Implementasi program ÔÇ£Penguatan Pendidikan KarakterÔÇØ melalui kegiatan pembiasaan dalam peningkatan mutu sekolah (studi kasus di SMPN 1 Wlingi Blitar) / Silvya Eka Andiarini

Andiarini, Silvya Eka (2018) Implementasi program ÔÇ£Penguatan Pendidikan KarakterÔÇØ melalui kegiatan pembiasaan dalam peningkatan mutu sekolah (studi kasus di SMPN 1 Wlingi Blitar) / Silvya Eka Andiarini. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v RINGKASAN Andiarini, S. E. 2018. Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Pembiasaan dalam Peningkatan Mutu Sekolah: Studi Kasus di SMPN 1 Wlingi Blitar. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd., (2) Ahmad Nurabadi, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: implementasi, pendidikan karakter, kegiatan pembiasaan Runtuhnya nilai moral di kehidupan masyarakat saat ini juga berdampak buruk pada nilai dan sikap anak remaja pada saat ini. Hal ini disebabkan dari beberapa faktor yang mempengaruhi juga, salah satu faktor yang paling kuat adalah penggunaan gadget pada anak usia sekolah menengah pertama. Dimana penggunaan gadget ini membuat mereka bisa leluasa mengakses media sosial, game dan juga film yang mengandung hal-hal yang tak layak untuk ditiru. Seperti yang disampaikan oleh Uyun (dalam Hadi, 2018) bahwa pengaruh dari media sosial, film dan juga game yang mengandung unsur kekerasan bisa menyebabkan anak menirukan perilaku tersebut dan menyebabkan semakin meningkatkan tindak kriminal dikalangan remaja. Sehingga pihak orang tua harus ekstra dalam mendidik anak di rumah. Turunnya etika dan moral ini juga membuat sekolah harus bekerja sangat keras dalam mendidik dan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada para peserta didiknya. Salah satu cara memperbaiki kemerosotan moral ini adalah dengan menggunakan pendidikan karakter yang tak hanya di rumah, namun juga secara terstruktur di sekolah. Salah satu upaya pemerintah tentang pendidikan karakter adalah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). PPK ini bisa diimplementasikan sesuai dengan karakteristik lingkungan sekolah yang bisa diterapkan melalui kegiatan pembiasaan. Salah satu sekolah yang menerapkan kegiatan pembiasaan sebagai pembentukan karakter adalah SMPN 1 Wlingi Blitar, sekolah ini juga sudah ditunjuk sebagai sekolah yang menerapkan PPK dan menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai sekolah percontohan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) peran serta warga sekolah, dan (4) faktor penghambat dan faktor pendukung dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui kegiatan pembiasaan dalam peningkatan mutu di SMPN 1 Wlingi Blitar. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan penelitiannya adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, pengamat sebagai partisipasipan, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dengan mengumpulkan data terlebih dahulu dari situs penelitian yaitu SMPN 1 Wlingi. Data penelitian yang telah didapatkan kemudian dilakukan analisis dengan cara mereduksi data sesuai dengan kebutuhan dari fokus penelitian. Data yang telah direduksi kemudian disajikan dan ditarik kesimpulannya. Informan kuncinya adalah kepala sekolah, sedangkan data lain yang mendukung didapatkan melalui informan tambahan yaitu Waka Kesiswaan, Waka Kurikulum, empat orang guru, satpam, tukang kebun, dan peserta didik.. vi Keabsahan data dilakukan melalui teknik kredibilitas yang diantaranya triangulasi, perpanjangan waktu pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan kecukupan referensial. Selain itu juga menggunakan teknik audibilitas dengan yang berperan sebagai auditor adalah dosen pembimbing. Kesimpulan penelitian ini: (1) perencanaan kegiatan melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal dan penyusunan Standar Kompetensi Lulusan yang akan berdampak pada perubahan kurikulum, RPP, jadwal pelajaran, dan tersusunnya SOP pelaksanaan; (2) pelaksanaan kegiatan pembiasaan di dua basis yakni basis kelas dengan kegiatan yang dilakukan adalah membaca kitab suci; kegiatan Pra KBM yang diantaranya adalah membaca Pancasila, menyanyi Lagu Indonesia Raya dan berdoa; kemudian kegiatan Literasi, berdoa setelah pembelajaran selesai; melaksanakan piket kebersihan kelas sebelum dan sesudah pembelajaran; dan mengucapkan salam kepada guru sebelum dan sesudah pembelajaran. Sedangkan untuk yang berbasis budaya sekolah adalah bersalaman ketika bertemu guru; adanya etika dan aturan keluar masuk kelas dan sekolah dengan kartu Ijin Keluar Kelas dan Ijin Keluar Sekolah; turun dari sepeda ketika memasuki gerbang sekolah; Budaya 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun); pelaksanaan upacara; program adiwiyata; kegiatan leagamaan: sholat berjamaah dan kegiatan Madrasah Diniyah; dan Program Aksi Sekolah Bersih Narkoba dan Pusat Informasi Kesehatan Remaja; (3) peran warga sekolah adalah untuk mendukung, mengarahkan, membina, mengawasi dan memberikan teladan pada saat kegiatan pembiasan di sekolah baik itu kepala sekolah, guru, staf dan karyawan, komite sekolah, dan peserta didik; dan (4) faktor pendukungnya adalah dari segi aspek guru, sarana dan prasarana, peserta didik, dan orang tua (5) faktor penghambatnya adalah dari segi aspek guru, sarana dan prasarana terutama dalam hal adanya dua lokasi sekolah , peserta didik, dan orang tua (6) solusi dari faktor penghambat adalah adanya pengawasan rutin baik untuk peserta didik, guru dan juga warga sekolah yang lain, pembuatan jadwal pelaksanaan untuk sarana dan prasarana yang kurang memadai, melakukan sosialisasi kepada wali murid melalui BK untuk meningkatkan kesadaran, dan membuat penanggung jawab untuk dua lokasi sekolah. Saran untuk pihak yang terkait dengan subjek penelitian ini: (1) Bagi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, disarankan untuk menetapkan kebijakan PPK yang sesuai dengan keadaan lingkungan sekolah; (2) Bagi Kepala SMPN 1 Wlingi, disarankan lebih meningkatkan monitoring pelaksanaan PPK agar komitmen seluruh warga sekolah tetap terjaga; (3) Bagi Guru SMPN 1 Wlingi, disarankan untuk meningkatkan kesadarannya dan kepeduliannya kepada peserta didik sehingga bisa berkomitmen untuk datang lebih pagi agar bisa melaksanakan kegiatan pembiasaan di pagi hari: (4) Bagi Tenaga Administrasi SMPN 1 Wlingi, disarankan untuk tidak hanya menjalankan tugas yang diperintahkan, namun juga peduli terhadap pembentukan budaya yang baik untuk memberikan penguatan karakter pada peserta didik melalui kegiatan pembiasaan setiap harinya; (5) Bagi Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Malang, disarankan agar digunakan sebagai bahan referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan; dan (6) Bagi peneliti lain, disarankan agar hasil penelitian ini dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan referensi untuk penelitian selanjutnya dan lebih bisa dikembangkan dengan topik-topik yang lebih mendalam.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/3905

Actions (login required)

View Item View Item