Karakterisasi dan uji kemampuan serbuk ampas kelapa asetat sebagai adsorben belerang dioksida (SO2) / Yohanna Vinia Dewi Puspita

Puspita, Yohanna Vinia Dewi (2013) Karakterisasi dan uji kemampuan serbuk ampas kelapa asetat sebagai adsorben belerang dioksida (SO2) / Yohanna Vinia Dewi Puspita. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Puspita, Yohanna Vinia Dewi. 2013. Karakterisasi dan Uji Kemampuan Serbuk Ampas Kelapa Asetat sebagai Adsorben Belerang Dioksida (SO2). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mohammad Shodiq Ibnu, M.Si., (2) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph. D. Kata kunci: Karakterisasi, adsorpsi, ampas kelapa, anhidrida asetat, belerang dioksida     Ampas kelapa merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan. Ampas kelapa memiliki struktur permukaan berpori dan mengandung selulosa 16%, galaktomannan 61% dan mannan 21% sehingga memiliki potensi cukup besar sebagai adsorben. Pada penelitian, permukaan ampas kelapa diaktivasi dengan anhidrida asetat. Adanya penggantian gugus ÔÇôOH oleh gugus asetil, maka kepolaran serbuk ampas kelapa asetat lebih tinggi sehingga dapat menyerap gas SO2 lebih banyak. Tujuan penelitian: 1) Mengetahui karakteristik serbuk ampas kelapa asetat. 2) Mengetahui kemampuan adsorpsi serbuk ampas kelapa asetat terhadap gas SO2. 3) Mempelajari kemampuan adsorpsi serbuk ampas kelapa asetat pada variasi panjang kolom.    Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental di Laboratorium Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Serbuk ampas kelapa yang diaktivasi dengan anhidrida asetat. Tahap awal adalah pembuatan serbuk ampas kelapa dan serbuk ampas kelapa asetat. Karakterisasi adsorben meliputi uji kadar air, kadar abu, daya serap terhadap larutan iod, kadar asetil, analisis SEM dan FT-IR. Adsorben serbuk ampas kelapa dimasukkan ke dalam kolom yang dengan variasi panjang kolom 5, 7, dan 10 cm. Gas SO2 yang terbuat dari pemanasan campuran HCl dan Na2S2O3 dialirkan melewati kolom menuju wadah berisi larutan H2O2 dan BaCl2. Gas SO2 yang lolos akan bereaksi membentuk BaSO4 dan dianalisis dengan metode turbidimetri menggunakan spektrofotometer pada λ 420 nm. Dengan mengetahui nilai absorbansi kadar sulfat, maka dapat diketahui persentase gas SO2 yang teradsorpsi oleh adsorben serbuk ampas kelapa.    Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga kesimpulan penelitian yaitu: 1) Semakin banyak adsorben yang digunakan, maka daya serap terhadap gas SO2 semakin tinggi. 2) Serbuk ampas kelapa yang teraktivasi asetat memiliki daya serap yang lebih tinggi dari serbuk ampas kelapa tanpa aktivasi dalam menyerap gas SO2.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 May 2013 04:29
Last Modified: 09 Sep 2013 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/23695

Actions (login required)

View Item View Item