Pengaruh akrilamid terhadap pencapaian kedewasaan seksual dan panjang siklus estrus mencit (Mus Musculus) betina galur balb C / Annisaassa'diyah

Annisaassa'diyah (2009) Pengaruh akrilamid terhadap pencapaian kedewasaan seksual dan panjang siklus estrus mencit (Mus Musculus) betina galur balb C / Annisaassa'diyah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Akrilamid merupakan senyawa kimia berwarna putih, tidak berbau, berbentuk butiran kristal padat, mudah larut dalam air, mudah bereaksi melalui reaksi amida atau ikatan rangkapnya, berbentuk padat stabil pada suhu kamar tapi mudah menjadi monomer ketika terjadi peleburan dengan bantuan sinar matahari. Akrilamid terdapat di dalam makanan yang banyak mengandung tepung dengan pengolahan pada pemanasan suhu tinggi (diatas 1200 C) seperti digoreng atau dipanggang. Berdasarkan penelitian Chapin et al (1995) dan Tyl et al (2000a) dalam JIFSAN (2002), menunjukkan bahwa dosis akrilamid di atas 15 mg/kg bb/hari menunjukkan adanya tanda-tanda neurotoksik, adanya perubahan pada tingkah laku kawin (kopulasi), dapat menurunkan kesuburan, dan meningkatkan resorbsi pada pre-implantasi dan post-implantasi pada tikus dan mencit. Pemberian akrilamid dengan dosis di atas 15 mg/kg bb/hari tersebut diketahui dapat menurunkan kesuburan, tetapi dosis akrilamid sebesar 15 mg/kg bb/hari ataupun dosis diatasnya belum diketahui pengaruhnya terhadap pencapaian kedewasaan seksual dan panjang siklus estrus mencit. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh akrilamid terhadap pencapaian kedewasaan seksual mencit; (2) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh akrilamid terhadap panjang siklus estrus mencit. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dianalisis dengan anava tunggal pada taraf uji 5 % serta dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Sampel yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) betina galur Balb C berumur 21 hari (lepas sapih) dengan berat badan 6,5-8,5 gram. Dosis akrilamid dalam penelitian ini yaitu 0; 15; 20; dan 25 mg/kg bb/hari, larutan diberikan secara gavage sebanyak 0,5 ml/20 gram bb/hari. Umur kedewasaan seksual dapat diketahui dari awal terbukanya lubang vagina, sedangkan panjang siklus estrus dapat diketahui dengan cara menghitung panjang hari atara suatu tahap estrus dan tahap estrus berikutnya dengan metode lavage. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akrilamid dengan masing-masing dosis 15, 20 dan 25 mg/kg bb mencit/hari memberikan pengaruh yang berbeda nyata antara yang satu dengan yang lain dan semakin tinggi dosis akrilamid maka umur pencapaian kedewasaan seksual semakin lambat. Semua dosis akrilamid yang diberikan pada mencit (15, 20, dan 25 mg/kg bb mencit/hari) dapat memperlambat rerata panjang siklus estrus, tetapi masing-masing dosis tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata antara yang satu dengan yang lain.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 12 May 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/26118

Actions (login required)

View Item View Item