Perbedaan kegiatan belajar antara siswa akselerasi dan siswa reguler di SMA negeri se-kota Malang / Riris Agusetianingsih

Agusetianingsih, Riris (2010) Perbedaan kegiatan belajar antara siswa akselerasi dan siswa reguler di SMA negeri se-kota Malang / Riris Agusetianingsih. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Agusetianingih, Riris. 2009. Perbedaan Kegiatan Belajar Antara Siswa Akselerasi dan Siswa Reguler di SMA Negeri Se- Kota Malang. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) H. Sultoni, M.Pd, (II) Dr. Ali Imron, M.Pd. M,Si. Kata Kunci: kegiatan belajar, siswa akselerasi, siswa reguler. Kegiatan belajar merupakan suatu bentuk pembelajaran dalam hidup untuk mengetahui hal-hal baru seperti ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam hidup. Kegiatan belajar dapat dilakukan di manapun, kapanpun dan bagaimanapun kondisinya. Pelaksanaannya dapat dilakukan di sekolah, lingkungan sekitar maupun bersoialisasi dengan masyarakat. Sekolah merupakan tempat yang paling efektif melaksanakan kegiatan belajar. Perbedaan tingkat kecerdasan tersebut juga mempengaruhi kegiatan belajar masing-masing siswa, untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam belajar maka sekolah membentuk kelas akselerasi bagi siswa yang berkemampuan diatas rata-rata dan kelas reguler bagi siswa dengan kemampuan rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kegiatan belajar siswa akselerasi, (2) kegiatan belajar siswa reguler, (3) perbedaan kegiatan belajar siswa akselerasi dan siswa reguler. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri se- Kota Malang dengan jumlah sampel 153 responden yang meliputi 52 siswa akselerasi dan 101 siswa reguler. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode angket. Teknik analisis yang dilakukan menggunakan analisis Uji-t yang dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kegiatan belajar antara siswa akselerasi dan siswa reguler yang diolah menggunakan SPSS 12 for windows. Hasil penelitian Hipotesis yang diuji diketahui bahwa nilai kualifikasi kegiatan belajar siswa akelerasi berada pada taraf tinggi (20,48), dan kualifikasi kegiatan belajar siswa reguler berada pada taraf cukup tinggi (112,56), t hitung yang didapatkan adalah 2,977 lebih besar dari t tabel 1,960 pada taraf signifikan 0,05, dengan demikian t hitung =2,977 > t tabel 5%= 1,960 yang berarti H0 yang berbunyi tidak ada perbedaan kegiatan belajar siswa akselerasi dan siswa reguler ditolak dan H1 yang berbunyi ada perbedaan kegiatan belajar antara siswa akselerasi dan reguler diterima, sehingga ada perbedaan yang antara kegiatan belajar siswa akselerasi dan siswa reguler. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, maka dapat disimpulkan kegiatan belajar siswa akselerasi lebih tinggi dibandingkan kegiatan belajar siswa reguler. Adapuan saran yang diperkirakan dapat meningkatkan kualitas kegiatan belajar adalah: (1) Bagi Kepala Sekolah, meningkatkan sarana dan prasarana khususnya bagi siswa akselerasi agar kemampuan,minat dan bakatnya lebih terasah,(2) Bagi siswa Akselerasi meningkatkan daya kreatif dan keterampilannya,(3) Siswa reguler meningkatkan kegiatan belajar,dan dapat mengatur waktu untuk belajar, (4) Bagi peneliti selanjutnya hendaklah meneliti variabel-variabel lain dan memperluas lokasi penelitian serta memperbanyak subjek yang diteliti.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 24 Mar 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/3228

Actions (login required)

View Item View Item