Manajemen penanganan burnout dalam meningkatkan kinerja Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) di SMA Negeri 5 Malang / Iva Dwi Hartanti

Hartanti, Iva Dwi (2018) Manajemen penanganan burnout dalam meningkatkan kinerja Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) di SMA Negeri 5 Malang / Iva Dwi Hartanti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Hartanti, I. D. 2018. Manajemen Penanganan Burnout Dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) Di SMAN 5 Malang. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. A. Supriyanto, M.Pd, M.Si., (II) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd Kata Kunci : Burnout, Kinerja, Tenaga Administrasi Sekolah Dalam menjalani pekerjaan seringkali pegawai mengalami kelelahan fisik ataupun mental. Orang yang mengalami stress berkepanjangan dapat di gambarkan dengan istilah burnout. Penderita banyak ditemukan pada anggota pelayanan umum seperti polisi, guru, perawat bahkan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS). Tuntutan pekerjaan, mengakibatkan TAS harus bisa mengontrol keadaan fisik maupun mental mereka, agar tercapainya hasil yang maksimal bagi sekolah. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa peran TAS sangat besar dalam proses pendidikan. Oleh karena itu diperlukan tindakan peningkatan kinerja TAS sebagai fungsi dari manajemen sumber daya manusia pada setiap lembaga. Atas dasar pertimbangan tersebut di atas, peneliti mengkaji dan meneliti tentang manajemen penanganan burnout sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan kinerja TAS di SMAN 5 Malang. Fokus penelitian diarahkan pada: (1) gejala dan jenisburnout, (2) faktor-faktor penyebab burnout, (3) langkah prosedural dalam manajemen penanganan burnout, (4) dampak manajemen penanganan burnout. Penelitian manajemen penanganan burnoutTAS ini menggunakan pendekatan kualitatif. lokasi penelitian di SMAN 5 Malang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut diorganisasikan, direduksi apabila tidak relevan dengan fokus penelitian, dianalisis guna menyusun dan mendeskripsikan, serta disimpulkan. Keabsahan temuan data diuji dengan: (1) triangulasi; (2) kecukupan bahan referensi, (3) perpanjangan pengamatan, dan (4) pengecekan anggota. Temuan penelitian ini meliputi: (1) gejala dan jenis burnout meliputi gejala timbul pada pegawai yang kemauan dan semangat bekerja yang tinggi sehingga kurang bisa mengatur cara kerja mereka, kelelahan secara fisik dan psikologis, mengeluh pada diri sendiri, semangat kerja yang menurun, emosional yang tidak menentu, terdapat perasaaan sinisme, jenis-jenis burnout yang nampak yaitu kelelahan dan jenuh dalam bekerja, jenis burnout kedua yaitu menjaga jarak dengan lingkungan sekitarnya, emosi lebih sensitif, dan Di SMAN 5 Malang tidak menunjukan kondisi burnout yang ekstrim. (2) faktor yang menjadi penyebab berasal dari faktor intern yang berasal dari dalam diri pegawai dan faktor ekternal yang berada dalam luar diri pegawai atau lingkungan kerja, (3) langkah proseduralnya terdiri dari perencanaan Perencanaan manajemen penanganan burnout selama ini melibatkan pihak sekolah seperti seluruh pegawai TAS, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, pada proses pengorganisasian tidak ada struktur pengurus manajemen penanganan burnout secara resmi, tetapi susunan pengurus ii mengikuti sktruktur organisasi TU, proses pelaksanaan kepala TU dan pegawai TAS menyampaikan program kegiatan yang telah di rencakan kepada kepala sekolah dan menyampaikan program kegiatan yang di setujui oleh kepala sekolah, Evaluasi rutin Manajemen penanganan burnout dilaksanakan setiap minggu dan akhir bulan oleh kepala TU dan kepala sekolah, (4) adapun manfaat utama dari manajemen penanganan burnout adalah menciptakan rasa kekeluagaan yang kental sesama pegawai TAS, membangun silaturahmi dengan sesama pegawai TAS dan yang terlibat, mencegah kesalahpahaman antar pegawai TAS, lebih segar dalam menjalankan tugas yang dikerjakan, lebih dilatih disiplin dalam melaksanakan tugas, program kegiatan. Saran dan penelitian ini adalah: (1) Kepala sekolah SMAN 5 Malang sebaiknya agar dapat meningkatkan lagi peran TAS sebagai salah satu pendukung utama kegiatan di sekolah , manajemen penanganan burnout sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kinerja mereka, agar dalam melayani konsumen pendidikan secara profesional, (2) Kepala Tata Usaha SMAN 5 Malang sebaiknya agar lebih meningkatkan lagi dukungannya dalam manajemen penanganan burnout dalam bentuk sarana dan prasaran , riil atau materiil, dan dapat membuat struktur organisasi untuk manajemen penanganan burnout, (3) Anggota TAS SMAN 5 Malang sebaiknya agar lebih konsisten dan partisipatif dengan program yang telah dibuat, (4) Mahasiswa Administrasi Pendidikan sebaiknya lebih meningkatkan pemahaman dalam manajemen dalam menangani burnot pada pekerjaan karena banyak manfaat yang dapat di diperoleh dari manajemen tersebut, (5) Peneliti lain sebagai rujukan apabila melaksanakan penelitian yang sejenis yang berhubungan dengan manajemen penanganan burnout sehingga dapat dijadikan informasi tambahan dan bermanfaat untuk di teliti.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 03 Sep 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/3918

Actions (login required)

View Item View Item