Pengaruh komposisi silika aerogel-karbon aktif terhadap karakterisrtik nanokomposit yang disintesis dengan metode sol-gel / Irfan

Irfan (2018) Pengaruh komposisi silika aerogel-karbon aktif terhadap karakterisrtik nanokomposit yang disintesis dengan metode sol-gel / Irfan. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Irfan. 2018. Pengaruh Komposisi Silika Aerogel-Karbon Aktif terhadap Karakteristik Nanokomposit yang Disintesis dengan Metode Sol-Gel. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nazriati, M.Si. (2) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S. Kata Kunci: adsorpsi, silika aerogel, karbon aktif, nanokomposit, metode sol-gel Limbah yang terdapat pada lingkungan sebagian besar diakibatkan oleh aktivitas industri. Adsorpsi merupakan metode yang efektif untuk mengolah limbah tersebut agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Silika aerogel merupakan salah satu adsorben yang memiliki kapasitas adsorpsi yang cukup besar karena memiliki luas permukaan yang besar dan porositas yang tinggi. Permukaan silika aerogel dapat dimodifikasi menggunakan agen pemodifikasi seperti methyltrimethoxysilane (MTMS), trimethylchlorosilane (TMCS), dan hexamethyldisilazane (HMDS). Kapasitas adsorpsi dari silika aerogel dapat ditingkatkan melalui pembentukan nanokomposit dengan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan variasi massa karbon aktif terhadap karakteristik dari nanokomposit yang disintesis. Pada penelitian ini, silika aerogel-karbon aktif disintesis melalui metode sol-gel dengan menggunakan agen pemodifikasi trimethylchlorosilane (TMCS) dan hexamethyldisilazane (HMDS). Perbandingan silika aerogel: TMCS: HMDS yang digunakan adalah 1: 0,03: 0,06. Terdapat beberapa tahapan pada penelitian ini yaitu preparasi abu bagasse, ekstraksi natrium silikat, pembuatan asam silikat, dan sintesis nanokomposit silika aerogel-karbon aktif. Nanokomposit silika aerogel-karbon aktif yang telah disintesis kemudian dianalisis menggunakan beberapa instrumen untuk mengetahui karakteristik dari nanokomposit yang telah diperoleh. Analisis yang digunakan yaitu analisis gugus fungsi menggunakan instrumen Fourier Transform Infrared Spectrophotometry (FTIR), analisis morfologi permukaan nanokomposit menggunakan instrumen Scanning Electron Microscopy (SEM), dan analisis luas permukaan spesifik menggunakan instrumen Brunauer-Emmet-Teller (BET). Berdasarkan hasil FTIR, terdapat pita khas pada bilangan gelombang 1080 cm-1, 2960 cm-1, 1250 cm-1 pada silika aerogel. Sedangkan, pada nanokomposit, terdapat pita serapan baru yaitu pada bilangan gelombang 1800 dan 2200 cm-1 yang mengindikasikan adanya vibrasi C=O dan C=C dari karbon aktif. Berdasarkan hasil SEM, nanokomposit silika aerogel- karbon aktif memiliki morfologi permukaan yang lebih seragam jika dibandingkan dengan silika aerogel. Berdasarkan hasil BET, massa optimum penambahan karbon aktif pada pembuatan nanokomposit silika aerogel-karbon aktif adalah 0,03 gram dengan luas permukaan spesifik sebesar 577,981 m2/g.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 09 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/24003

Actions (login required)

View Item View Item