Pemurnian ekstrak kasar sistem selulase bacillus circulans dengan metoda fraksinasi amonium sulfat mengunakan fraksi 0-30%,30-60%, dan 60-100% / Alfifi Agustina

Agustina, Alfifi (2012) Pemurnian ekstrak kasar sistem selulase bacillus circulans dengan metoda fraksinasi amonium sulfat mengunakan fraksi 0-30%,30-60%, dan 60-100% / Alfifi Agustina. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci : pemurnian, Bacillus circulans, sistem selulase, fraksinasi amonium sulfat Selulase adalah enzim yang menghidrolisis selulosa menjadi glukosa dengan cara memutus ikatan (β 1→4) glikosidik. Sistem Selulase merupakan sekumpulan selulase yang mempunyai tipe aktivitas berbeda. Ekstrak kasar sistem selulase secara umum masih memiliki aktivitas yang rendah dan mudah mengalami penurunan aktivitas selama penyimpanan karena masih bercampur dengan protein lain. Penggunaan sistem selulase di industri khususnya untuk produksi bioetanol memerlukan selulase dengan aktivitas tinggi dan stabil. Oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian ekstrak kasar, salah satu metoda pemurnian protein yang murah dan sederhana adalah fraksinasi amonium sulfat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui aktivitas spesifik fraksi sistem selulase yang dihasilkan dari pemurnian ekstrak kasar selulase dengan fraksinasi amonium sulfat menggunakan fraksi 0-30%, 30-60%, dan 60-100%, (2) pengaruh suhu selama pemurnian terhadap aktivitas spesifik sistem selulase yang dihasilkan serta (3) waktu dan konsentrasi substrat optimum pada reaksi enzimatis yang dilakukan oleh fraksi dengan aktifitas spesifik tertinggi. Penelitian ini bersifat laboratoris, dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA UM yang terdiri dari beberapa tahap yaitu: (1) produksi ekstrak kasar selulase dari Bacillus circulans strain lokal dalam media Berg pada pH 9,0; suhu 500C dan waktu inkubasi 5 hari (2) penentuan aktifitas spesifik fraksi hasil pemurnian ekstrak kasar dengan metoda fraksinasi amonium sulfat dengan tingkat kejenuhan 0-30%, 30-60%, 60-100% , (3) penentuan pengaruh suhu kamar dan suhu 4 ??C terhadap aktifitas spesifik fraksi hasil pemurnian (4) karakterisasi fraksi dengan aktivitas spesifik tertinggi. Aktivitas sistem selulase ditentukan melalui aktivitas avicelase dan CMCase. Kedua aktivitas ditentukan berdasarkan atas jumlah glukosa yang dihasilkan setelah proses hidrolisis. Kadar glukosa ditentukan dengan metoda spektrofotometri sinar tampak Somogy-Nelson. Kadar protein ditentukan dengan metoda Lowry. Aktivitas spesifik adalah unit aktivitas enzim per mg protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas spesifik hasil pemurnian ekstrak kasar selulase dengan fraksinasi amonium sulfat 0-30%, 30- 60%, dan 60-100% yaitu CMCase masing-masing 53,79; 165,12; 150,71 U/mg dan avicelase masing-masing 24,01; 73,38; 97,62 U/mg.(2) Aktivitas spesifik fraksi sistem selulase yang dimurnikan pada suhu 4??C lebih tinggi dibandingkan suhu kamar. Aktivitas spesifik CMCase pada suhu kamar 165,12 U/mg menjadi 242,94 U/mg pada suhu 4??C (naik 48,36%). Aktivitas spesifik Avicelase pada suhu kamar 73,38 U/mg menjadi 113,91 U/mg pada suhu 4??C (naik 80,91%) (3) Fraksi sistem selulase termurnikan (30-60%) memiliki waktu optimum reaksi ii enzimatis selama 3 jam dengan konsentrasi substrat optimum 1,5% (b/v) memiliki aktivitas spesifik CMCase 299,51 U/mg dan avicelase 237,19 U/mg.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 02 Apr 2012 04:29
Last Modified: 09 Sep 2012 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/23609

Actions (login required)

View Item View Item