) menentukan materi materi dan mata pelajaran kurikulum khusus; dan (d) menentukan tugas tim pelaksana yang terdiri dari pengajar, pelatih, dan pengasuh. Kedua, perencanaan dilakukan oleh Kepala Sekolah dengan tim struktural adalah; (a) menyusun kalender pendidikan; (b) menyusun jadwal pelajaran; (c) menentukan beban belajar mata pelajaran kurikulum khusus; (d) menyusun PERPUDIK (Peraturan Kehidupan Peserta Didik) termasuk di dalamnya jadwal kegiatan harian, mingguan, maupun bulanan peserta didik. Ketiga, perencanaan dilakukan oleh Tim Pelaksana kurikulum khusus yang terdiri dari guru mata pelajaran, pelatih, dan pengasuh dengan melakukan; (a) menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran); (b) menentukan bahan ajar; dan (c) menyusun format penilaian. (2) Pelaksanaan kurikulum bela negara dan kemaritiman di SMAN Taruna Nala dalam upaya pembentukan karakter peserta didik ini dilakukan melalui beberapa aspek utama. Pertama adalah aspek pengetahuan dimana peserta didik memperoleh materi yang termuat dalam dua mata pelajaran kurikulum khusus ini, yaitu mata pelajaran bela negara dan mata pelajaran kemaritiman. Kedua adalah aspek keterampilan dimana peserta didik mendapatkan pelatihan keterampilan khas ketarunaan dan kemaritiman yang dilatih langsung oleh tim khusus dari TNI AL melalui Lapetal. Keterampilan yang pertama adalah kesamaptaan jasmani yang terdiri dari push up, sit up, pull up, chinning, dan lari. Selajutnya adalah keterampilan jasmani Bela Diri Militer (BDM), kemudian keterampilan yang berkaitan dengan kemaritiman yaitu renang dan selam. Beberapa keterampilan tersebut bertujuan membentuk karakter peserta didik menjadi pribadi dengan mental yang tangguh, memiliki fisik yang kuat, dan cekatan. Aspek yang ketiga dalam pelaksanaan kurikulum bela negara dan kemaritiman adalah pengasuhan yang merupakan upaya pendidikan yang bertujuan agar peserta didik dapat bertindak secara dewasa dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Pengasuhan ini berbentuk pembiasaan-pembiasaan, pemberian teladan dan kegiatan yang sudah ditetapkan atau diatur oleh sekolah, mulai bangun pagi sampai dengan istirahat malam. Beberapa kegiatan kepengasuhan yang dilaksanakan selama keseharian oleh siswa diantaranya adalah jaga serambi, sholat berjamaah, apel pagi & malam, jaga penanting, jaga siswa, apel lorong, ronda malam, penaikan dan penurunan bendera. (3) Kegiatan evaluasi kurikulum khusus bela negara dan kemaritiman ini dilakukan oleh Tim Pelaksana bersama Kepala Sekolah dan Wakil Kurikulum. Evaluasi dilakukan setiap akhir semester dan setiap akhir tahun pelajaran. Tujuan dari evaluasi sendiri adalah untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai tingkat penguasaan kompetensi peserta didik, sehingga dapat diketahui apakah tujuan pendidikan telah dapat dicapai dengan baik agar selanjutnya dapat memperbaiki kekurangan dalam implementasi kurikulum khusus ini. Sedangkan kegiatan evaluasi untuk peserta didik sendiri dilakukan oleh masing-masing tim pelaksana. Tim pengajaran melakukan evaluasi dengan mengadakan ulangan harian, Ujian Tengah Semester, dan Ujian Akhir Semester. Tim Pelatihan melakukan evaluasi dengan menguji fisik dan keterampilan peserta didik melalui ujian kesamaptaan jasmani (push up, sit up, pull up, chinning, lari) setiap akhir semesternya. Sedangkan tim pengasuhan sendiri melakukan evaluasi dengan cara mengamati perilaku keseharian peserta didik dengan dibantu tim yang bertanggujawab di angkatannya. Berdasarkan hasil temuan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka saran peneliti kepada pihak-pihak yang terkait adalah sebagai berikut. (1) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, memberikan perhatian lebih terutama dalam manajemen kurikulum bela negara dan kemaritiman. Serta memberikan pemantauan dan monitoring terhadap kegiatan pelaksanaan kurikulum bela negara dan kemaritiman di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. (2) Kepala SMAN Taruna Nala Jawa Timur, memberikan pengawasan dan masukan terhadap tim pelaksana kurikulum khusus bela negara dan kemaritiman serta memperbaiki jadwal yang masih berbenturan antara kegiatan sekolah dengan pelaksanaan kurikulum bela negara dan kemaritiman. (3) Tim Pelaksana Kurikulum Khusus Bela Negara dan Kemaritiman, diharapkan untuk tim pelaksana kurikulum khusus terutama tim pengajaran atau guru dapat mengembangkan metode pembelajaran yang bervariatif dan kreatif agar peserta didik lebih aktif dan mencegah peserta didik merasa bosan selama berada di kelas. Serta bagi tim pengasuhan diharapkan lebih menegakan aturan di asrama untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik. (4) Ketua Jurusan Admnisitrasi Pendidikan, hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu referensi dalam lingkup perkuliahan yang memiliki keterkaitan dengan manajemen kurikulum terutama mengenai manajemen kurikulum berbasis pembentukan karakter peserta didik. (5) Peneliti lain, harapannya untuk peneliti lain adalah menggali informasi lebih dalam pelaksanaan kurikulum bela negara dan kemaritiman. Peneliti menyarankan kepada peneliti lain untuk mendalami peran budaya ketarunaan di SMAN Taruna Nala Jawa Timur dalam membentuk karakter peserta didik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 02 Jan 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/3936

Actions (login required)

View Item View Item