Pengembangan Instrumen Asesmen Keterampilan Berpikir Kritis untuk Siswa SMA Kelas X pada Materi Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit / Latifatul Mahbubah

Mahbubah, Latifatul (2018) Pengembangan Instrumen Asesmen Keterampilan Berpikir Kritis untuk Siswa SMA Kelas X pada Materi Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit / Latifatul Mahbubah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Mahbubah, Latifah. 2018. Pengembangan Instrumen Asesmen Keterampilan Berpikir Kritis untuk Siswa SMA Kelas X pada Materi Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Herunata, S.Pd., M.Pd., (II) Dr. Aman Santoso, M.Si. Kata Kunci: Kemampuan berpikir kritis, instrumen asesmen, larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan No. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa salah satu sikap yang harus dimiliki siswa adalah sikap kritis (Kemdikbud, 2013:70). Sikap kritis dapat dimiliki melalui proses pembelajaran disekolah dengan menerapkan pola pembelajaran kritis. Oleh sebab itu, kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa. Berpikir kritis adalah berpikir yang masuk akal dan reflektif yang terfokus untuk memutuskan apa yang harus dipercaya atau dilakukan (Ennis, 2011:1). Kemampuan berpikir kritis sangat penting, karena digunakan untuk menyiapkan siswa menjadi seorang pemiki kritis, mampu memecahkan masalah, dan menjadi pemikir independen. Sehingga, diperlukan instrumen asesmen yang dapat mengukur kemampuan siswa. Penelitian pengembangan instrumen keterampilan berpikir kritis menghasilkan suatu produk yang berbeda dengan instrumen asesmen yang umum digunakan guru. Instrumen asesmen keterampilan berpikir kritis terkait materi kimia belum banyak dikembangkan. Salah satu diantaranya adalah materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk menghasilkan produk instrumen asesmen yang dapat mengukur kemampuan berpikir kritis siswa SMA untuk kelas X pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Instrumen asesmen keterampilan berpikir kritis dikembangkan dengan menggunakan 3 indikator dari 12 indikator berpikir kritis Ennis. Instrumen asesmen dikembangkan yang disesuaikan dengan indikator berpikir kritis Ennis untuk memenuhi tuntutan kecakapan Kurikulum 2013 revisi, yaitu mampu membuat siswa memiliki keterampilan berpikir kritis (Kemdikbud, 2016:1). Pengembangan instrumen asesmen ini mengikuti model Research & Development (R&D) menurut Borg dan Gall dari tahap satu sampai tahap tujuh. Desain uji cobanya meliputi validasi isi dan konstruk dengan menggunakan angket validasi kelayakan tampilan dan isi produk yang divalidasi oleh validator dosen dan guru. Selanjutnya, butir soal uraian diuji coba oleh 52 siswa SMAN 1 Pacet. Data yang diperoleh diolah dengan perhitungan presentase, reliabilitas, dan analisis butir soal. Analisis butir soal meliputi uji validitas, taraf kesukaran, dan daya beda. Dari hasil validasi isi yang dilakukan meliputi 2 aspek , yaitu presentase dari hasil validasi soal sebesar 84% dan presentase hasi,validasi tampilan instrumen asesmen sebesar 85% menunjukkan bahwa instrumen asesmen keterampilan berpikir kritis materi larutan elektrolit dan nonelektrolit untuk siswa SMA termasuk kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa instrumen asesmen keterampilan berpikir kritis yang dikembangkan layak digunakan sebagai alat ukur kemampuan berpikir kritis siswa pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Hasil analisis reliabilitas soal sebesar 0,88 dalam kategori tinggi. Hasil analisis validitas butir soal menunjukkan bahwa dari 18 soal uraian yang diujicobakan yaitu 15 soal valid dan 3 soal tidak valid, soal yang tidak valid tidak dibuang atau tetap digunakan, akan tetapi dilakukan revisi pada soal yang tidak valid tersebut. Hasil analisis taraf kesukaran butir soal, bahwa dari 18 soal uraian yang diujicobakan yaitu 11 kategori mudah, 5 kategori sedang, dan 2 kategori sukar. Hasil analisis daya beda butri soal, bahwa dari 18 soal uraian yang diujicobakan yaitu 6 soal kategori jelek, 4 soal kategori cukup, 6 soal kategori baik, dan 2 soal kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa kriteria soal yang baik yaitu valid, taraf kesukaran yang sedang, dan daya beda yang baik dan sangat baik, sehingga yang termasuk kriteria soal yang baik adalah 5 soal. Instrumen asesmen keterampilan berpikir kritis hasil pengembangan ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa khususnya pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Instrumen asesmen ini diharapkan juga dapat digunakan sebagai acuan dan contoh dalam menyusun instrumen asesmen pada materi kimia lain yang bertujuan untuk mengukur tingkatan kemampuan berpikir kritis siswa.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 03 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/22435

Actions (login required)

View Item View Item