Perbedaan pertumbuhan eksplan kotiledon tujuh genotipe jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada media murashige skoog (MS) dengan penambahan IBA 0,4 mg/I dan BAP 0,5 mg/I secara in vitro / Haslinda Yasti Agustin

Agustin, Haslinda Yasti (2010) Perbedaan pertumbuhan eksplan kotiledon tujuh genotipe jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada media murashige skoog (MS) dengan penambahan IBA 0,4 mg/I dan BAP 0,5 mg/I secara in vitro / Haslinda Yasti Agustin. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Agustin, Haslinda Yasti. 2010. Perbedaan Pertumbuhan Eksplan Kotiledon Tujuh Genotipe Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) pada Media Murashige Skoog (MS) dengan Penambahan IBA 0,4 mg/l dan BAP 0,5 mg/l secara In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Betty Lukiati, M.S., (II) Dr. Ir. Rully Dyah Purwati, M. Phil. Kata kunci: genotipe jarak pagar, pertumbuhan eksplan kotiledon. Cadangan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin menipis mendorong untuk memanfaatkan sumber-sumber bahan bakar alternatif yang dapat dikembangkan dan dapat diperbaharui (bahan bakar nabati). Tanaman jarak pagar (J. curcas) merupakan salah satu sumber bahan bakar nabati karena bijinya dapat digunakan sebagai bahan biodiesel. Pengembangan J. curcas dititikberatkan pada penyediaan bibit. Kultur jaringan merupakan salah satu alternatif perbanyakan tanaman yang mampu menghasilkan bibit dalam skala besar. Banyak genotipe J. curcas yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Genotipe yang dipilih untuk dikembangkan umumnya genotipe yang memiliki produksi yang tinggi tiap tahunnya, sehingga dapat dihasilkan bibit genotipe unggul. Penelitian ini menggunakan eksplan kotiledon tujuh genotipe J. curcas dari Balittas. Genotipe tersebut antara lain: B01, B48, B88, C72, D8, D28, dan D104. Penelitian dilakukan mulai bulan Oktober 2009 sampai dengan bulan Januari 2010 di Laboratorium Kultur Jaringan Pemuliaan Tanaman, Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas), Malang, Jawa Timur. Jenis penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan, tiap ulangan terdiri atas 5 botol kultur. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi: pertambahan berat eksplan, kecepatan munculnya kalus, persentase eksplan menjadi kalus, kecepatan munculnya tunas, persentase kalus membentuk tunas, dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum ada perbedaan pertumbuhan eksplan kotiledon tujuh genotipe J. curcas pada media MS dengan penambahan IBA 0,4 mg/l dan BAP 0,5 mg/l, dengan parameter: kecepatan pembentukan kalus, persentase eksplan menjadi kalus, kecepatan pembentukan tunas, dan persentase kalus membentuk tunas, tetapi tidak ada perbedaan untuk parameter pertambahan berat eksplan dan jumlah tunas. Genotipe yang mampu merespon pertumbuhan eksplan paling baik adalah genotipe D28, memiliki kelebihan dalam hal: semua eksplannya membentuk kalus, munculnya kalus rata-rata 9 hari, persentase pembentukan tunas paling tinggi, dan munculnya tunas paling cepat kedua dibawah genotipe D104. Saran yang dapat diusulkan berdasarkan hasil penelitian, sebaiknya dilakukan pengukuran kadar klorofil, serta anatomi kalus yang dihasilkan untuk melihat perbedaan pertumbuhan eksplan dan memperkuat hasil penelitian. Waktu penelitian sebaiknya dilakukan lebih dari 2 bulan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. ii KATA PENGANTAR

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jun 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/26199

Actions (login required)

View Item View Item