Analisis peluang money lost biaya pendidikan mahasiswa asal Kabupaten Pacitan / Nur Luthfi Ardhian

Ardhian, Nur Luthfi (2016) Analisis peluang money lost biaya pendidikan mahasiswa asal Kabupaten Pacitan / Nur Luthfi Ardhian. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Ardhian, Nur Luthfi. 2016. Analisis Peluang Money Lost Biaya Pendidikan Mahasiswa Asal Kabupaten Pacitan. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Timan, M.Pd, (II) Dr. Bambang Setyadin, M.Pd. Kata kunci: analisis, money lost, biaya pendidikan Pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah sudah dianggap sebagai hal yang penting bagi masyarakat. Asumsi masyarakat yang memilih menguliahkan anaknya ke luar kota, salah satunya adalah pendidikan dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi seseorang, baik dari segi sosial maupun dari segi ekonomis, sehingga anak tersebut harus mengenyam pendidikan sebaik-baiknya di jenjang pendidikan yang dinilai berkualitas pula, dan demi pendidikan berkualitas tersebut, orangtua berani membayar berapapun untuk pendidikan anaknya. Pembiayaan pendidikan yang dilakukan oleh orangtua di sini dapat dilihat dalam bentuk kiriman per bulan atau dalam periode tertentu untuk anaknya yang menempuh pendidikan tinggi di luar kota, yang mana dapat dikatakan uang yang orangtua hasilkan di dalam kota harus dibelanjakan ke luar kota untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan: (1) Jumlah besaran kiriman uang yang diterima mahasiswa asal Kabupaten Pacitan di Kota Malang, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Surakarta, dan Kota Yogyakarta, (2) Perbedaan besar kiriman uang per bulan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan asal Kabupaten Pacitan di Kota Malang, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Surakarta, dan Kota Yogyakarta, (3) Perbedaan besar kiriman uang mahasiswa asal Kabupaten Pacitan di Kota Malang, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Surakarta, dan Kota Yogyakarta, (4) Perbedaan besar kiriman uang per bulan antara mahasiswa perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta asal Kabupaten Pacitan di Kota Malang, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Surakarta, dan Kota Yogyakarta, dan (5) Jumlah uang yang keluar dari warga Kabupaten Pacitan untuk biaya pendidikan mahasiswa di Kota Malang, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Surakarta, dan Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan ex post facto dengan model komparatif, jenis penelitian deskriptif-komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pacitan dengan mengambil subjek lulusan SMTA yang melanjutkan pendidikan tinggi ke beberapa kota di luar kabupaten. Jumlah populasi penelitian sebanyak 120 responden. Penentuan populasi menggunakan populasi tak terhingga, sehingga jumlah sampel sesuai dengan jumlah populasi yang terhimpun. Objek penelitian ini difokuskan pada uang yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Pacitan yang kemudian di transfer ke luar daerah untuk kepentingan pendidikan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur fleksibel melalui media sosial Blackberry Messenger (BBM), Facebook Messenger, Line, dan WhatsApp. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa: (1) Besar jumlah kiriman uang yang diterima mahasiswa asal Kabupaten Pacitan di Kota Malang, Semarang, Surabaya, Surakarta, dan Yogyakarta jika ditotal mencapai angka Rp 121.463.607,00 per tahun, (2) Ada perbedaan rata-rata kiriman per bulan antara mahasiswa asal Kabupaten Pacitan yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, (3) Besar rata-rata kiriman per bulan untuk mahasiswa asal Kabupaten Pacitan yang menempuh pendidikan di Kota Malang, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Surakarta, dan Kota Yogyakarta menunjukkan tidak ada perbedaan, (4) Besar rata-rata kiriman per bulan antara mahasiswa asal Kabupaten Pacitan yang menempuh pendidikan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di Kota Malang, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Surakarta, dan Kota Yogyakarta menunjukkan ada perbedaan, dan (5) Besar jumlah uang yang keluar dari warga Kabupaten Pacitan untuk biaya pendidikan mahasiswa di Kota Malang, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Surakarta, dan Kota Yogyakarta dalam jangka waktu 1 (satu) tahun adalah sebesar Rp 43.194.791.680. Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan saran untuk: (1) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pacitan, ada baiknya mulai melakukan pendayagunaan anggaran khususnya di bidang pendidikan agar sebisa mungkin dapat mengurangi tingkat money lost yang ada di daerah, (2) Pemerintah Kabupaten Pacitan, sebaiknya mulai mempertimbangkan kebijakan beasiswa yang mengharuskan lulusan mahasiswa asal Kabupaten Pacitan kembali ke daerah, pendayagunaan lulusan perguruan tinggi, pembuatan rencana pembangunan yang jelas sehingga peta kompetensi SDM yang dibutuhkan kabupaten juga jelas, (3) Kepala BAPPEDA dan Kepala DPPKA Kabupaten Pacitan, sebaiknya mulai mempertimbangkan pembangunan ekonomi dan pendidikan di daerah yang sedapat mungkin dirasa mampu mengurangi besarnya nominal money lost tiap tahunnya, (4) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, melakukan sosialisasi pengarahan program studi (prodi) kepada lulusan SMTA, pengadaan sumber daya yang berkaitan dengan perguruan tinggi, (5) Orangtua dan masyarakat, selain memperhatikan segi akademik anak, sebaiknya juga diperhatikan segi ekonominya dalam memilih perguruan tinggi, dan (5) Peneliti dan akademisi lain, sebaiknya melakukan penelitian pengembangan tentang dampak money lost terhadap kondisi keuangan daerah maupun terhadap perencanaan keuangan daerah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 11 Oct 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/3777

Actions (login required)

View Item View Item