Lembaga kebudayaan nasional (lkn) dalam pergerakan politik kesusastraan di solo tahun 1955-1965 / Rio Handi Prasetya</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Lembaga kebudayaan nasional (lkn) dalam pergerakan politik kesusastraan di solo tahun 1955-1965 / Rio Handi Prasetya</p>

Prasetya, Rio Handi (2021) Lembaga kebudayaan nasional (lkn) dalam pergerakan politik kesusastraan di solo tahun 1955-1965 / Rio Handi Prasetya</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

LKN adalah salah satu dari banyak organisasi kebudayaan terkemuka. Perubahan situasi politik pasca peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965 memberi dampak besar kepada banyak organisasi kebudayaan salah satunya LKN. Kebangkitan Orde Baru dalam perpolitikan Indonesia tidak memberikan ruang gerak terhadap semua organisasi kebudayaan termasuk LKN baik daerah maupun nasional. Oleh karena itu penelitian ini mencoba untuk menggambarkan kiprah perjuangan LKN di lapangan kebudayaan pada kurun waktu 1955 sampai sebelum pecahnya peristiwa G30S. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana kondisi Perkembangan Lembaga Kebudayaan Nasional di Solo yang berdiri pada tahun 1955. (2) Bagaimana Peran Marhaenisme dalam Langkah Strategi Kebudayaan yang Dijalankan Lembaga Kebudayaan Nasional. (3) Bagaimana Aktivitas kebudayaan Lembaga Kebudayaan Nasional sampai Pada Kefakumannya Pasca Peristiwa G30S. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis dengan langkah-langkah sebagai berikut (1) pemilihan topik (2) heuristik (pengumpulan sumber sekunder maupun sumber primer) (3) verifikasi (kritik intern dan kritik ekstern) (4) interpretasi dan (5) historiografi. Berdasarkan analisis dari penelitian ini adalah (1) Terbentuknya LKN dipelopori oleh PNI cabang Solo pada tahun 1955 sebagai wujud dari kepedulian PNI dalam bidang kebudayaan. LKN didirikan dari daerah-daerah barulah pada kongresnya dibentuk LKN pusat (2) Tujuan PNI mendirikan LKN adalah sebagai alat politik yang mengkampanyekan ideologi marhaenisme dalam kebudayaan. Cita-cita kebudayaan nasional yang dimaksud adalah konsep kebudayaan yang sama dengan konsepsi kebudayaan marhaenis dan bercorak pancasilaisme. (3) Aktivitas kebudayaan LKN searah dengan yang dicita-citakan Lekra sehingga kedua organisasi kebudayaan ini memiliki kedekatan baik secara ideologis maupun prakteknya. Selain itu hal tersebut juga berdampak besar bagi LKN pasca peristiwa G30S. Hal ini berpokok pada perubahan kebijakan pemerintah Orde Baru yang anti komunis dan de-Soekarnoisasi dengan cara memisahkan kebudayaan dengan politik sehingga LKN dan organisasi kebudayaan yang lain menghilang secara perlahan-lahan. Berdasarkan penelitian ini saran yang dapat diberikan adalah diperlukan kajian mengenai langkah dan strategi organisasi kebudayaan yang mampu membendung pengaruh paham-paham asing yang buruk serta mampu menambah rasa nasionalisme terhadap bangsa sendiri. Hal ini diperlukan karena mengingat kondisi budaya asli dan rasa nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang makin hilang termakan globalisasi. Mengingat cara-cara yang dilakukan oleh organisasi kebudayaan waktu itu cukup efektif untuk menangani masalah tersebut.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Sejarah (SEJ) > S1 Ilmu Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Apr 2021 04:29
Last Modified: 09 Sep 2021 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/265155

Actions (login required)

View Item View Item