Profil pengrajin mebel Bukir Pasuruan ditinjau dari persepsi pendidikan terhadap keberhasilan usaha / Lucida Pertiwi

Pertiwi, Lucida (2010) Profil pengrajin mebel Bukir Pasuruan ditinjau dari persepsi pendidikan terhadap keberhasilan usaha / Lucida Pertiwi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pertiwi, Lucida. 2009. Profil Pengrajin Mebel Bukir Pasuruan Ditinjau dari Persepsi Pendidikan Terhadap Keberhasilan Usaha.Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Prof.Dr. J.G. Nirbito, M.Pd, (2)Drs. Sapir S.sos, M. Si. Kata kunci: Pendidikan, keberhasilan usaha. Pendidikan merupakan kunci yang menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi tantangan kehidupan dunia yang semakin maju. Untuk memperoleh tingkat pendidikan yang tinggi harus dilakukan dengan menempuh pendidikan formal. Berdasarkan kesimpulan dan saran dari peneliti maka jika mengadakan penelitian kembali perlu mengkaji pada subyek yang lebih luas. Selain itu, juga menggunakan instrumen pengumpulan data yang lebih beragam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif peneliti sebagai insrtumen kunci dengan metode survei. Populasi dari penelitian ini adalah para pengrajin mebel yang berjumlah 243. Teknik sampling yang digunakan adalah random atau acak dengan sampel 60 pengrajin mebel. Untuk mengukur latar belakang pendidikan dan keberhasilan usaha peneliti menggunakan angket, wawancara dengan perangkat desa dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif, yaitu aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus pada setiap tahapan penelitian sampai tuntas. Menyusun secara sistematis data yang diperoleh kemudian membuat kseimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Pendidikan pengrajin mebel tertinggi dan jumlahnya yang paling banyak adalah Perguruan Tinggi. Sedangkan pendidikan yang jumlahnya paling rendah adalah SMP. Perkembangan usaha mebel dalam kategori besar paling banyak adalah pengrajin yang tingkat pendidikannya SD. Pendidikan nonformal dan informal merupakan pendidikan yang membawa pengrajin menuju keberhasilan. Pengrajin mebel di Bukir sudah mampu menjual produksi mebelnya sesuai dengan keinginan pasar dan mampu bersaing sehingga bisa mendapatkan keuntungan dan keberhasilan usaha itu terwujud. Strategi yang tepat pada saat krisis terjadi mutlak diperlukan untuk menjaga perkembangan usaha agar tetap konsisten.Persepsi pengrajin tentang pendidikan adalah penting. Modal dan keterampilan juga harus dipenuhi sebelum seseorang menjalankan usaha. Ketiganya adalah sama-sama mendukung dalam berwirausaha mebel. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan untuk Pemkot Dinas Perindustrian di Pasuruan hendaknya lebih mengintensifkan pemberian pelatihan atau penyuluhan tentang kiat-kiat menjadi pengusaha yang baik dan benar dengan mengadakan seminar diklat, magang, studi banding, temu usaha, promosi, pengembangan teknologi dengan mebel dari luar Pasuruan. Prospek kedepannya diharapkan produk mebel Bukir dapat berkembang lebih maju lagi dan dapat menembus pasar internasional.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) > S1 Pendidikan Ekonomi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Mar 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/38760

Actions (login required)

View Item View Item