Potensi ekstrak minyak atsiri bawang putih tunggal (Allium sativum L.) terhadap kadar malondialdehid (MDA) hepar mencit (Mus musculus) galur Balb-C model aterosklerosis / Innurvi Diharningrum

Diharningrum, Innurvi (2018) Potensi ekstrak minyak atsiri bawang putih tunggal (Allium sativum L.) terhadap kadar malondialdehid (MDA) hepar mencit (Mus musculus) galur Balb-C model aterosklerosis / Innurvi Diharningrum. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v RINGKASAN Diharningrum Innurvi. 2018. Potensi Ekstrak Minyak Atsiri Bawang Putih Tunggal (Allium Sativum L.) Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Hepar Mencit (Mus Musculus) Galur Balb-C Model Aterosklerosis. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Rahayu Lestari M.Si. (II) Dr. H. Abdul Gofur M.Si. Kata Kunci Ekstrak minyak atsiri bawang putih tunggal Malondialdehid Hepar Mencit Aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyakit inflamasi kronis pada pembuluh darah arteri dengan peningkatan prevalensi penderita tiap tahun. Aterosklerosis ditandai dengan pembentukan plak pada lapisan intima pembuluh darah arteri yang dipicu oleh peningkatan kadar lemak serta radikal bebas dalam darah. Radikal bebas dapat merusak membran sel melalui proses peroksidasi lipid dan menghasilkan Malondialdehid (MDA) yang dapat memicu kerusakan DNA dan kematian sel. Ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.) lokal mengandung senyawa aktif organosulfur diantaranya allicin ajoene diallyl sulfide (DAS) diallyl disulfide (DADS) dan diallyl trisulfide (DATS) 2-Propen Asam Sulfinat yang diduga memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat menurunkan kadar MDA. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efek antioksidan ekstrak bawang putih tunggal lokal terhadap penurunan kadar Malondialdehid (MDA) pada hepar Mencit Model Aterosklerosis. Mencit dibuat Aterosklerosis dengan pemberian diet tinggi lemak. Perlakuan diberikan selama 30 hari dengan kelompok perlakuan meliputi perlakuan normal (mencit normal) kontrol negatif (mencit dengan Ateroklerosis) kontrol positif (mencit Aterosklerosis dengan pemberian simvastatin) P1 (Mencit Aterosklerosis dengan pemberian ekstrak minyak atsiri bawang tunggal 0 5%) P2 (Mencit Aterosklerosis dengan pemberian ekstrak minyak atsiri bawang tunggal 1%) P3 (Mencit Aterosklerosis dengan pemberian ekstrak minyak atsiri bawang tunggal 2%). Pada akhir perlakuan dilakukan dislokasi dan pembedahan untuk pengambilan organ hepar mencit. Hepar kemudian diuji kadar MDA dengan metode Thio Barbituric Acid (TBA) dan hasil uji dianalisa dengan spektrofotometer. Data kadar MDA pada hepar mencit dianalisis menggunakan analisis statistik varian tunggal satu arah (One Way Anova) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak minyak atsiri bawang putih tunggal lokal tidak berpengaruh terhadap kadar MDA (P 0 05). Kelompok P2 menunjukkan kadar MDA paling mendekati normal dengan penurunan kadar MDA dibandingkan kelompok K- yakni 58 75 ng/mL.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/26865

Actions (login required)

View Item View Item