Optimasi produksi dan karakterisasi ekstrak kasar protease alkali dari bakteri isolat 2B hasil isolasi limbah penyamakan kulit / Dita Dwi Andriyani

Andriyani, Dita Dwi (2014) Optimasi produksi dan karakterisasi ekstrak kasar protease alkali dari bakteri isolat 2B hasil isolasi limbah penyamakan kulit / Dita Dwi Andriyani. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Andriyani, D. D. 2014. Optimasi Produksi dan Karakterisasi Ekstrak Kasar Protease Alkali Bakteri dari Isolat 2B Hasil Isolasi Limbah Penyamakan Kulit. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si., (II) Evi Susanti, S.Si., M.Si. Kata kunci : isolat 2B, optimasi produksi, renaturasi, profil protein     Bakteri alkalofil sering dimanfaatkan sebagai penghasil protease alkali. Isolat 2B merupakan bakteri hasil isolasi dari limbah penyamakan kulit yang memiliki habitat pH 9. Produksi enzim dari suatu mikroba sangat ditentukan oleh sumber nutrisi pada media kultur seperti sumber nitrogen dan karbon. Selain nutrisi, faktor lingkungan juga mempengaruhi, seperti pH media dan temperatur inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis sumber nitrogen, jenis sumber karbon, pH media, dan temperatur inkubasi optimum untuk memproduksi protease alkali dari bakteri isolat 2B. Karakterisasi protease alkali meliputi penentuan pH optimum, temperatur optimum aktivitas protease alkali, pengaruh pemanasan terhadap renaturasi protease, dan analisis profil protein dalam ekstrak kasar protease.     Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris meliputi beberapa tahap: (1) regenerasi kultur murni isolat 2B, (2) penentuan jenis sumber nitrogen terbaik, (3) jenis sumber karbon terbaik, (4) penentuan pH media optimum, (5) temperatur inkubasi optimum, dan (6) karakterisasi ekstrak kasar protease alkali, meliputi: penentuan pH dan temperatur optimum protease, analisis pengaruh pemanasan terhadap renaturasi protease, dan analisis profil protein dalam ekstrak kasar protease. Pada penentuan sumber nitrogen digunakan sumber N organik berupa ekstrak kedelai, bactotryptone, yeast extract, pepton, beef extract, dan susu skim. Pada variasi sumber karbon digunakan sukrosa, glukosa, laktosa, dan galaktosa. Optimasi kondisi fermentasi, meliputi pH media produksi yang divariasikan menjadi dua, yaitu pH 7 dan pH 9, sedangkan temperatur inkubasi dilakukan pada temperatur 35 oC, 40 oC, dan 45 oC. karakterisasi ekstrak kasar, meliputi penentuan pH optimum (pH 7; 8; 9; dan 10), temperatur optimum (30 oC; 35 oC; 40 oC; 45 oC, dan 50 oC), pengaruh temperatur pemanasan terhadap renaturasi enzim dilakukan pada temperatur 40 oC hingga ?? 94 oC dengan interval 10 oC, dan profil protein ditentukan dengan metode SDS PAGE.     Hasil yang diperoleh pada penelitian ini, media pertumbuhan yang dapat memproduksi protease alkali secara maksimal adalah media dengan komposisi ekstrak kedelai dan sukrosa pada pH 9 dan temperatur inkubasi 35 oC. Pada tahap karakterisasi didapatkan hasil bahwa aktivitas protease alkali optimum pada pH 9 dan temperatur 40 oC. Renaturasi protease dapat terjadi pada temperatur ?? 94 oC. Berdasarkan hasil analisis SDS PAGE, protein- protein utama yang terdapat dalam ekstrak kasar enzim protease mempunyai berat molekul berkisar pada ukuran ?? 23 kDa, ?? 34 kDa, ?? 40 kDa, ?? 47 kDa, ?? 53 kDa, ?? 60 kDa, dan ?? 64 kDa.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Aug 2014 04:29
Last Modified: 09 Sep 2014 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/23774

Actions (login required)

View Item View Item