Uji kualitas mikrobiologi dan identifikasi kapang kontaminan pada biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) yang dijual di pasar tradisional Kota Malang / Anindya Nirmala Permata

Permata, Anindya Nirmala (2018) Uji kualitas mikrobiologi dan identifikasi kapang kontaminan pada biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) yang dijual di pasar tradisional Kota Malang / Anindya Nirmala Permata. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Permata, Anindya Nirmala. 2018. Uji Kualitas Mikrobiologi dan Identifikasi Kapang Kontaminan Pada Biji Ketumbar (Coriandrum Sativum L.) yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti,M.Pd, (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes. Kata Kunci : Ketumbar, Kota Malang, uji kualitas mikrobiologi, identifikasi kapang Ketumbar (Coriandrum sativum) merupakan rempah-rempah yang memiliki kandungan nutrisi. Tiap 100 gram biji ketumbar mengandung gizi antara lain: energi 404 kkal, protein 14,10 gram, lemak 16,10 gram, karbohidrat 54,20 gram, kalsium 630 mg, fosfor 370 mg, besi 17,9 mg, vitamin A 1570 Sl, vitamin B1 0,20 mg, dan air 11,20 gram (Astawan, 2016). Kandungan gizi yang ada pada biji ketumbar ini akan dimanfaat-kan oleh kapang untuk membentuk energi. Ketumbar berpotensi untuk terkontaminasi oleh mikroba, termasuk kapang karena mengandung nutrisi yang juga diperlukan oleh kapang. Kapang dapat menyebabkan penurunan kualitas bahan makanan dan makanan. Menurut Hastuti (2010) makanan berkualitas buruk karena terkontaminasi oleh kapang akan mengalami perubahan tekstur, misalnya: berserbuk pada permukaannya, berserabut halus, hancur sebagian, warna mengalami perubahan karena tertutup oleh spora-spora ka-pang yang berwarna-warni, dan aroma yang dihasilkan oleh kapang, selain itu juga dapat mengalami perubahan akibat pertumbuhan kapang kontaminan yang menghasilkan se-nyawa-senyawa metabolit sekunder yang berbahaya, misalnya mikotoksin. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian kualitas mikrobiologi untuk menge-tahui kelayakan bahan makanan dan makanan. Kualitas mikrobiologi ketumbar dapat ditentukan berdasarkan Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang. Menurut Badan Pe-ngawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (2009) batas maksimum ALT koloni ka-pang dan khamir pada rempah-rempah adalah 2 x 104 koloni/g. Apabila ALT koloni ka-pang biji ketumbar melewati batas maksimum yang telah ditetapkan, maka biji ketumbar tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Kapang kontaminan pada biji ketumbar dapat menyebabkan gangguan kesehatan, di samping menurunkan nilai gizi, juga beberapa spesies diantaranya mempunyai potensi menghasilkan mikotoksin. Berdasarkan hal tersebut, perlu diteliti kualitas mikrobiologi biji ketumbar berdasarkan ALT koloni kapang, selain itu juga perlu dilakukan identifikasi spesies-spesies kapang kontaminan pada biji ketumbar di pasar tradisional Kota Malang ii untuk meneliti ada atau tidak adanya spesies kapang kontaminan yang berpotensi meng-hasilkan mikotoksin berdasarkan kajian pustaka. Sampel ketumbar yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari dua pedagang yang berasal dari satu pasar yang sama pada 1 kecamatan. Adapun jumlah pasar yang me-njadi sampel dalam penelitian ini ada 5 pasar. Pengambilan sampel dilakukan 3 kali deng-an selang waktu 2 minggu. Sampel ketumbar dicampur lalu diambil 10 gram untuk di-haluskan dan dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1 %, sehingga diperoleh larutan dengan tingkat pengenceran 10-1. Selanjutnya larutan diencerkan sampai diperoleh tingkat pengenceran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, dan 10-6. Kemudian suspensi dari masing-masing tingkat pengenceran diinokulasikan sebanyak 0,1 % pada medium Potato Dekstrose Agar (PDA) dan diinkubasikan pada suhu 27 ℃ selama 7x24 jam, lalu dilakukan penghitungan nilai Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang. Berdasarkan ketentuan dari BPOM tahun 2009, batas maksimum ALT koloni kapang dan khamir pada rempah-rempah ialah 2 x 104 koloni/g. Hasil penelitian terhadap biji ketumbar yang dijual di pasar tradisional Kota Malang menunjukkan ALT koloni kapang sebesar 1,3 x 107 koloni/g. ALT koloni kapang biji ketumbar yang dijual di pasar tradisional Kota Malang melebihi batas maksimum yang ditetapkan pleh BPOM, se-hingga dapat dikatakan bahwa ketumbar yang dijual dipasar tradisional Kota Malang kurang layak dikonsumsi. Setelah itu dilakukan identifikasi kapang yang ditemukan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ditemukan 13 isolat kapang, yang terdiri dari: 1 ordo khusus yakni Mycellia Sterilia dan 3 genus kapang, yaitu Aspergillus, Penicillium, dan Paecilomyces. Anggota genus Aspergillus yang ditemukan dalam biji ketumbar adalah Aspergillus parasiticus Speare, Aspergillus candidus Link, Aspergillus restrictus G. Smith, Aspergillus ochraceous Wilhelm, Aspergillus niger van Tieghem, Aspergillus ustus (Bain.) Thom & Church, Aspergillus penicilloides Spegazzini, dan Aspergillus wentii Wehmer. Anggota genus Penicillium yang ditemukan dalam biji ketumbar adalah Penicillium phoeniceum van Beyma dan Penicillium digitatum (Pers.: Fr) Sacc. Anggota genus Paecilomyces yang ditemukan dalam biji ketumbar adalah Paecillomyces javanicus (Friedrichs et Bally) Brown & Smith, dan Paecillomyces variotii Baimer. Beberapa spesies kapang yang ditemukan dalam sampel biji ketumbar merupakan kapang penghasil mikotoksin berdasarkan kajian pustaka. Beberapa spesies kapang kontaminan penghasil mikotoksin yang berhasil ditemukan, antara lain: Aspergillus parasiticus Speare, Aspergillus ochraceous Wilhelm, dan Aspergillus niger van Tieghem. Berdasarkan hal tersebut, maka diharapkan para konsumen selalu memilih dengan cermat iii biji ketumbar yang akan dikonsumsi. Sebaiknya tidak memilih biji ketumbar yang telah rusak dengan ciri-ciri: biji pecah, berserabut, atau hancur, karena rawan terkontaminasi oleh kapang kontaminan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/26881

Actions (login required)

View Item View Item