Pengembangan modul IPA terpadu model learning cycle dengan tema pencemaran lingkungan untuk siswa kelas VII SMP Negeri 2 Malang / Sulis Pujiningtias

Pujiningtias, Sulis (2011) Pengembangan modul IPA terpadu model learning cycle dengan tema pencemaran lingkungan untuk siswa kelas VII SMP Negeri 2 Malang / Sulis Pujiningtias. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata Kunci : pengembangan modul, IPA Terpadu, Learning Cycle. Berdasarkan lampiran Permendiknas RI no 22 tahun 2006 , pembelajaran IPA di SMP dilakukan secara terpadu. IPATerpadu merupakan pembelajaran yang melihat suatu tema atau konsep yang dibahas dari berbagai aspek mata pelajaran dalam kajian IPA. Bahan kajian IPA meliputi makhluk hidup dan proses kehidupan, materi dan sifatnya, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta. bahwa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru IPA di SMPN 2 Malang salah satu kendala yang dihadapai untuk menerapkan IPA Terpadu adalah ketiadaan bahan ajar. Salah satu alternatif tindakan pemecahan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengembangkan modul pembelajaran IPA Terpadu. Modul adalah paket pengajaran yang membahas suatu topik atau pokok bahasan tertentu yang tersusun dalam lembaran atau brosur yang terdiri dari petunjuk guru, lembar kegiatan siswa, lembar kerja siswa, kunci jawaban lembar kerja siswa, lembar tes, dan lembar kunci jawaban tes (Margono, 1994 dalam Widyati 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul IPA Terpadu model Learning Cycle untuk siswa kelas VII SMP Negeri 2 Malang. Model pengembangan modul yang digunakan adalah model pengembangan 4D milik Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (1974). Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu Define, Design, Develop, dan Desseminate. Namun pada penelitian ini, hanya digunakan 3 tahap yaitu Define, Design, dan Develop. Pada penelitian pengembangan, peneliti tidak meneliti efekifitas penggunaan perangkat dalam KBM sehingga tahap Desseminate tidak dilakukan. Modul IPA terpadu yang dikembangkan menggunakan siklus belajar (Learning Cycle) 4 tahap yaitu eksplorasi, eksplanasi, ekspansi, dan evaluasi. Modul pembelajaran berbasis konstruktivisme model Learning Cycle ini mengambil tema pencemaran lingkungan. Tema ini mencakup Kompetensi Dasar 7.4 mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan yang dipadukan dengan Kompetensi Dasar 4.1 mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Model keterpaduan yang digunakan pada pengembangan modul pembelajaran IPA terpadu adalah model webbed. Fogarty (1991:54), pembelajaran terpadu model webbed adalah pengajaran tematik yang menggunakan tema sebagai dasar pengajaran dalam berbagai disiplin ilmu. Model keterpaduan webbed digunakan karena menggunakan tema pencemaran lingkungan sebagai dasar pengajaran dalam pemaduan pada bidang kajian yang berbeda. KD 7.4 dan 4.1 merupakan kompetensi dasar yang masuk dalam bidang kajian makhluk hidup dan proses kehidupan sedangkan KD 4.1 mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari terdapat konsep pencemaran lingkungan merupakan kompetensi dasar yang masuk dalam bidang kajian materi dan sifatnya. Berdasarkan data rekapitulasi validasi ahli media didapatkan rata-rata hasil validasi sebesar 74,35% dengan kriteria cukup valid. Berdasarkan data rekapitulasi validasi ahli materi didapatkan rata-rata hasil validasi sebesar 87,36% dengan kriteria valid. Berdasarkan data rekapitulasi validasi guru didapatkan rata-rata hasil validasi sebesar 95,59% dengan kriteria valid. Modul yang dikembangkan memiliki kelebihan antara lain 1) modul berbasis konstruktivisme, 2) modul dikembangkan dengan menggunakan pendekatan IPA Terpadu, 3) Pembelajaran bersifat salingtemas, 4) modul disusun untuk membantu siswa aktif dan mandiri dalam membangun pengetahuannya, 5) modul memberi kesempatan siswa untuk belajar secara kooperatif karena pada modul terdapat kegiatan yang dilakukan secara berkelompok.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 30 Sep 2011 04:29
Last Modified: 09 Sep 2011 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/24783

Actions (login required)

View Item View Item