Sintesis dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Kalium dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) terhadap Staphylococcus aureus / Siti Cholifah

Cholifah, Siti (2018) Sintesis dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Kalium dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) terhadap Staphylococcus aureus / Siti Cholifah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Cholifah, Siti. 2018. Sintesis dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Kalium dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) terhadap Staphylococcus aureus. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Aman Santoso, M.Si., Kata kunci: minyak biji nyamplung, sabun cair, surfaktan, antibakteri Jerawat adalah penyakit kulit dapat mengganggu penampilan fisik, aktivitas dan mengurangi kepercayaan diri pada seseorang. Minyak biji nyamplung diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat yaitu Staphylococcus aureus. Sintesis sabun cair dari minyak biji nyamplung dengan penambahan asam sitrat dan surfaktan kokamidopropil untuk mengetahui potensinya sebagai antibakteri yang sama dengan minyak biji nyamplung, sehingga dapat digunakan sebagai sabun perawatan kulit berjerawat. Tujuan dari penelitian ini adalah(1 ) isolasi dan karakterisasi minyak biji nyamplung, (2) sintesis sabun cair dari minyak biji nyamplung yang memenuhi standar kelayakan SNI 06-0485-1996, (3) memperoleh data bioaktivitas antibakteri minyak dan sabun terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian secara eksperimen laboratoris yang terdiri dari 6 tahap. Tahap 1 preparasi sampel, dan larutan meliputi pengumpulan, pengeringan dan pembuatan serbuk biji nyamplung dan pembuatan larutan untuk karakterisasi. Tahap 2 isolasi minyak biji nyamplung dengan metode Soxhletasi. Tahap 3 karakterisasi minyak meliputi wujud, warna, massa jenis, viskositas, kelarutan, bilangan asam, dan bilangan penyabunan. Tahap 4 sintesis sabun cair dari minyak biji nyamplung. Tahap 5 karakterisasi sabun meliputi uji fisik dan kesukaan, massa jenis, pH, viskositas, asam lemak bebas, dan kadar alkali bebas. Tahap 6 uji aktivitas antibakteri minyak dan sabun dari biji nyamplung terhadap Staphylococcus aureus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) isolasi minyak biji nyamplung menghasilkan minyak berwarna hijau tua jernih dengan rendemen 63,38% dan memiliki karakteristik massa jenis 0,75 g/mL, viskositas 32,47 cSt, bilangan asam 33,39 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 191,21 mg KOH/g. (2) Sabun dengan penambahan asam sitrat dan sabun dengan penambahan asam sitrat dan surfaktan memenuhi standar SNI 06-4085-1996. Sedangkan sabun tanpa penambahan bahan aditif tidak memenuhi standar SNI 06-4085-1996 pada uji pH dan kadar alkali bebas. (3) minyak dan ketiga formulasi sabun memiliki bioaktifitas yang tinggi dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Sep 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/24056

Actions (login required)

View Item View Item