Ekspresi gen MTA3 sebagai biomarker gene potensial pada kasus Colorectal Cancer (CRC) dan tahap Ephithelial Mesenchymal Transition (EMT) / Melati Putri Petiwi

Pertiwi, Melati Putri (2019) Ekspresi gen MTA3 sebagai biomarker gene potensial pada kasus Colorectal Cancer (CRC) dan tahap Ephithelial Mesenchymal Transition (EMT) / Melati Putri Petiwi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v RINGKASAN Pertiwi, Melati Putri. 2018. Ekspresi Gen MTA3 sebagai Biomarker Gene Potensial pada Kasus Colorectal Cancer (CRC) dan Tahap Epithelial Mesenchymal Transition (EMT). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Dwi Listyorini, M.Si., D.Sc. dan (II) Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes., Ph.D Kata Kunci : Metastasis-Associated Protein 3 (MTA3), Ekspresi Gen, Colorectal Cancer (CRC), Epithelial Mesenchymal Transition (EMT) Colorectal Cancer (CRC) berada pada peringkat ketiga kasus kanker yang paling sering terjadi dengan 1,36 juta kasus baru di tahun 2012 dan di peringkat keempat sebagai tipe kanker yang paling banyak menyebabkan kematian. Metastasis menjadi penyebab lebih dari 90% kematian akibat kanker di seluruh dunia dan tahap Epithelial-to-mesenchymal transition (EMT) menjadi progres awal penyebaran sel kanker menuju jaringan lain di seluruh tubuh atau metastasis. Gen Metastasis-Associated Protein 3 (MTA3) telah dikonfirmasi sebagai tumor supresor dengan menekan terjadinya EMT melalui penurunan ekspresi gen SNAIL dan berlanjut pada peningkatan ekspresi E-Cadherin. MTA3, SNAIL, dan E-Cadherin bekerja melalui jalur transforming growth factor-β (TGF-β) yang melibatkan reseptor TGF-β/TGFBR. Pada penelitian ini diperoleh 7 sampel dengan jenis kelamin seluruhnya pria, empat sampel berada pada stadium III yaitu S2, S3, S6, S7 dan tiga sampel pada stadium IV yaitu S1, S4, dan S5. Ekspresi MTA3 yang cenderung rendah pada ketujuh sampel menunjukkan cenderung perannya sebagai tumor supresor dengan turut menurunkan ekspresi TGF-β sehingga ekspresi TGFBR1 juga menurun. Rendahnya ekspresi MTA3 dapat disebabkan oleh rendahnya ekspresi estrogen receptor (ER) dan tingginya ekspresi metastasis-associated protein-1 (MTA1). Sedangkan rendahnya ekspresi TGFBR1 disebabkan oleh kondisi microsatellite instability (MIS) yang berlanjut pada mutasi disertai mismatch-repair defects pada proses transkripsi. Pada tumor stadium akhir ekspresi TGFBR cenderung beriringan dengan SNAIL, namun pada penelitian justru terjadi sebaliknya. Ekspresi TGFBR1 yang tidak beriringan dengan SNAIL menunjukkan bahwa ekspresi SNAIL dapat diregulasi oleh jalur lain, diantaranya yaitu Wnt/β-Catenin, PIK/AKT dan RAS/RAF. Ekspresi E-Cadherin lebih rendah daripada SNAIL pada sampel S1, S2, S3, S4, S6, dan S7 sehingga dapat diprediksi EMT mulai berkembang, sedangkan pada S5 justru ekspresi E-Cadherin lebih tinggi daripada SNAIL diduga EMT masih belum berkembang. Perbedaan ekspresi E-Cadherin diketahui diregulasi oleh jalur Wnt melalui β-Catenin dan TGF-β melalui SMAD4.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 04 Mar 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/26894

Actions (login required)

View Item View Item