Pengembangan bahan ajar berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) untuk memfasilitasi siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi redoks dan elektrokimia / Novia Prihastyanti

Prihastyanti, Novia (2018) Pengembangan bahan ajar berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) untuk memfasilitasi siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi redoks dan elektrokimia / Novia Prihastyanti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Ringkasan Prihastyanti, Novia. 2017. Pengembangan bahan ajar berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) untuk memfasilitasi siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi redoks dan elektrokimia. Dosen Pembimbing : (1) Prof. Dr. H. Subandi, M.Si (2) Drs Darsono Sigit, M.Pd Kata kunci : Bahan ajar, berpikir kritis, Contextual teaching and learning, redoks, elektrokimia Sebagian siswa SMA masih mengalami kesulitan dalam mempelajari kimia, salah satunya adalah materi redoks dan elektrokimia, yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Disamping itu pemahaman siswa terhadap aplikasi materi redoks dan elektrokimia dalam kehidupan sehari ÔÇô hari serta kemampuan berpikir kritis siswa termasuk rendah. Rendahnya pemahaman tersebut diduga karena siswa belajar secara hafalan, dan hal tersebut kemungkinan disebabkan karena bahan ajar yang digunakan selama ini masih berbasis konten bukan konteks. Oleh karena itu perlu dikembangkan bahan ajar berbasis Contextual Teaching and Learning untuk memfasilitasi siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi redoks dan elektrokimia, yang layak digunakan pada jenjang SMA. Metode pengembangan yang digunakan pada dasarnya adalah model pengembangan Four-D Model (Model 4D oleh Thiagarajan) yang terdiri atas 4 tahap yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Namun dalam penelitian ini tahap disseminate tidak dilakukan. Tahap Define terdiri dari 1) analisis pendahuluan; 2) analisis tugas; 3) analisis konsep; 4) merumuskan tujuan pembelajaran; dan 5) merancang bahan ajar awal. Tahap Design terdiri dari 1) pemilihan media; 2) pemilihan format bahan ajar; dan 3) menyusun bahan ajar. Tahap Develop terdiri dari 1) merevisi bahan ajar awal; 2) melakukan validasi ahli; 3) menganalisis dan merevisi hasil validasi; dan 4) produk bahan ajar akhir. Sebagai validator dipilih 1 dosen kimia Universitas Negeri Malang dan 2 guru kimia SMA, sedangkan sebagai subjek uji coba digunakan siswa SMA sebanyak 10 orang yang telah mendapat pembelajaran materi redoks dan elektrokimia. Bahan ajar yang telah dikembangkan berupa produk bahan ajar yang berbasis Contextual Teaching and Learning pada materi redoks dan elektrokimia untuk memfasilitasi kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Bahan ajar ini terdiri atas buku siswa, buku guru, dan video pembelajaran. Berdasarkan uji validasi dan uji keterbacaan terhadap buku siswa, buku guru, dan video pembelajaran hasil pengembangan diperoleh hasil skor berturut ÔÇô turut adalah 86%, 89%, 82%, dan 83%. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar hasil pengembangan tergolong sangat layak digunakan dalam pembelajaran pada materi tersebut di tingkat SMA.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 09 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/22440

Actions (login required)

View Item View Item