Sintesis dan karakterisasi senyawa koordinasi dari reaksi antara garam CoCl2.6H2O dengan KSCN dan FeCl3.6H2O / Ernawati

Ernawati (2018) Sintesis dan karakterisasi senyawa koordinasi dari reaksi antara garam CoCl2.6H2O dengan KSCN dan FeCl3.6H2O / Ernawati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Ernawati. 2017. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Koordinasi dari Reaksi antara Garam CoCl2.6H2o dengan KSCN dan FeCl3.6H2O. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D., (II) Dr. Fariati, M.Sc. Kata-kata kunci: Karakterisasi, Senyawa kompleks, Sintesis, [Fe(H2O)6]3+, dan [Co(NCS)4]2─ Reaksi antara KSCN dan Co(SCN)2 menghasilkan senyawa kompleks K2[Co(NCS)4]. Salah satu senyawa kompleks yang tersusun atas anion [Co(NCS)4]2- adalah [Co(en)3][Co(NCS)4]NO3. Senyawa kompleks tersebut merupakan senyawa kompleks ionik yang terdiri dari kation kompleks [Co(en)3]3+, anion kompleks [Co(NCS)4]2─, dan anion pengimbang NO3─. Reaksi antara K2[Co(NCS)4] dengan [Fe(H2O)6]Cl3 dalam pelarut air diharapkan menghasilkan senyawa kompleks dengan jenis yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menentukan struktur senyawa kompleks tersebut. Sintesis dilakukan dengan mereaksikan CoCl2 dan KSCN dengan perbandingan jumlah mol 1:6 dalam air. Pada hasil reaksi yang diperoleh ditambahkan larutan FeCl3 dengan perbandingan jumlah mol 1:1 dalam pelarut air disertai dengan pengadukan menggunakan pengaduk ultrasonik. Larutan yang diperoleh diuapkan pada temperatur ruang hingga diperoleh kristal-kristal senyawa kompleks. Senyawa yang diperoleh diukur titik leburnya menggunakan Fisher-John Melting Point Apparatus untuk mengetahui untuk menentukan kebaruan, kemurnian, dan kestabilan termalnya. Analisis SEM-EDX untuk memperoleh rumus empiris senyawa. Data Spektroskopi IR digunakan untuk untuk mengetahui atom donor ion tiosianat yang berikatan dengan atom pusat. Uji kualitatif ion besi(III) dilakukan untuk mengetahui apakah ion besi(III) dalam senyawa kompleks tersolvasi oleh molekul-molekul air atau terikat oleh ligan tiosianat. Uji kualitatif ion klorida dilakukan untuk mengetahui apakah ion klorida dalam senyawa kompleks berlaku sebagai ligan atau sebagai ion pengimbang. Uji daya hantar listrik (DHL) digunakan untuk menentukan senyawa koordinasi tergolong ionik atau molekuler. Berdasarkan hasil analisis, rumus kimia yang mungkin dari senyawa kompleks dapat ditentukan dan diprediksi strukturnya. Energi bebas senyawa yang diperoleh dihitung dengan menggunakan program Spartan ÔÇÖ14. Struktur senyawa kompleks yang memenuhi adalah struktur dengan energi bebas terendah. Reaksi antara FeCl3 and K2[Co(NCS)4] menghasilkan kristal berwarna coklat tua berbentuk balok dengan titik lebur 108-112 oC. Titik lebur tersebut berada di atas titik lebur garam dan di bawah titik lebur ligan. Hal tersebut menunjukkan bahwa senyawa kompleks hasil sintesis merupakan senyawa baru. Hasil analisis EDX memberikan rumus empiris C4H24Cl4CoFe2N4O12S4. Data spektrum IR menunjukkan terdapat pita serapan pada bilangan gelombang 526 cm-1 dan 3429 cm-1, yang berturut-turut merupakan vibrasi ulur ikatan Fe-O dan vibrasi ulur ikatan O-H. Dua serapan tersebut menunjukkan bahwa molekul H2O terkoordinasi pada ion Fe3+. Serapan kuat pada bilangan gelombang 2092 cm-1ii merupakan vibrasi ulur ikatan C ≡ N dari ion tiosianat yang berikatan dengan atom pusat melalui atom donor N. Hasil uji DHL menunjukkan bahwa senyawa tersebut merupakan senyawa kompleks ionik. Hal ini didukung dengan hasil positif uji kualitatif ion klorida. Uji kualitatif ion Fe(III) menghasilkan endapan coklat yang menunjukkan bahwa ion tersebut berikatan dengan molekul-molekul air membentuk [Fe(H2O)6]3+. Berdasarkan hasil analisis, senyawa kompleks hasil sintesis terdiri dari kation [Fe(H2O)6]3+, anion [Co(NCS)4]2─, dan ion Cl─. Ion Cl─ bertindak sebagai ion pengimbang. Senyawa kompleks hasil sintesis tersebut adalah [Fe(H2O)6]2[Co(NCS)4]Cl4. Kation kompleks [Fe(H2O)6]3+ memiliki geometri oktahedral, sedangkan anion kompleks [Co(NCS)4]2 memiliki geometri tetrahedral.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 09 Jan 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/23985

Actions (login required)

View Item View Item