Isolasi dan identifikasi komponen minyak atsiri mint dari mentha arvensis var. Javanica / Anissa Yustisia

Anissa Yustisia (2009) Isolasi dan identifikasi komponen minyak atsiri mint dari mentha arvensis var. Javanica / Anissa Yustisia. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan alam yang salah satunya berupa rempah-rempah yang umumnya dimanfaatkan di bidang kuliner. Dengan perkembangan jaman, beberapa rempah-rempah yang telah diketahui khasiatnya mulai diaplikasikan ke beberapa bidang lainnya. Salah satu rempah-rempah yang mudah tumbuh di Indonesia adalah tanaman mint. Tanaman ini memiliki efek menyegarkan sehingga pemanfaatannya tidak terbatas dibidang kuliner, namun juga sebagai bahan tambahan obat-obatan. Walaupun memiliki banyak manfaat, tidak semua tanaman mint diketahui kandungan kimianya karena tanaman mint memiliki ?? 2300 jenis. Mentha arvensis var. javanica adalah salah satu tanaman mint yang tumbuh di Indonesia namun pemanfaatannya masih jarang dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan isolasi minyak atsiri dari mentha arvensis var. javanica dan mengidentifikasi 10 kandungan utama senyawa penyusun minyak atsiri tersebut. Penelitian ini bersifat eksperimen laboratoris. Penelitian dilakukan pada bulan Pebruari-Mei 2006 bertempat di laboratorium Universitas Negeri Malang dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan pemilihan tanaman mint yang seragam, yaitu dengan panjang sampai 5 tingkat daun dari ujung batang. Setelah mendapatkan sampel yang memenuhi persyaratan tersebut, sampel dibagi menjadi tiga bagian, dimana bagian I langsung diisolasi, bagian II dan III disimpan dalam keadaan terbuka dan tidak terkena sinar matahari secara langsung selama 2 dan 5 hari sejak pemetikan. Isolasi dilakukan dengan menggunakan metode destilasi uap-air. Minyak atsiri yang didapatkan dari hasil destilasi kemudian dihitung rendemennya dan diidentifikasi dengan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrofotometer). Hasil isolasi 1000 gram sampel untuk menghasilkan minyak atsiri mint pada penyimpanan selama 0 hari, 2 hari, dan 5 hari berturut-turut adalah 0,51 mL; 0,7 mL; 1,11 mL. Dari ketiga perlakuan berbeda pada sampel tersebut, maka untuk mendapatkan minyak atsiri dengan hasil yang maksimum sebaiknya dilakukan penyimpanan tanaman mint selama 5 hari pada udara terbuka dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Identifikasi kandungan minyak atsiri dilakukan dengan menganalisa 10 puncak terbesar pada spektrum GC-MS adalah 2-metil-5-(1-metiletilen)-2-sikloheksen-1-on = 64,00%; piperitenon oksida = 16,96%; limonena = 8,61%; karyofilen oksida = 2,75%; -bourbonena = 2,58%; trans-karyofilena = 1,32%; -mirsena = 1,06%; nonanal = 1,08%; 7-metil-3-metilen-1,6,9-dekatriena = 0,93%; p-2-menthen-1-ol = 0,69%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jul 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/23260

Actions (login required)

View Item View Item