Karakterisasi dan uji daya adsorpsi ampas tebu (Sccharum Officinarum. L) sebagai adsorben ion kadmium (II) / Rhenta Fervin

Fervin, Rhenta (2018) Karakterisasi dan uji daya adsorpsi ampas tebu (Sccharum Officinarum. L) sebagai adsorben ion kadmium (II) / Rhenta Fervin. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v RINGKASAN Fervin, Rhenta. 2018. Karakterisasi dan Uji Daya Adsorpsi Ampas Tebu (Saccharum Officinarum. L) Sebagai Adsorben Ion Kadmium(II). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Yudhi Utomo, M.Si., (II) Dr. Endang Budiasih, M.S. Kata Kunci : Ampas tebu, adsorben, delignifikasi , adsorpsi, Ion Kadmium(II) Ampas tebu merupakan salah satu limbah pertanian yang begitu melimpah keberadaanya dan belum termanfaatkan secara optimal. Secara kimiawi komponen utama penyusun ampas tebu adalah selulosa 53,75%; 20,98% hemiselulosa, dan 17,56% lignin. Berdasarkan penelitian sebelumnya limbah pertanian yang mengandung selulosa mempunyai potensi sebagai adsorben dengan menghilangkan kandungan lignin terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) delignifikasi ampas tebu yang dimodifikasi dengan metode ultrasonik yang dijadikan sebagai adsorben, 2) mengetahui karakteristik adsorben sebelum dan sesudah delignifikasi, 3) mengetahui kapasitas adsorpsi optimum oleh adsorben sebelum dan sesudah delignifikasi terhadap ion kadmium(II). Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di laboratorium penelitian Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang, dengan tahapan, yaitu (1) preparasi ampas tebu sebagai bahan adsorben (Adsorben A), dan proses delignifikasi ampas tebu dengan pelarut H2O2 10% (Adsorben B), menggunakan pelarut H2O2 10% dilanjutkan dengan NaOH 2M (Adsorben C), menggunakan pelarut H2O2 10% dilanjutkan dengan NaOH 2M serta dimodifikasi dengan metode ultrasonik (Adsorben D), (2) karakterisasi adsorben yang meliputi uji kadar air, kadar abu, identifikasi gugus fungsi menggunakan FTIR, dan analisis struktur permukaan adsorben menggunakan SEM (3) proses adsorpsi dengan adsorben ampas tebu terhadap ion kadmium(II) (4) penentuan konsentrasi ion kadmium(II) yang terserap menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, uji kadar air dan uji kadar abu masing-masing adosrben A,B,C, dan D tergolong baik, karena memiliki nilai dibawah prasyarat kualitas SNI 06-3730-1995. Hasil identifikasi gugus fungsi menggunakan FTIR untuk adsorben sebelum delignifikasi, menunjukkan adanya gugus fungsi -OH yang merupakan gugus fungsi pada selulosa. Selain itu juga terdapat serapan yang menunjukkan vibrasi ulur C=C aromatik, C=O, dan C-O-C, mengindikasikan bahwa gugus tersebut merupakan gugus khas dari lignin, sehingga proses delignifikasi dapat dikatakan belum maksimal untuk semua adsorben. 3) hasil identifikasi struktur permukaan adsorben juga menunjukkan perbedaan, yaitu adsorben dengan proses delignifikasi memiliki struktur permukaan yang lebih terbuka dan berpori dibandingkan dengan adsorben tanpa proses delignifikasi. Daya adsorpsi masing-masing adsorben A, B, C, dan D berturut-turut, yaitu 0,218 mg/g; 0,443 mg/g; 0,448 mg/g; 0,467 mg/g. Daya adsorpsi tertinggi diperoleh pada adsorben dengan proses delignifikasi menggunakan H2O2 10%, dilanjutkan dengan NaOH 2M serta diberi radiasi gelombang ultrasonik (Adsorben D).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 27 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/24022

Actions (login required)

View Item View Item