Penerapan good corporate governance dalam perspektif pengelola Bank Perkreditan Rakyat (studi fenomenologi pada Bank Perkreditan Rakyat ) / Sarah Dwi Hapsari

Hapsari, Sarah Dwi (2018) Penerapan good corporate governance dalam perspektif pengelola Bank Perkreditan Rakyat (studi fenomenologi pada Bank Perkreditan Rakyat ) / Sarah Dwi Hapsari. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hapsari, Sarah Dwi. 2017. Penerapan Good Corporate Governance dalam Perspektif Pengelola Bank Perkreditan Rakyat (Studi Fenomenologi pada Bank Perkreditan Rakyat). Skripsi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. Kata kunci: GCG, fenomenologi, BPR. Pemerintah mewajibkan pengelola BPR menerapkan prinsip GCG pada BPR sejak tahun 2015. Hal tersebut disebabkan BPR memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis perusahaan lain yang telah menerapkan prinsip GCG terlebih dahulu. Perbedaan jenis, aset, dan lingkungan perusahaan memunculkan pemaknaan yang berbeda tentang penerapan GCG oleh pengelola perusahaan. Pemaknaan pengelola BPR yang berbeda mengenai penerapan prinsip GCG tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan eksternal BPR dan faktor internal atau dari dalam diri pengelola BPR. Penelitian ini menggunakan teori institusional untuk menganalisis pemaknaan yang dipengaruhi faktor eksternal dan teori stimulus-respon untuk menganalisis pemaknaan yang dipengaruhi faktor internal pengelola BPR. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada penerapan dan pemaknaan prinsip GCG di BPR oleh pengelola BPR. Jenispenelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi.Obyek penelitian adalah pengelola BPR yang berlokasi di Kota Malang dan Kota Blitar. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dengan informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pengelola BPR memaknai penerapan prinsip transparencysebagai kepatuhan karena tekanan dari institusi yang lebih besar atau pemerintah; 2) prinsip accountability dimaknai sebagaipengelolaan BPR yang profesional denganmenerapkan komisaris independen, namun formalitas kehadiran komisaris dan kelonggaran peraturan pemerintah menyebabkan terjadi pembagian tugas ganda; 3) pengelola BPR memaknai penerapan prinsip responsibility sebagai stimulus peningkatan kinerja BPR karena dapat dijadikan sebagai media promosi sehingga BPR akan semakin dikenal oleh masyarakat; 4) penerapan prinsip independency dimaknai sebagai respon pengelola BPR dalam mengatasipotensi kecurangan dan pengawasan BPR yang profesional dari komisaris independen; 5) pengelola BPR memaknai penerapan prinsip fairness sebagai stimulus mendapatkan loyalitas karyawan karena rapat koordinasi memungkinkan karyawan mengungkapkan pendapatnya sehingga mereka akan merasa dihargai. ABSTRACT Hapsari, Sarah Dwi. 2017. Implementation of Good Corporate Governance Based on Rural Bank Managers Perspective (Phenomenology Study in Rural Banks). Undergraduate Thesis, Accounting Department, Faculty of Economics, State University of Malang. Advisor: Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. Keywords: GCG, phenomenology, rural bank. The government requires rural bank managers to apply GCG principles since 2015. Rural bank refers to peopleÔÇÖs credit bank that might have different characteristics than other type companies. The difference in company types, assets, and environments create different meanings about GCG implementation by corporate managers. The different meanings of rural bank managers on the application of GCG principles are influenced by external rural bank environmental factors and internal factors or from rural bank managers. This study uses institutional theory to analyze the meaning of influenced external factors and stimulus-response theory to analyze the meaning that influenced internal factors of rural bank managers. It therefore, this study emphasize on the implementation and interpretation of GCG principles in rural bank by rural bank managers. This research type is qualitative research by using phenomenology approach. The object of this research is rural bank managers located in Malang and Blitar. The data collection procedure used is observation, interview with informant, and documentation. The results showed: 1) rural bank managers interpret the application of the principle of transparency as compliance because of pressure from larger institutions or the government; 2) the accountability principle is interpreted as a professional rural bank management by applying independent commissioners, but the formalities of commissioners' presence and mitigation of government regulations lead to multiple task divisions; 3) rural bank managers interpret the application of the principle of responsibility as a stimulus to improve the performance of rural bank because it can be used as a media campaign so that rural bank will be increasingly recognized by the community; 4) the application of the principle of independency is defined as the response of rural bank managers in overcoming the potential for fraud and professional rural bank supervision from independent commissioners; 5) rural bank managers interpret the application of the principle of fairness as a stimulus to get employee loyalty because the coordination meeting allows employees to express their opinions so that they will feel appreciated.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Akuntansi (AKU) > S1 Akuntansi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 21 Feb 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/37431

Actions (login required)

View Item View Item