Optimasi produksi keratinanase oleh Bacillus sp. MD24 menggunakan metode solid-state fermentation dan aplikasinya pada proses dehairing kulit kambing / Yuniar Avia Mulyadewi

Mulyadewi, Yuniar Avia (2018) Optimasi produksi keratinanase oleh Bacillus sp. MD24 menggunakan metode solid-state fermentation dan aplikasinya pada proses dehairing kulit kambing / Yuniar Avia Mulyadewi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Mulyadewi, Y. A . 2018. Optimasi Produksi Keratinase oleh Bacillus sp. MD24 menggunakan Metode Solid-State Fermentation dan Aplikasinya pada Proses Dehairing Kulit Kambing. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Evi Susanti, S.Si., M.Si. Kata kunci: keratin, keratinase, Bacillus sp. MD24, Solid-State Fermentation, dehairing kulit kambing. Keratinase adalah protease spesifik yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi keratin. Ekstrak kasar keratinase dari Bacillus sp. MD24 yang diproduksi dengan metode Submerged Fermentation (SmF) telah terbukti dapat diaplikasikan untuk dehairing kulit kambing. Namun, proses dehairing tersebut masih membutuhkan waktu 72 jam untuk menghilangkan bulu sepenuhnya, sehingga belum efektif dalam penggunaan industri. Hal tersebut disebabkan rendahnya aktivitas ekstrak kasar keratinase. Solid-State Fermentation (SSF) merupakan metode fermentasi alternatif yang dilakukan pada medium padat dengan kadar air rendah dengan aktivitas yang tinggi. Keratinase telah diproduksi menggunakan metode SSF dengan hasil aktivitas keratinase pada kelembaban 250 % lebih tinggi dibandingkan SmF. Namun, produksi keratinase dengan metode SSF belum menghasilkan aktivitas yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan aktivitas keratinase optimum pada variasi kelembaban dengan metode Solid-State Fermentation (SSF) menggunakan substrat bulu ayam dan (2) mengetahui jumlah enzim keratinase yang digunakan untuk dehairing persatuan luas permukaan kulit. Penelitian terdiri dari 7 tahapan yaitu (1) regenerasi kultur murni Bacillus sp. MD24; (2) persiapan inokulum; (3) preparasi substrat bulu ayam; (4) penentuan kelembaban optimum produksi keratinase tertinggi menggunakan Solid-State Fermentation (SSF); (5) pembuatan ekstrak kasar keratinase; (6) penentuan aktivitas enzim; (7) pengujian ekstrak kasar keratinase sebagai agen dehairing kulit kambing; dan (8) analisis data. Penentuan aktivitas enzim menggunakan kasein sebagai substrat. Kadar tirosin yang dihasilkan dari hidrolisis kasein dengan ekstrak kasar keratinase ditentukan secara spektroskopi visible dengan metode Anson pada panjang gelombang 660 nm. Produksi keratinase tertinggi menggunakan metode SSF diperoleh pada tingkat kelembaban 500 % dengan fermentasi selama 3 hari. Keratinase hasil produksi pada kelembaban 500% dengan penambahan kation logam divalent Ca2+ 1 mM mampu digunakan untuk proses dehairing kulit kambing selama 24 jam dengan luas permukan 1cm2.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Sep 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/24058

Actions (login required)

View Item View Item